Profil Genting Group yang Bakal Beli Lahan Sentul City (BKSL) Rp2,05 Triliun


JAKARTA, Supersemar News — Emiten properti PT Sentul City Tbk. (BKSL) mengonfirmasi transaksi penjualan lahan strategis seluas 152 hektare kepada PT Genting Properti Abadi (GPRA) dengan nilai mencapai Rp2,05 triliun. Aksi korporasi ini menandai langkah besar entitas Genting Group untuk memperluas portofolio propertinya di Indonesia.

Konfirmasi tersebut disampaikan perseroan sebagai tanggapan atas permintaan penjelasan dari Bursa Efek Indonesia (BEI) melalui surat Nomor S-11391/BEI.PP1/10-2025 terkait pemberitaan media massa mengenai transaksi lahan tersebut.

Direktur Sentul City Adi Svahruzad menjelaskan bahwa perjanjian transaksi dilakukan antara PT Genting Properti Abadi (GPRA) dengan PT Primatama Cahaya Sentosa (PCS) serta entitas anak Sentul City, PT Aftanesia Raya (AFTA), untuk penjualan lahan seluas 152 hektare dengan nilai transaksi Rp2,05 triliun.

“Akta Jual Beli akan ditandatangani oleh para pihak pada akhir tahun 2025, dan dengan ditandatanganinya Akta Jual Beli, transaksi selesai,” ujar Adi dalam keterbukaan informasi, Senin (6/10/2025).

Adi menambahkan, nilai transaksi sebesar Rp2,05 triliun merupakan harga yang disepakati bersama tanpa melibatkan penilai independen. “Harga lahan sebesar Rp2,05 triliun adalah harga yang disepakati oleh para pihak tanpa melibatkan penilai independen,” katanya.

Perseroan menegaskan dana hasil penjualan lahan tersebut akan digunakan untuk memperkuat likuiditas, memperbaiki kinerja keuangan, dan mendukung pengembangan usaha Sentul City ke depan. Selain itu, seluruh pihak yang terlibat disebut telah memahami kondisi hukum, lingkungan, dan perizinan lahan yang dijual, sehingga tidak terdapat potensi risiko hukum dalam transaksi ini.

Sentul City juga memastikan bahwa pihak pembeli diyakini mampu memenuhi seluruh kewajiban sesuai perjanjian. Manajemen menegaskan tidak terdapat informasi atau kejadian material lain yang dapat memengaruhi kelangsungan usaha maupun harga saham perseroan di pasar modal.

Sebelumnya, pada 5 Juli 2024, BEI juga sempat meminta klarifikasi atas pemberitaan mengenai rencana entitas Genting Group yang disebut tengah menjajaki pembelian tanah dari BKSL. Dalam keterangannya saat itu, Sentul City membenarkan bahwa PT Genting Properti Abadi berencana membeli lahan seluas 152 hektare dari BKSL, PT Primatama Cahaya Sentosa (PCS), dan PT Aftanesia Raya (AFTA) dengan nilai total sekitar Rp2 triliun.

Berdasarkan dokumen tersebut, lahan yang dilepas terdiri dari dua bidang. Lahan pertama seluas 80 hektare berlokasi di Desa Sumur Batu, Babakan Madang, dan Hambalang, dengan nilai buku per 31 Maret 2024 sebesar Rp6 miliar dan nilai penjualan Rp1,764 triliun. Sementara lahan kedua seluas 72 hektare di kawasan yang sama memiliki nilai buku Rp5,4 miliar dan dijual dengan nilai Rp288 miliar.

Profil Genting Properti Abadi
Genting Properti Abadi, merupakan entitas yang terafiliasi dengan konglomerasi asal Malaysia, Genting Group. PT Genting Properti Abadi tercatat sebagai perseroan terbatas yang terdaftar di Indonesia dengan nomor registrasi 1861893. Perusahaan ini beralamat di Menara DBS, Lantai 15, Ciputra World I, Jalan Prof. Dr. Satrio Kav.3–5, Jakarta Selatan.

Melansir situs resmi perusahaan, Genting Group, yang didirikan pada 1965 oleh almarhum Tan Sri Lim Goh Tong, merupakan salah satu konglomerasi terbesar di Asia. Grup ini membawahi sejumlah perusahaan publik seperti Genting Malaysia Berhad, Genting Plantations Berhad, dan Genting Singapore Limited, serta anak usaha utama nonpublik Genting Energy Limited dan Resorts World Las Vegas LLC. Di bawah kepemimpinan Tan Sri Lim Kok Thay, Genting beroperasi di berbagai sektor termasuk rekreasi dan perhotelan, perkebunan kelapa sawit, energi, minyak dan gas, pengembangan properti, serta bioteknologi.

Genting dikenal sebagai pengembang berbagai proyek ikonik di kawasan Asia, seperti Resorts World Genting di Malaysia, Resorts World Sentosa di Singapura, hingga Resorts World Las Vegas di Amerika Serikat. Dalam sektor properti, grup ini mengembangkan berbagai kawasan terpadu di Malaysia dan luar negeri melalui anak usahanya, Genting Property Sdn Bhd, yang dikenal sebagai pengembang proyek Genting Indahpura dan Genting Pura Kencana di Johor.

Dalam bisnis inti di bidang rekreasi dan perhotelan, Grup Genting dan afiliasi mereknya memasarkan dan menawarkan berbagai produk di bawah sejumlah merek ternama seperti Genting, Resorts World, Genting Grand, Genting Club, Crockfords, dan Maxims. Grup Genting juga menjalin kerja sama dengan berbagai nama besar dunia seperti Universal Studios, Premium Outlets, Zouk, Hilton, dan mitra internasional terkenal lainnya.

(bisnis.com)
(Lilis Susanti)


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *