Gmail Kini Bisa Diganti: Cara Aman Hindari Phishing Email

- Jurnalis

Sabtu, 7 Februari 2026 - 05:55 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

Male hand holding a smartphone with Gmail app on the screen with a computer beside it. Wooden Background. Rio de Janeiro, RJ, Brazil. August 2021.

Male hand holding a smartphone with Gmail app on the screen with a computer beside it. Wooden Background. Rio de Janeiro, RJ, Brazil. August 2021.

Male hand holding a smartphone with Gmail app on the screen with a computer beside it. Wooden Background. Rio de Janeiro, RJ, Brazil. August 2021.

Gmail Kini Bisa Diganti: Strategi Baru Google Lawan Phishing Digital

JAKARTA, SUPERSEMAR NEWS – Ancaman kejahatan digital melalui phishing email kian masif dan semakin canggih. Meski Google mengklaim telah memblokir lebih dari 99,9 persen email berbahaya di Gmail, fakta di lapangan menunjukkan bahwa jutaan pengguna masih berada dalam posisi rentan.

Menurut data internal Google yang dikutip Forbes, lebih dari 2,5 juta pengguna Gmail masih berpotensi menjadi target penipuan digital. Angka ini bukan sekadar statistik. Ia mencerminkan betapa agresifnya sindikat siber memanfaatkan celah perilaku pengguna, bukan sekadar kelemahan sistem.

Dengan latar belakang tersebut, Google mengambil langkah besar: mengizinkan pengguna mengganti alamat Gmail dan memperkenalkan sistem email alias sebagai lapisan pertahanan baru. Kebijakan ini menandai perubahan signifikan dalam sejarah Gmail.

Ancaman Phishing Terus Berevolusi

Phishing bukan lagi sekadar email palsu berisi hadiah undian. Kini, modus penipuan digital menyaru sebagai notifikasi resmi, peringatan keamanan, bahkan email internal perusahaan. Pelaku memanfaatkan AI generatif, teknik spoofing, dan rekayasa sosial untuk menipu korban.

Google mengakui bahwa meski sistem berbasis Large Language Model (LLM) terus diperbarui, kejahatan siber bergerak jauh lebih cepat. Oleh karena itu, pendekatan keamanan tidak lagi cukup jika hanya bertumpu pada pemblokiran otomatis.

👉 Pengguna harus dilibatkan secara aktif dalam perlindungan akun mereka.

Email Alias Jadi Tameng Baru Keamanan Digital

Sebagai solusi, Google mengembangkan fitur Shielded Email, sebuah sistem email alias yang memungkinkan pengguna membuat alamat sementara untuk kebutuhan tertentu, seperti:

  • Pendaftaran aplikasi
  • Verifikasi akun
  • Berlangganan newsletter
  • Login ke layanan pihak ketiga
Baca Juga :  SILATURAHIM SUPERSEMAR LAW FIRM DAN NEWS KE BAKAMLA RI, PERKUAT KOMUNIKASI DAN SINERGI ANTARLEMBAGA

Alamat alias ini akan meneruskan pesan ke email utama, tanpa mengungkap alamat Gmail asli pengguna.

Konsep ini mirip dengan fitur “Hide My Email” milik Apple, yang lebih dulu diperkenalkan untuk pengguna iCloud. Namun, Google melangkah lebih jauh dengan opsi single-use dan limited-use alias, yang dapat dinonaktifkan sewaktu-waktu.

➡️ Dengan kata lain, jika email alias bocor atau disalahgunakan, pengguna cukup mematikannya tanpa harus mengganti akun utama.

Google Resmi Izinkan Ganti Alamat @gmail.com

Perubahan paling krusial adalah kebijakan baru Google yang mengizinkan pengguna mengganti alamat Gmail yang berakhiran @gmail.com—sesuatu yang sebelumnya mustahil.

Laporan 9to5Google menyebutkan bahwa fitur ini pertama kali terdeteksi di komunitas Google Pixel Hub, lalu muncul di laman dukungan Google berbahasa Hindi. Ini menandakan peluncuran bertahap secara global.

Dalam kebijakan baru tersebut:

  • Email lama tidak dihapus, melainkan dijadikan alias
  • Semua email tetap masuk ke akun yang sama
  • Data seperti foto, email, Drive, dan YouTube tetap aman
  • Login bisa menggunakan email lama atau email baru

➡️ Ini berarti pengguna dapat “mengganti identitas digital” tanpa kehilangan histori data.

Batasan dan Aturan yang Wajib Diketahui

Meski terdengar fleksibel, Google menetapkan sejumlah pembatasan ketat:

  1. Hanya bisa mengganti alamat Gmail setiap 12 bulan
  2. Maksimal tiga kali perubahan alamat
  3. Total hanya empat alamat Gmail dalam satu akun
  4. Alamat Gmail baru tidak bisa dihapus
  5. Fitur dirilis bertahap, belum tersedia untuk semua akun

Aturan ini dirancang untuk mencegah penyalahgunaan sistem dan menjaga stabilitas ekosistem Gmail.

Mengapa Ganti Alamat Gmail Jadi Penting?

Dalam konteks keamanan digital modern, alamat email bukan sekadar sarana komunikasi. Ia adalah kunci utama identitas online, terhubung dengan:

  • Media sosial
  • Perbankan digital
  • E-commerce
  • Cloud storage
  • Akses kerja dan pendidikan

Ketika alamat email bocor, maka seluruh ekosistem digital ikut terancam. Oleh karena itu, mengganti alamat Gmail atau menggunakan alias bukan sekadar opsi, melainkan strategi mitigasi risiko.

Baca Juga :  Pakde Slamet: 10 Tahun Bersama Tukul Arwana, Ini Pelajaran Hidupnya!

Cara Cek dan Ganti Alamat Gmail

Google merilis panduan resmi melalui Bantuan Akun Google. Berikut langkah lengkapnya:

Langkah 1: Cek Ketersediaan Fitur

  • Buka myaccount.google.com/google-account-email
  • Login ke akun Google
  • Pilih Info Pribadi
  • Ketuk Email
  • Pilih Email Akun Google
  • Jika muncul opsi Ubah Email, berarti fitur tersedia

Langkah 2: Antisipasi Risiko

Sebelum mengganti alamat Gmail, Google menyarankan pengguna untuk:

  • Melakukan backup data
  • Mencatat akun atau aplikasi yang terhubung
  • Menyadari bahwa beberapa setelan aplikasi bisa direset

Meski demikian, Google memastikan bahwa email lama tetap aktif sebagai alias.

Langkah 3: Ganti Alamat Gmail

  • Masukkan nama pengguna baru
  • Pastikan belum pernah digunakan akun lain
  • Pilih Ubah Email
  • Konfirmasi perubahan
  • Ikuti instruksi di layar

Setelah selesai, email baru menjadi alamat utama, sementara email lama otomatis menjadi alamat alternatif.

Langkah Strategis Google Hadapi Kejahatan Siber

Kebijakan ini menunjukkan perubahan filosofi Google. Jika sebelumnya fokus pada pemblokiran ancaman, kini Google beralih ke kontrol identitas pengguna.

Pendekatan ini sejalan dengan tren global keamanan siber yang menekankan:

  • Zero Trust Architecture
  • User-controlled privacy
  • Decentralized identity protection

Google menyadari bahwa tidak semua serangan bisa dihentikan dari server. Namun, kerugian bisa diminimalkan jika pengguna memiliki kendali penuh atas identitas digitalnya.

Kesimpulan: Gmail Masuk Era Baru Keamanan

Langkah Google mengizinkan penggantian alamat Gmail dan menghadirkan email alias menandai era baru dalam perlindungan identitas digital.

Di tengah meningkatnya kejahatan siber berbasis AI, pengguna tidak lagi bisa pasif. Keamanan email adalah tanggung jawab bersama antara sistem dan individu.

Dengan memanfaatkan fitur baru ini, pengguna dapat:

  • Mengurangi risiko phishing
  • Melindungi identitas digital
  • Mengontrol jejak data online
  • Menyesuaikan email sesuai kebutuhan zaman

👉 Ganti alamat Gmail bukan sekadar tren, tetapi kebutuhan keamanan.***(SB)

SupersemarNewsTeam

Follow WhatsApp Channel supersemarnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

POLSEK TAMBORA RESPONS CEPAT ADUAN WARGA, CEGAH KERIBUTAN KELUARGA DI PEKOJAN
BERHASIL TANGKAP PETINGGI KKB DAN REBUT KEMBALI SENJATA, PRAJURIT YONIF 9 MARINIR RAIH KPLB
KPK Tunggu Balasan TNI Terkait Dugaan 2 Prajurit Aktif di Kasus BNPB
Konser Andrea Bocelli di Borobudur Makin Dekat: MUI Tolak, Polda Jateng Sebut tak Ada Pembatalan
Letjen TNI Iwan Setiawan, dari Everest ke Kostrad
Gempa M 7,0 Guncang Tibet China
Enam Agama, Satu Kampus: Merawat Toleransi di IABN Sriwijaya Tangerang
KCIC mendukung mobilitas pelari Jakarta Running Festival melalui Whoosh
Berita ini 2 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 10:05 WIB

POLSEK TAMBORA RESPONS CEPAT ADUAN WARGA, CEGAH KERIBUTAN KELUARGA DI PEKOJAN

Jumat, 23 Oktober 2026 - 09:24 WIB

BERHASIL TANGKAP PETINGGI KKB DAN REBUT KEMBALI SENJATA, PRAJURIT YONIF 9 MARINIR RAIH KPLB

Jumat, 23 Oktober 2026 - 09:18 WIB

KPK Tunggu Balasan TNI Terkait Dugaan 2 Prajurit Aktif di Kasus BNPB

Jumat, 23 Oktober 2026 - 09:14 WIB

Konser Andrea Bocelli di Borobudur Makin Dekat: MUI Tolak, Polda Jateng Sebut tak Ada Pembatalan

Jumat, 23 Oktober 2026 - 09:10 WIB

Letjen TNI Iwan Setiawan, dari Everest ke Kostrad

Berita Terbaru

Berita utama

Letjen TNI Iwan Setiawan, dari Everest ke Kostrad

Jumat, 23 Okt 2026 - 09:10 WIB