Warga Palestina membawa barang-barang yang bisa diselamatkan saat mereka meninggalkan kamp pengungsi Jabalia di Jalur Gaza utara pada Kamis (30 Mei 2024). (Omar AL-QATTAA / AFP).

SUPERSEMARNEWS.COM – Komisaris Jenderal badan PBB untuk pengungsi Palestina (UNRWA) Philippe Lazzarini belum lama ini memberikan informasi update kondisi warga Palestina di Jalur Gaza.

Philipe Lazzarini, Direktur Jenderal Badan Bantuan dan Pekerjaan PBB untuk Pengungsi Palestina (UNRWA), baru-baru ini memberikan kabar terbaru tentang situasi warga Palestina di Jalur Gaza.

Menurutnya, warga Palestina di Gaza utara saat ini sedang ‘menunggu untuk mati’ karena serangan Israel yang terus menerus.

“Staf kami melaporkan bahwa mereka tidak memiliki akses terhadap makanan, air dan perawatan medis,” ujar Lazzarini dalam sebuah pernyataan baru-baru ini.

“Mayat-mayat bergelimpangan di jalanan dan di bawah reruntuhan, dan bau kematian memenuhi udara. Misi untuk membersihkan mayat-mayat dan memberikan bantuan kemanusiaan telah ditolak.

Pasukan Israel mengintensifkan serangan besar-besaran di Gaza utara. Pengepungan ini telah meningkatkan penderitaan, menyebabkan puluhan ribu orang kekurangan makanan dan air.

Menurut otoritas kesehatan Palestina, lebih dari 600 orang telah terbunuh dan ribuan lainnya terluka sejak serangan dimulai pada tanggal 5 Oktober.

“Di Gaza utara, orang-orang hanya menunggu kematian. Mereka merasa ditinggalkan, putus asa dan sendirian. Mereka hidup dalam ketakutan akan kematian setiap detiknya,” kata Lazzarini.

Kepala Badan Bantuan dan Pekerjaan PBB untuk Pengungsi Palestina (UNRWA) menyerukan gencatan senjata segera untuk memungkinkan jalur kemanusiaan yang aman bagi keluarga-keluarga yang ingin meninggalkan Gaza utara.

“Selama perang tahun lalu, banyak staf UNRWA yang tinggal di bagian utara dan melakukan hal yang mustahil untuk memberikan bantuan kepada para pengungsi di sana,” ujar Lazzarini.

“Hanya ini yang dapat kami lakukan untuk menyelamatkan nyawa warga sipil yang tidak ada hubungannya dengan konflik ini.

Serangan Israel ke Gaza utara merupakan episode terbaru dalam perang genosida Israel, yang telah menewaskan lebih dari 42.700 orang, sebagian besar perempuan dan anak-anak, serta melukai hampir 100.300 orang sejak serangan Hamas tahun lalu.

Perang Israel di Gaza telah membuat hampir seluruh penduduk Gaza mengungsi di tengah-tengah blokade yang sedang berlangsung dan menyebabkan kekurangan makanan, air bersih, dan obat-obatan.

Israel menghadapi pengadilan genosida di Mahkamah Internasional atas tindakannya di Gaza. (Antara)

(SupersemarNewsTeam)
(R/SanggaBuana)