Keindahan Kuala Lumpur dengan Menara Petronas menjadi bukti daya tarik pariwisata Malaysia yang kerap dibandingkan dengan destinasi populer Thailand.

SUPERSEMAR NEWS – Klaim seorang akademisi Malaysia bahwa alam negaranya 400 kali lebih indah dibandingkan Thailand memicu perdebatan sengit di media sosial.

Klaim Akademisi Malaysia

Profesor Datuk Dr Md Amin Md Taff, Rektor Universiti Pendidikan Sultan Idris (UPSI), menyebut bahwa lanskap alam Malaysia jauh lebih indah dan terjaga.

Menurutnya, Port Dickson lebih menarik daripada Pantai Ao Nang di Thailand, sementara pulau-pulau di Langkawi lebih memukau dibandingkan Krabi. Ia juga menegaskan bahwa air di Pulau Redang, Kepulauan Mersing, hingga Pulau Kapas lebih jernih ketimbang di Ko Phi Phi.

Namun, ia mengakui bahwa suvenir di Thailand lebih murah. Sementara di Malaysia, harga cenderung lebih mahal dengan pilihan terbatas.

Mengapa Wisatawan Malaysia ke Thailand?

Md Amin menjelaskan alasan banyak warga Malaysia lebih memilih berlibur ke Thailand. Biaya perjalanan yang rendah, makanan murah, dan aktivitas wisata yang beragam menjadi daya tarik utama.

Sementara itu, Thailand dikenal sebagai “Negeri Senyuman” dan menjadi magnet wisatawan dengan budaya yang ramah serta kuliner yang terkenal mendunia.

Reaksi Publik di Media Sosial

Pernyataan itu memicu reaksi beragam. Sebagian pengguna media sosial mendukung.

  • “Sebenarnya dia benar,” tulis seorang warganet.
  • “Akhirnya ada yang berani menyuarakan ini,” tambah yang lain.

Namun, tidak sedikit yang menentang.

  • “Angka 400 kali itu dari mana? Kenapa bukan 10 atau 100?” kritik seorang netizen.
  • “Sepertinya dia belum pernah ke Negeri Senyuman,” sindir warganet lain.

Data Kunjungan Wisatawan

Berdasarkan data terbaru, Malaysia menjadi destinasi paling banyak dikunjungi di Asia Tenggara pada paruh pertama tahun ini dengan 21 juta wisatawan. Sementara itu, Thailand mencatat 17,5 juta kunjungan.

Persaingan Dua Destinasi Populer

Persaingan citra antara Malaysia dan Thailand dalam industri pariwisata diprediksi akan terus berlangsung. Kedua negara sama-sama memiliki keunggulan unik yang sulit dibandingkan secara langsung.

SupersemarNewsTeam
SanggaBuana