Dedi Mulyadi Tantang Menkeu Buka Data Dana Rp4,1 T Jabar

- Jurnalis

Selasa, 21 Oktober 2025 - 05:10 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

SUPERSEMAR NEWS – Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menantang Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa untuk membuktikan tudingan bahwa dana APBD Jawa Barat senilai Rp4,17 triliun mengendap di bank dalam bentuk deposito.

Dalam keterangannya pada Senin (20/10/2025), Dedi menegaskan bahwa tidak ada satu pun dana milik Pemprov Jabar yang disimpan dalam deposito. Ia bahkan menantang Kementerian Keuangan untuk membuka data secara terbuka agar publik mengetahui fakta sebenarnya.

Dedi Bantah Dana APBD Disimpan di Deposito

“Saya sudah cek, tidak ada yang disimpan dalam deposito. Saya tantang Pak Menkeu untuk membuka data dan faktanya, daerah mana yang menyimpan dana dalam bentuk deposito,” tegas Dedi.

Menurut Dedi, tudingan bahwa semua daerah menahan belanja dan menimbun uang di bank adalah klaim yang tidak berdasar. Ia menilai, tidak semua daerah mengalami kesulitan fiskal atau sengaja menahan dana pembangunan di perbankan.

Sebaliknya, banyak daerah justru mempercepat realisasi belanja publik agar manfaatnya bisa segera dirasakan masyarakat. “Di antara kabupaten, kota, dan provinsi yang sangat banyak ini, pasti ada yang bisa membelanjakan keuangannya dengan baik. Tapi tentu juga ada yang belum optimal,” ujarnya.

Baca Juga :  Kapolda Kalteng Pimpin Sertijab Wakapolda, 2 Pejabat Utama dan Kapolres Seruyan

Desak Pemerintah Pusat Buka Data Secara Transparan

Meski membantah tudingan tersebut, Dedi tidak menutup kemungkinan ada sebagian daerah yang memang menempatkan dananya dalam bentuk deposito. Karena itu, ia mendesak pemerintah pusat untuk membuka data secara transparan agar tidak muncul opini negatif terhadap daerah lain.

“Tentunya ini adalah problem yang harus diungkap secara terbuka dan diumumkan kepada publik, agar tidak muncul anggapan bahwa semua daerah tidak mampu mengelola keuangannya,” jelasnya.

Menurutnya, tudingan tanpa data dapat merugikan daerah yang telah bekerja keras dalam menjaga disiplin fiskal. Oleh sebab itu, Dedi meminta Purbaya Yudhi Sadewa bersikap adil dan transparan dengan mempublikasikan daftar daerah yang benar-benar menaruh uang APBD dalam deposito.

“Daripada menjadi spekulasi dan membangun opini negatif, sebaiknya umumkan saja daerah-daerah mana yang belum membelanjakan keuangannya dengan baik,” tambah Dedi.

Kemenkeu Rilis 15 Daerah Simpan Dana Terbesar di Bank

Sebelumnya, Kementerian Keuangan telah merilis daftar 15 daerah dengan dana mengendap terbanyak di bank. Berikut daftarnya:

  1. Provinsi DKI Jakarta – Rp14,6 triliun
  2. Provinsi Jawa Timur – Rp6,8 triliun
  3. Kota Banjarbaru – Rp5,1 triliun
  4. Provinsi Kalimantan Utara – Rp4,7 triliun
  5. Provinsi Jawa Barat – Rp4,1 triliun
  6. Kabupaten Bojonegoro – Rp3,6 triliun
  7. Kabupaten Kutai Barat – Rp3,2 triliun
  8. Provinsi Sumatera Utara – Rp3,1 triliun
  9. Kabupaten Kepulauan Talaud – Rp2,6 triliun
  10. Kabupaten Mimika – Rp2,4 triliun
  11. Kabupaten Badung – Rp2,2 triliun
  12. Kabupaten Tanah Bumbu – Rp2,11 triliun
  13. Provinsi Bangka Belitung – Rp2,10 triliun
  14. Provinsi Jawa Tengah – Rp1,9 triliun
  15. Kabupaten Balangan – Rp1,8 triliun
Baca Juga :  Korban Tenggelam di Danau Gambut Banjar Ditemukan Meninggal Dunia

Data tersebut menjadi dasar munculnya kritik publik terhadap pemerintah daerah yang dinilai tidak optimal dalam membelanjakan APBD.

Harapan Dedi untuk Pengelolaan Fiskal yang Adil

Dedi berharap agar Kementerian Keuangan tidak hanya menyoroti angka, tetapi juga melihat konteks di balik data tersebut. “Setiap daerah memiliki dinamika dan kebutuhan yang berbeda. Jangan sampai generalisasi seperti ini menurunkan kepercayaan publik terhadap daerah yang sudah bekerja baik,” pungkasnya.

Menurutnya, transparansi dan keadilan fiskal menjadi kunci utama dalam menjaga kepercayaan publik dan memperkuat sinergi antara pemerintah pusat dan daerah.

SupersemarNewsTeam
Reporter:
R/Rifay Marzuki

Follow WhatsApp Channel supersemarnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kapolda Jatim Pantau Langsung Pengaturan Lalu Lintas di Sejumlah Titik Strategis Surabaya
POLSEK TAMBORA RESPONS CEPAT ADUAN WARGA, CEGAH KERIBUTAN KELUARGA DI PEKOJAN
BERHASIL TANGKAP PETINGGI KKB DAN REBUT KEMBALI SENJATA, PRAJURIT YONIF 9 MARINIR RAIH KPLB
KPK Tunggu Balasan TNI Terkait Dugaan 2 Prajurit Aktif di Kasus BNPB
Konser Andrea Bocelli di Borobudur Makin Dekat: MUI Tolak, Polda Jateng Sebut tak Ada Pembatalan
Letjen TNI Iwan Setiawan, dari Everest ke Kostrad
Gempa M 7,0 Guncang Tibet China
Enam Agama, Satu Kampus: Merawat Toleransi di IABN Sriwijaya Tangerang
Berita ini 0 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 19:23 WIB

Kapolda Jatim Pantau Langsung Pengaturan Lalu Lintas di Sejumlah Titik Strategis Surabaya

Jumat, 23 Oktober 2026 - 10:05 WIB

POLSEK TAMBORA RESPONS CEPAT ADUAN WARGA, CEGAH KERIBUTAN KELUARGA DI PEKOJAN

Jumat, 23 Oktober 2026 - 09:24 WIB

BERHASIL TANGKAP PETINGGI KKB DAN REBUT KEMBALI SENJATA, PRAJURIT YONIF 9 MARINIR RAIH KPLB

Jumat, 23 Oktober 2026 - 09:18 WIB

KPK Tunggu Balasan TNI Terkait Dugaan 2 Prajurit Aktif di Kasus BNPB

Jumat, 23 Oktober 2026 - 09:14 WIB

Konser Andrea Bocelli di Borobudur Makin Dekat: MUI Tolak, Polda Jateng Sebut tak Ada Pembatalan

Berita Terbaru