BANDUNG, Supersemar News — Kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) yang masuk langsung melalui Bandara Internasional Kertajati pada Juni 2026 melonjak 97,93% secara bulanan (month-to-month/mtm) menjadi 477 kunjungan.

Kepala BPS Jawa Barat Margaretha Ari Anggorowati mengatakan wisatawan asal Singapura mendominasi kedatangan dengan pangsa 54,09%.

Menurutnya, tren kunjungan sepanjang 2024 hingga 2026 masih sangat dipengaruhi oleh dinamika rute dan jumlah penerbangan internasional yang beroperasi di Bandara Kertajati.

Selain jalur udara, konektivitas darat melalui Kereta Cepat Whoosh juga menjadi pintu masuk utama bagi warga negara asing (WNA). Sepanjang Juni 2026, jumlah kedatangan WNA yang menggunakan Whoosh mencapai 17.877 orang.

Stasiun Padalarang menjadi pintu kedatangan utama dengan kontribusi 86,46%, disusul Stasiun Tegalluar sebesar 12,05% dan Stasiun Karawang sebesar 1,48%.

“Selama periode Januari–Juni 2026, jumlah kunjungan WNA menggunakan Whoosh ke Jawa Barat mencapai 87.751 kunjungan,” ujar Ari.

Di sisi lain, pergerakan wisatawan nusantara (wisnus) ke Jawa Barat pada Juni 2026 tercatat sebanyak 18,67 juta perjalanan. Meski turun 4,37% dibandingkan bulan sebelumnya, secara kumulatif Januari–Juni 2026 jumlah perjalanan wisnus mencapai 112,12 juta atau meningkat 4,69% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Kawasan Bodebek dan Bandung Raya masih menjadi destinasi utama dengan pangsa perjalanan mencapai 52,15%.

Meski volume perjalanan wisnus sedikit menurun, tingkat penghunian kamar (TPK) hotel berbintang justru meningkat. Pada Juni 2026, TPK hotel berbintang mencapai 51,05% atau naik 2,85 poin secara mtm.

Kabupaten Karawang mencatat tingkat okupansi tertinggi sebesar 72,11%, diikuti Kota Tasikmalaya sebesar 63,22% dan Kabupaten Purwakarta sebesar 62,48%.

Sementara itu, TPK hotel nonbintang tercatat sebesar 25,56%, turun 0,63 poin secara bulanan, tetapi naik 2,42 poin dibandingkan Juni 2025.

Di sektor transportasi udara, jumlah penumpang domestik yang berangkat dari Jawa Barat tercatat sebanyak 394 orang atau turun 3,67% secara mtm.

Penurunan lebih tajam terjadi pada penerbangan internasional yang merosot 93,94% secara mtm menjadi 765 penumpang. Penurunan ini dipicu berakhirnya fase keberangkatan jemaah haji melalui Bandara Kertajati.

Sebaliknya, moda transportasi kereta api terus mencatat pertumbuhan. Jumlah penumpang kereta api naik 1,80% secara bulanan menjadi 2,43 juta orang. Sementara itu, Whoosh melayani 267.000 penumpang atau meningkat 3,73% dibandingkan bulan sebelumnya.

“Secara kumulatif sepanjang 2026, jumlah penumpang kereta api tumbuh 9,57%, sedangkan penumpang Whoosh meningkat 0,61%,” pungkas Ari.

Sumber : bisnis.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *