Marsma TNI (Purn) Fajar Adriyanto Gugur di Ciampea

- Jurnalis

Minggu, 3 Agustus 2025 - 15:13 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

Marsma TNI (Purn) Fajar Adriyanto saat masih aktif sebagai penerbang jet tempur F-16 TNI AU, dengan emblem ‘Red Wolf’ yang menjadi ciri khasnya.

SUPERSEMAR NEWS – Kecelakaan udara terjadi di Ciampea, Bogor, Jawa Barat, pada Minggu siang (3/8/2025). Pesawat latih milik FASI jatuh usai lepas landas dari Bandara Pondok Cabe dan menewaskan Marsma TNI (Purn) Fajar Adriyanto.

Kadispen AU Marsma TNI I Nyoman Suadnyana membenarkan kabar tersebut. “Korban dilarikan ke RS TNI AU Atang Senjaya (Lanud ATS) dalam kondisi meninggal dunia,” ujarnya.

Profil Singkat “Red Wolf” Fajar Adriyanto

Baca Juga :  Suyudi Ario Seto Disetujui DPR Jadi Kapolri, Ini Harapan Supersemar News

Lahir pada 20 Juni 1970, Fajar Adriyanto merupakan alumnus Akademi Angkatan Udara tahun 1992 dan SMA Negeri 1 Malang. Ia dikenal sebagai penerbang F-16 Fighting Falcon dengan callsign Red Wolf.

Fajar pernah menjabat:

  • Dan Skadron Udara 3 Lanud Iswahyudi (2007–2010)
  • Danlanud Manuhua Biak (2017–2019)
  • Kadispen TNI AU (2019–2020)
  • Kapoksahli Kodiklatau (2024)

Ia terlibat dalam insiden udara Bawean 2003, saat F-16 TNI AU mencegat pesawat F/A-18 Hornet milik AS. Atas jasanya, ia menerima penghargaan dari BNPB dan Universitas Pertahanan.

Kronologi dan Investigasi Kecelakaan

Pesawat latih yang dikemudikan Fajar terlihat terbang rendah dan miring sebelum jatuh di area TPU Benteng, Ciaruteun. Warga mendengar suara gemuruh keras, namun tak terdengar ledakan setelah pesawat menghantam tanah.

Baca Juga :  Imigrasi Jakarta Barat dan BNNP DKI Jakarta Perkuat Sinergi Pemberantasan Narkotika

TNI AU bersama KNKT masih menyelidiki penyebab pasti kecelakaan. Seorang penerbang lain yang ikut dalam misi latihan tersebut dilaporkan mengalami luka berat dan tengah dirawat intensif.

Transisi dan Harapan Ke Depan

Hingga kini, investigasi menyeluruh terus dilakukan. Masyarakat diimbau tidak menyebarkan spekulasi sembari menunggu hasil resmi dari TNI AU dan KNKT.

SupesemarTeamNews
Reporter :
R/Rifay Marzuki
SanggaBuana.

Follow WhatsApp Channel supersemarnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

POLSEK TAMBORA RESPONS CEPAT ADUAN WARGA, CEGAH KERIBUTAN KELUARGA DI PEKOJAN
BERHASIL TANGKAP PETINGGI KKB DAN REBUT KEMBALI SENJATA, PRAJURIT YONIF 9 MARINIR RAIH KPLB
KPK Tunggu Balasan TNI Terkait Dugaan 2 Prajurit Aktif di Kasus BNPB
Konser Andrea Bocelli di Borobudur Makin Dekat: MUI Tolak, Polda Jateng Sebut tak Ada Pembatalan
Letjen TNI Iwan Setiawan, dari Everest ke Kostrad
Gempa M 7,0 Guncang Tibet China
Enam Agama, Satu Kampus: Merawat Toleransi di IABN Sriwijaya Tangerang
KCIC mendukung mobilitas pelari Jakarta Running Festival melalui Whoosh
Berita ini 2 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 10:05 WIB

POLSEK TAMBORA RESPONS CEPAT ADUAN WARGA, CEGAH KERIBUTAN KELUARGA DI PEKOJAN

Jumat, 23 Oktober 2026 - 09:24 WIB

BERHASIL TANGKAP PETINGGI KKB DAN REBUT KEMBALI SENJATA, PRAJURIT YONIF 9 MARINIR RAIH KPLB

Jumat, 23 Oktober 2026 - 09:18 WIB

KPK Tunggu Balasan TNI Terkait Dugaan 2 Prajurit Aktif di Kasus BNPB

Jumat, 23 Oktober 2026 - 09:14 WIB

Konser Andrea Bocelli di Borobudur Makin Dekat: MUI Tolak, Polda Jateng Sebut tak Ada Pembatalan

Jumat, 23 Oktober 2026 - 09:10 WIB

Letjen TNI Iwan Setiawan, dari Everest ke Kostrad

Berita Terbaru

Berita utama

Letjen TNI Iwan Setiawan, dari Everest ke Kostrad

Jumat, 23 Okt 2026 - 09:10 WIB