
SURABAYA, Supersemar news – Surabaya — Kapal Motor Penumpang (KMP) Tunu Pratama Jaya yang tenggelam di Selat Bali akhirnya ditemukan dalam kondisi terbalik pada Sabtu (12/7). Penemuan bangkai kapal ini diumumkan oleh Direktorat Polisi Air dan Udara (Ditpolairud) Polda Jawa Timur melalui hasil pencitraan bawah laut.
Berdasarkan keterangan resmi dari @divisihumaspolri, bangkai KMP Tunu Pratama Jaya berhasil terdeteksi berkat penggunaan teknologi Multibeam Echosounder dan Side Scan Sonar. Kapal naas tersebut ditemukan di kedalaman 47,12 hingga 50 meter, berjarak sekitar 3,9 kilometer dari lokasi awal kecelakaan. Hingga saat ini, tercatat 30 penumpang berhasil diselamatkan, 18 korban meninggal dunia telah dievakuasi, sementara 17 orang lainnya masih dalam proses pencarian oleh tim SAR gabungan.
“Nantinya, setelah seluruh data pencitraan telah terkumpul secara lengkap, tim SAR gabungan akan melakukan pengangkatan bangkai kapal menggunakan dua metode, yakni ditarik dengan kapal atau menggunakan robot,” ujar Dirpolairud Polda Jatim, Kombes Pol. Dr. Arman Asmara Syarifuddin, S.H., S.I.K., M.H., dalam keterangannya, Minggu (13/7).
Insiden ini menyoroti pentingnya pengawasan keselamatan transportasi laut di jalur padat seperti Selat Bali. Proses evakuasi yang masih berjalan menunjukkan besarnya tantangan cuaca dan medan bawah laut, serta perlunya teknologi canggih untuk mendukung operasi SAR di perairan Indonesia.
Polri melalui Ditpolairud Polda Jawa Timur memastikan proses pencarian korban hilang dan pengangkatan bangkai kapal akan terus dilanjutkan hingga seluruh korban ditemukan. Masyarakat diimbau untuk terus memantau informasi resmi terkait perkembangan evakuasi ini.(red)
