Efek Purbaya dan BI Rate Dorong Ekonomi RI Mulai Bangkit

- Jurnalis

Kamis, 18 September 2025 - 18:52 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

SUPERSEMAR NEWS – Jakarta – Kombinasi kebijakan fiskal dan moneter mulai memperlihatkan hasil pada perekonomian Indonesia. Dampak kebijakan ini tercermin dari pergerakan pasar keuangan hingga penurunan bunga kredit secara bertahap.

Belanja Negara Kencang dan Stimulus Besar

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan belanja negara berjalan agresif. Bahkan, dana menganggur Rp200 triliun telah dipindahkan dari Bank Indonesia ke lima bank BUMN. Kebijakan ini dipadukan dengan paket stimulus ekonomi “8+4+5” untuk mempercepat perputaran uang dan mendorong konsumsi masyarakat.

BI Rate Turun Lima Kali

Dari sisi moneter, Gubernur BI Perry Warjiyo menurunkan suku bunga acuan BI Rate sebanyak lima kali sepanjang 2025 hingga ke level 4,75%. Data Indonesia Overnight Index Average (INDONIA) turun 144 bps sejak awal tahun, sementara yield SBN tenor 2 tahun anjlok 185 bps.

Baca Juga :  PSYCHIC FEVER dan Album DIFFERENT: 10 Lagu, Satu Identitas

“Ini menandakan biaya dana jangka pendek bank sudah lebih murah, sehingga saluran pertama stimulus moneter bekerja segera,” kata Kepala Ekonom Bank Permata, Josua Pardede, Kamis (18/9/2025).

Dampak Awal ke Bunga Kredit

Meski penurunan bunga kredit masih tipis, transmisi kebijakan mulai terasa. Data OJK menunjukkan bunga kredit investasi turun 36 bps dan kredit modal kerja 20 bps. Untuk sektor prioritas seperti perumahan dan konstruksi, bunga kredit sudah lebih kompetitif dari rata-rata industri.

Baca Juga :  Pakde Slamet: 10 Tahun Bersama Tukul Arwana, Ini Pelajaran Hidupnya!

Likuiditas BUMN Dorong Pasar Uang

Penempatan dana pemerintah di bank BUMN meningkatkan likuiditas dan menekan kebutuhan bank menawarkan special rate deposito. Data BI mencatat M0 Adjusted tumbuh 7,34% yoy pada Agustus, sementara M2 juga menunjukkan akselerasi.

Proyeksi Penuh pada 2026

Guru Besar FEB Universitas Andalas, Syafruddin Karimi, menilai efek penuh kebijakan baru akan terasa pada 2026. Namun, sejak kuartal IV-2025 bunga dasar kredit (SBDK) mulai turun dan pipeline pembiayaan bergerak.

Ia menyebut target pertumbuhan ekonomi 2025 sebesar 5,2% masih realistis tercapai. Namun, syaratnya kuartal IV harus tumbuh di kisaran 5,7–5,9% agar rata-rata tahunan tetap sesuai target pemerintah.

SupersemarNewsTeam
SanggaBuana

Follow WhatsApp Channel supersemarnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kecelakaan di Simpang Pelita-Suprapto Sampit, Yamaha Lexi Rusak Parah Usai Terseret Truk CPO
Prajurit Korps Marinir Gempur Pantai Banongan dalam Operasi Amfibi Keris Woomera 2026
Marinir Indonesia Bekali Prajurit Australia Teknik Bertahan Hidup di Hutan
Dampak Ekonomi MotoGP Mandalika 2026 Capai Rp 5,2 Triliun, Naik 4,8 Persen
Perkuat Struktur Komando, KSAD Pimpin Sertijab 5 Pangdam dan Alih Kodal 6 Korem
PSYCHIC FEVER dan Album DIFFERENT: 10 Lagu, Satu Identitas
KPK Tetapkan Adik Eks Kepala BNPB Tersangka Main Proyek Dana Bencana
Erick Thohir Dorong Car Free Day Hadir di Seluruh Daerah
Berita ini 1 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 09:45 WIB

Kecelakaan di Simpang Pelita-Suprapto Sampit, Yamaha Lexi Rusak Parah Usai Terseret Truk CPO

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 09:43 WIB

Prajurit Korps Marinir Gempur Pantai Banongan dalam Operasi Amfibi Keris Woomera 2026

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 09:40 WIB

Marinir Indonesia Bekali Prajurit Australia Teknik Bertahan Hidup di Hutan

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 09:36 WIB

Dampak Ekonomi MotoGP Mandalika 2026 Capai Rp 5,2 Triliun, Naik 4,8 Persen

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 09:33 WIB

Perkuat Struktur Komando, KSAD Pimpin Sertijab 5 Pangdam dan Alih Kodal 6 Korem

Berita Terbaru