Eddie Karsito, aktor yang dikenal lewat perannya sebagai Lamhot Simamora dalam film Maaf, Saya Menghamili Istri Anda, terus menginspirasi lewat karya dan kepeduliannya.

SUPERSEMAR NEWS — Sosok Eddie Karsito dikenal luas sebagai aktor, sutradara, penulis, wartawan, dan pegiat sosial. Dengan kiprah yang konsisten selama lebih dari empat dekade, Eddie tak hanya eksis di dunia seni dan budaya, tetapi juga terus mengabdi lewat aksi-aksi kemanusiaan yang menyentuh akar permasalahan sosial masyarakat.

“Seni adalah jalan untuk menyuarakan kemanusiaan. Saya hanya ingin berbagi makna dari pengalaman hidup,” ujar Eddie Karsito.

Konsisten di Layar Kaca dan Layar Lebar

Nama Eddie mulai dikenal luas saat memerankan Lamhot Simamora dalam film Maaf, Saya Menghamili Istri Anda (2007). Peran itu membawanya meraih penghargaan Aktor Pembantu Pria Terpuji dalam Festival Film Bandung (2008). Ia kemudian tampil di sejumlah film lainnya seperti Mengejar Mas-Mas, Vina Bilang Cinta, Wakil Rakyat, Kabayan Jadi Milyuner, hingga film terbarunya Banyak Anak Banyak Rejeki (2025).

Merambah Dunia Penyutradaraan dan Literasi

Tak hanya sebagai aktor, Eddie juga menunjukkan kepiawaiannya sebagai sutradara. Ia pernah menyutradarai film pendek internasional bertema wayang kulit yang diputar di 33 negara dalam ajang International Festival Shadow Theater Indonesia (2021) di Meksiko.

Eddie juga produktif menulis buku. Karya-karyanya antara lain Dasar-Dasar Teater (1986), Menjadi Bintang (2008), dan antologi puisi Intuisi Tasbih (2020).

Diplomasi Budaya dan Kontribusi Global

Pada 2018, Eddie mewakili Indonesia dalam Sidang Umum NGO UNESCO di Paris. Ia memperjuangkan pelestarian wayang sebagai warisan budaya dunia. Selain itu, ia menjadi fasilitator program Mobile Arts for Peace (MAP) yang digagas University of Lincoln, Inggris, dalam upaya memperkuat ekspresi damai melalui seni.

Rifay Marzuki, Dewan Pembina Supersemar News, bersama Andria, vokalis Arkei Band, bersilaturahmi dengan Eddie Karsito dalam suasana penuh keakraban, kehangatan dan kebersamaan.(Foto: Supersemar News)

Dedikasi Sosial Lewat Yayasan Humaniora

Pada 17 Ramadan 1995, Eddie mendirikan Yayasan Humaniora Rumah Kemanusiaan. Ia menyebut Ramadan bukan sekadar momen religi, tetapi juga menjadi hari lahir lembaga sosial yang kini telah berusia 30 tahun.

“Ramadan bukan hanya momentum ibadah, tapi ulang tahun yayasan yang kami dedikasikan bagi kemanusiaan,” jelas Eddie kepada Supersemar News.

Fokus Membantu Pemulung, Janda Lansia, dan Anak Jalanan

Sejak awal berdiri, Yayasan Humaniora memberi perhatian pada kelompok rentan—khususnya pemulung, janda lanjut usia, dan anak-anak jalanan. Eddie mengaku berseloroh bahwa “stok janda banyak, tapi yang tua,” menandakan dominasi kelompok lansia yang mereka dampingi.

Perhatiannya terhadap kelompok pemulung tumbuh sejak ia melihat transformasi warga sekitar. Dari pencari kayu bakar menjadi pengepul rongsokan. Rumah pribadinya pun disulap menjadi sekretariat yayasan dan tempat berkegiatan sosial.

Dari Nasi Bungkus ke Warung Kopi & Indomie Gratis

Gerakan kemanusiaan ini bermula dari dapur. Eddie bersama almarhumah istrinya rutin membagikan nasi bungkus bagi warga sekitar. Lambat laun, kebutuhan meningkat dan mereka membuka Warung Kopi & Indomie Gratis.

“Kami percaya, hampir semua orang suka Indomie. Gampang dimasak, dan bisa dinikmati kapan saja,” ucapnya.

Kini, siapa pun bisa mampir ke rumah itu. Di sana tersedia kompor, air panas, kopi, dan Indomie—semuanya gratis, tanpa syarat.

“Eddie Karsito menerima Golden Achievement Culture Award dari Museum Rekor Terhebat Indonesia (MURTHI) Kedaton Nusantara Jayakarta atas dedikasinya dalam seni, budaya, sastra, film, dan sinetron, baik di dalam maupun luar negeri.”
Foto: Supersemar News

Penghargaan dan Aktivitas Organisasi

Atas dedikasinya, Eddie menerima Golden Achievement Culture Award dari Kedaton Nusantara Jayakarta (2025) dan Anak Bangsa Berkepribadian Pembangunan dari Kementerian Koperasi RI (2013).

Dalam dunia jurnalistik, Eddie telah aktif sejak 1988. Ia pernah menjadi wartawan Harian Jayakarta, Pikiran Rakyat, dan Galamedia. Kini, ia memimpin dua portal berita: humaniora.id dan harianbekasi.com.

Ia juga aktif di organisasi seperti PWI, PARFI, FORWAN, SENAWANGI, dan KSBN. Eddie bahkan pernah menjabat sebagai Sekretaris Umum Lembaga Kebudayaan dan Kesenian KOSGORO serta Dewan Etik Serikat Wartawan Indonesia (SWI).

Seni dan Kemanusiaan: Dua Napas Satu Tujuan

Eddie Karsito menunjukkan bahwa seni bukan sekadar ekspresi, tapi juga alat perjuangan. Ia menjadikan rumahnya sebagai tempat berbagi, yayasannya sebagai ruang empati, dan hidupnya sebagai dedikasi bagi sesama.

Melalui Yayasan Humaniora, ia terus membuktikan bahwa kemanusiaan tak membutuhkan panggung megah, cukup satu kompor, secangkir kopi, dan sepiring kepedulian.

SupersemarNewsTeam
Reporter : R/Rifay Marzuki
SanggaBuana