Stok Beras Pemerintah Tembus 4 Juta Ton,Tertinggi Sepanjang Sejarah

- Jurnalis

Minggu, 22 Juni 2025 - 18:20 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

Kontribusi PDB subsektor pertanian Triwulan I 2025 menunjukkan sektor perkebunan mendominasi dengan 42,14%, diikuti tanaman pangan 25,56%, peternakan 17,18%, hortikultura 12,47%, serta jasa pertanian dan perburuan 2,04%, mencerminkan ketangguhan pertanian sebagai pilar utama pertumbuhan ekonomi nasional (Sumber: Kementan RI).

SUPERSEMAR NEWS BOGOR — Stok beras pemerintah kini menembus 4 juta ton. Angka ini tercatat sebagai rekor tertinggi dalam sejarah ketahanan pangan Indonesia. Di tengah tantangan global, sektor pertanian terus menunjukkan ketangguhannya.

Pertanian Jadi Pilar Pertumbuhan Ekonomi

Sektor pertanian kembali mencatat kontribusi positif terhadap pertumbuhan ekonomi nasional. Menurut data BPS, pertanian masih menjadi penyumbang utama dalam struktur Produk Domestik Bruto (PDB). Kondisi ini mengindikasikan kekuatan fundamental pangan dalam menopang perekonomian nasional.

Baca Juga :  PANGKORMAR HADIRI PERESMIAN FIRE FIGHTING TRAINING CENTER

Selain itu, keberhasilan ini tak lepas dari kebijakan Kementerian Pertanian yang konsisten menjaga produksi dan distribusi. Menteri Pertanian memastikan pasokan terjaga, harga stabil, serta kesejahteraan petani meningkat.

Pasokan Aman, Ekonomi Rakyat Bergerak

Dengan stok aman, roda ekonomi rakyat terus berjalan. Pedagang, penggilingan padi, hingga petani kecil merasakan manfaat langsung dari stabilitas harga beras. Menurut Bulog, stok cadangan beras pemerintah (CBP) disiapkan menghadapi berbagai potensi krisis pangan.

Baca Juga :  Dua Siswi Kalteng Bikin Heboh : Air Gambut Disulap Jadi Listrik, Berpotensi Dikembangkan ke Pasar Nasional

Di sisi lain, pemerintah juga terus mendorong diversifikasi pangan untuk mengurangi ketergantungan pada beras. Program ini membuka peluang bagi komoditas lain seperti jagung, singkong, dan sorgum.

Komitmen Terus Dijaga

Ke depan, Kementan berkomitmen menjaga kesinambungan produksi. Dukungan sarana produksi, perbaikan irigasi, serta penguatan teknologi pertanian menjadi prioritas.

Dengan stabilitas pangan yang kuat, Indonesia semakin siap menghadapi gejolak global. Ketahanan pangan bukan hanya soal stok, tapi juga kesejahteraan petani dan stabilitas ekonomi rakyat.

SupersemarNewsTeam
Editor: SanggaBuana

Follow WhatsApp Channel supersemarnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Jenderal Agus Subiyanto Pimpin Sertijab Wapang dan KSAD di Cilangkap
IPC TPK Buka Direct Call Penghubung Indonesia, Tiongkok, dan Thailand
Kapolres Jakbar Jadi Khatib Salat Jumat Keliling, Perkuat Kedekatan Polri dengan Masyarakat
Putusan MK “Identitas Etnis dan Budaya Dayak”, Gubernur dan DPRD Kalteng Dorong Peran Kelembagaan
Satresnarkoba Polres Kotim Amankan Pria Pekerja Buruh Lepas di Ketapang Diduga Budak Sabu
Program “Polisi Peduli Pengangguran” di Banjarmasin, Wujudkan Kesejahteraan Masyarakat
Coba Kabur Lewat Jendela Lantai 2, Diduga Pengedar Sabu di Kotim Diciduk Polisi
Pangdam dan Menhut Terjun: Bongkar Kendala Pemadaman Karhutla di Taman Tanjung Puting
Berita ini 0 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 06:39 WIB

Jenderal Agus Subiyanto Pimpin Sertijab Wapang dan KSAD di Cilangkap

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 06:37 WIB

IPC TPK Buka Direct Call Penghubung Indonesia, Tiongkok, dan Thailand

Jumat, 16 Oktober 2026 - 20:27 WIB

Kapolres Jakbar Jadi Khatib Salat Jumat Keliling, Perkuat Kedekatan Polri dengan Masyarakat

Jumat, 16 Oktober 2026 - 18:35 WIB

Putusan MK “Identitas Etnis dan Budaya Dayak”, Gubernur dan DPRD Kalteng Dorong Peran Kelembagaan

Jumat, 16 Oktober 2026 - 18:34 WIB

Satresnarkoba Polres Kotim Amankan Pria Pekerja Buruh Lepas di Ketapang Diduga Budak Sabu

Berita Terbaru