Diaspora London Didorong Jadi Mitra Literasi Keamanan Siber RI

- Jurnalis

Kamis, 27 November 2025 - 14:24 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif
Pertemuan delegasi Kemenko Polkam RI dengan mitra strategis di London tampak berlangsung serius dalam suasana ruang rapat formal, mencerminkan komitmen kuat untuk memperkuat kolaborasi dan literasi keamanan siber bagi diaspora Indonesia.

SUPERSEMAR NEWS – Polkam, London –

Kementerian Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Republik Indonesia (Kemenko Polkam) terus memperkuat agenda strategis nasional dalam menghadapi ancaman digital global. Salah satu langkah terbarunya adalah penyelenggaraan kegiatan literasi keamanan siber bagi masyarakat diaspora Indonesia di London, Inggris. Kegiatan ini berlangsung di KBRI London pada Selasa (25/11/2025) dan diikuti mahasiswa S2–S3, profesional, peneliti, serta jajaran perwakilan RI.

Acara ini menjadi bagian dari komitmen pemerintah untuk memperluas pemahaman mengenai keamanan siber kepada WNI di luar negeri, sekaligus memperkuat “national cyber awareness” di tengah meningkatnya risiko serangan digital lintas negara.

1. Diaspora Jadi Pilar Pertahanan Siber Baru

Deputi Bidang Koordinasi Komunikasi dan Informasi Kemenko Polkam, Marsekal Muda TNI Eko Dono Indarto, menegaskan bahwa perubahan geopolitik global menuntut kesiapan Indonesia dalam membangun ketahanan siber yang kokoh.

Dalam sambutannya, Eko Dono menjelaskan urgensi memahami dinamika ancaman digital melalui pendekatan kolaboratif. Ia menyebut bahwa tingkat literasi keamanan siber di Indonesia masih rendah dan membutuhkan solusi kolektif lintas sektor. Menurutnya, diaspora Indonesia memiliki kapasitas strategis yang sering kali belum dimanfaatkan optimal.

“Membangun nasionalisme digital harus dimulai dari pemahaman, kesadaran, dan keterlibatan diaspora sebagai bagian dari kekuatan pertahanan siber bangsa,” tegasnya.

Pernyataan ini diperkuat dengan data global yang menunjukkan peningkatan intensitas serangan siber di berbagai sektor vital, mulai dari pemerintahan, finansial, hingga infrastruktur publik. Oleh karena itu, Eko Dono menilai diaspora dapat menjadi mitra penting dalam memperluas jangkauan literasi dan menciptakan ekosistem digital yang aman.

Baca Juga :  Pakde Slamet: 10 Tahun Bersama Tukul Arwana, Ini Pelajaran Hidupnya!

2. Diskusi Dua Arah: Membedah Ancaman Siber dan Tantangan AI

Diskusi berlangsung secara dua arah. Para peserta, termasuk akademisi dan profesional teknologi, mengulas sejumlah isu krusial yang berkaitan dengan perlindungan data pribadi, serangan ransomware, pencurian identitas, dan manipulasi informasi.
Selain itu, isu lain yang menjadi sorotan adalah perkembangan kecerdasan buatan (AI) yang sangat cepat, termasuk risiko penyalahgunaannya untuk tindakan kriminal digital.

Eko Dono menjelaskan bahwa banyak negara kini berlomba-lomba memperketat regulasi keamanan digital sekaligus memastikan penggunaan AI berjalan secara etis dan bertanggung jawab. Indonesia pun tidak boleh ketinggalan dalam membangun strategi keamanan digital jangka panjang.

Para peserta juga menekankan perlunya kerja sama antar unsur pentahelix:

  • pemerintah,
  • akademisi,
  • industri,
  • media,
  • masyarakat.

Kolaborasi lima elemen ini dianggap sebagai kunci menciptakan sistem pertahanan siber nasional yang adaptif, responsif, dan berkelanjutan.

3. Usulan Pembentukan Forum Diaspora Digital Indonesia

Salah satu hasil diskusi paling menonjol adalah tercapainya kesepakatan untuk merumuskan pembentukan Forum Diaspora Digital Indonesia. Forum ini dirancang sebagai ruang kolaborasi yang fokus pada:

  • pertukaran informasi dan riset keamanan digital,
  • sosialisasi kebijakan keamanan siber Indonesia,
  • pengembangan literasi digital tingkat lanjut,
  • edukasi penggunaan AI yang aman,
  • serta penguatan jaringan profesional diaspora.

Forum ini diyakini dapat menjadi penghubung penting antara pemerintah Indonesia dan pusat-pusat inovasi global di Eropa, khususnya Inggris yang menjadi salah satu pusat teknologi dunia.

Para peserta menyatakan antusiasme untuk memperkuat koneksi antara keahlian diaspora dengan kebutuhan strategis nasional. Mereka menegaskan bahwa diaspora bukan hanya bagian dari komunitas perantauan, tetapi juga aset strategis yang bisa berkontribusi langsung pada pembangunan ekosistem digital nasional.

Baca Juga :  Polisi Larang Pertambangan Emas Tanpa Izin di Bawah Jembatan Sei Katingan

4. Tantangan Keamanan Siber Semakin Kompleks

Ancaman digital di skala global terus meningkat dari tahun ke tahun. Berdasarkan laporan sejumlah lembaga internasional, modus serangan kini semakin kompleks, termasuk:

  • advanced persistent threats (APT),
  • phishing berbasis AI,
  • deepfake untuk penipuan identitas,
  • peretasan infrastruktur strategis,
  • spionase digital.

Pada konteks Indonesia, risiko tersebut kian relevan mengingat percepatan transformasi digital nasional pada sektor pemerintahan, pendidikan, keuangan, hingga layanan publik.

Melalui diskusi di London, Kemenko Polkam mengajak diaspora untuk ikut menjadi “early warning system”, yakni komunitas yang mampu mendeteksi tren ancaman global dan meneruskan informasi kritis kepada pemerintah Indonesia.

5. Langkah Lanjutan Kemenko Polkam

Kemenko Polkam menegaskan akan memperluas jejaring edukasi digital ke berbagai negara dengan populasi diaspora besar, termasuk Australia, Amerika Serikat, Timur Tengah, dan Asia Timur. Program literasi siber juga akan diperkuat melalui:

  • pelatihan keamanan digital berbasis komunitas,
  • kolaborasi riset keamanan siber,
  • pembuatan modul literasi siber lintas negara,
  • penyusunan kurikulum edukasi AI untuk diaspora,
  • peningkatan kapasitas staf perwakilan RI.

“Kegiatan ini menegaskan komitmen Kemenko Polkam RI sebagai pengarah kebijakan strategis lintas sektor dalam bidang keamanan siber, dan kami akan terus memperluas jejaring literasi siber hingga ke komunitas diaspora di berbagai negara,” ujar Eko Dono.

Dengan demikian, kegiatan ini bukan hanya ajang berbagi wawasan, tetapi juga menjadi tonggak penting dalam memperluas ketahanan siber Indonesia di luar wilayah nasional.

6.Diaspora sebagai Garda Depan Siber Indonesia

Kegiatan literasi siber di London memperlihatkan langkah konkret pemerintah dalam mengajak diaspora menjadi bagian dari arsitektur pertahanan digital Indonesia. Di era ancaman siber yang semakin canggih dan sistematis, peran diaspora sangat relevan sebagai:

  • agen literasi,
  • penghubung teknologi,
  • mitra penguatan kebijakan,
  • dan garda pertahanan pengetahuan global.

Dengan semangat kolaboratif ini, Indonesia berharap mampu meningkatkan kualitas keamanan digital nasional sekaligus memperkuat posisi negara di tengah dinamika persaingan teknologi global.***(SB)

SupersemarNewsTeam

Follow WhatsApp Channel supersemarnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Lahan Bekas Terbakar, Polda Kalteng Tanam 500 Bibit Pohon Belangiran
Transformasi Peran Polisi, Kombes Andiyatna Dukung Gerakan Green Policing Polri
Polisi Berhasil Tangkap Bandar Sabu di Ketapang Sampit, BB Ratusan Gram Diamankan
Labui Polisi Duduk di Semak Warung, Diduga Pengedar Sabu di Sampit Akhirnya Diamankan
Pria Sembunyikan Diduga Sabu Dibalut dengan Tisu Akhirnya Dibekuk Satresnarkoba Kotim
Kapolda Jatim Pantau Langsung Pengaturan Lalu Lintas di Sejumlah Titik Strategis Surabaya
POLSEK TAMBORA RESPONS CEPAT ADUAN WARGA, CEGAH KERIBUTAN KELUARGA DI PEKOJAN
BERHASIL TANGKAP PETINGGI KKB DAN REBUT KEMBALI SENJATA, PRAJURIT YONIF 9 MARINIR RAIH KPLB
Berita ini 1 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 20:37 WIB

Lahan Bekas Terbakar, Polda Kalteng Tanam 500 Bibit Pohon Belangiran

Jumat, 23 Oktober 2026 - 20:35 WIB

Transformasi Peran Polisi, Kombes Andiyatna Dukung Gerakan Green Policing Polri

Jumat, 23 Oktober 2026 - 20:33 WIB

Polisi Berhasil Tangkap Bandar Sabu di Ketapang Sampit, BB Ratusan Gram Diamankan

Jumat, 23 Oktober 2026 - 20:32 WIB

Labui Polisi Duduk di Semak Warung, Diduga Pengedar Sabu di Sampit Akhirnya Diamankan

Jumat, 23 Oktober 2026 - 20:30 WIB

Pria Sembunyikan Diduga Sabu Dibalut dengan Tisu Akhirnya Dibekuk Satresnarkoba Kotim

Berita Terbaru