
Korban saat diberikan pertolongan oleh rekan rekan setelah ditemukan dilokasi dan nyawa R tidak bisa diselamatkan.
SAMPIT, Supersemar News – Seorang pemuda berinisial R (19) ditemukan meninggal dunia setelah tenggelam di bekas areal galian lama Pelindo (galian c), Desa Bagendang Permai, Kecamatan Mentaya Hilir Utara, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Jumat sore (1/5/2026) pukul 16.46 WIB.
Dari kejadian ini, Kapolres Kotim AKBP Resky Maulana Zulkarnain, melalui Kasi Humas AKP Edy Wiyoko menjelaskan kronologi kejadian. Sekitar pukul 16.00 WIB, korban R berolahraga sore dan masuk ke area bekas galian yang sudah tidak digunakan. Korban bertemu saksi RAF dan TIY, lalu meminta diantar ke arah kolam bekas galian.
“Saat di lokasi, korban sempat mengambil video dan foto. Saksi ADZ sempat bertanya, “Mau ikut mandi atau berenang?” Korban menjawab tidak. Saat ditanya apakah bisa berenang, korban hanya membalas dengan senyuman dan tawa. Sementara itu, tujuh rekan korban lain, termasuk SAT, masih beraktivitas berenang di kolam tersebut,“ jelas AKP Edy, Sabtu (2/5).
Lalu, saksi ANS menyadari korban sudah tidak terlihat di permukaan air. Rekan-rekan korban lalu naik dan mencari sambil memanggil nama korban. Saksi OZU menyebut sempat melihat korban menceburkan diri di sisi kiri kolam.
Saksi ALD kemudian menyelam dan merasakan menyentuh tubuh korban. ALD naik ke permukaan dan mengajak teman-teman lain menyelam bersama untuk mengangkat korban.
Baca juga
- Shinta Purwitasari Dorong Perempuan Mandiri dalam Konfercab Fatayat NU Jakarta Barat
- Habiburokhman Hadiri Silaturahmi Akbar KAHMI Kabupaten Bandung, Dorong Pertukaran Gagasan Kebangsaan
- Hangatnya May Day di Pelabuhan, Polisi dan Porter Sampit Perkuat Silaturahmi Jaga Kamtibmas
- Tak Bisa Berenang, Pemuda Asal Kotim Tewas Tenggelam di Kolam Bekas Galian C
- Jalur Maut Lingkar Selatan Disisir, Satlantas Kotim Gencarkan Razia
“Teman-teman korban sempat memberikan pertolongan pertama di lokasi. Karena tidak ada reaksi, korban dievakuasi keluar dari kolam menuju jalan raya sejauh kurang lebih 300 meter. Mereka memberhentikan pickup yang melintas untuk membawa korban ke puskesmas. Setibanya di puskesmas, korban dinyatakan meninggal dunia,“ ujar AKP Edy.
Polsek Jaya Sampit Polres Kotim langsung melakukan olah TKP, mengamankan lokasi, mencatat keterangan saksi, serta berkoordinasi dengan pihak puskesmas untuk permintaan visum et repertum.
“Berdasarkan fakta di lapangan, korban diduga tenggelam karena tidak bisa berenang,“ pungkasnya.
(Fauji)
