
SAMPIT, Supersemar News — Lapas Kelas IIB Sampit terus mengoptimalkan program pembinaan kemandirian bagi WBP, salah satunya melalui kegiatan laundry yang dijadikan sebagai sarana asimilasi dan edukasi.
Kegiatan ini bertujuan untuk membekali WBP dengan keterampilan kerja yang dapat dimanfaatkan setelah bebas nanti, sekaligus menanamkan tanggung jawab dan kedisiplinan dalam bekerja, Rabu (17/12/2025).
Kegiatan laundry tersebut dikerjakan oleh dua orang tamping yang telah memenuhi kriteria, yakni telah menjalani minimal sepertiga masa pidana serta memiliki kemampuan dasar dalam pengelolaan laundry.
Para tamping dibekali tugas mencuci, menjemur, melipat, hingga menyetrika pakaian, yang seluruh prosesnya dilakukan secara mandiri dengan tetap dalam pengawasan petugas.
Kasubsi Giatja Lapas Sampit, Dwinarno, menjelaskan bahwa saat ini layanan laundry masih difokuskan untuk memenuhi kebutuhan internal.
“Untuk sementara, kegiatan laundry ini baru melayani orderan dari dalam, yaitu sesama WBP. Namun ke depannya akan kami upayakan agar dapat berkembang dan menerima orderan dari luar maupun dari petugas,” ucap Dwinarno.
Sementara itu, Kalapas Sampit, Muhammad yani, menyampaikan dukungannya terhadap pelaksanaan kegiatan laundry tersebut. Menurutnya, pembinaan kemandirian seperti ini sangat penting sebagai bekal WBP setelah kembali ke masyarakat.
“Kami mendukung penuh kegiatan laundry ini karena keterampilan yang diperoleh WBP bisa menjadi modal kerja dan sumber penghidupan yang positif ketika mereka sudah bebas nanti,” ungkap Muhammad yani.
Kalapas Sampit juga menyampaikan komitmennya dalam memberikan binaan terhadap WBP agar lebih baik setelah keluar dari lapas.
(Fauji)
