Pencemaran Sungai Cisadane, Polisi Larang Warga Konsumsi Ikan

- Jurnalis

Selasa, 10 Februari 2026 - 14:47 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

Kapolres Metro Tangerang Kota Kombes Pol. Raden Muhammad Jauhari saat meninjau langsung Sungai Cisadane menggunakan perahu karet menegaskan agar warga tidak mengonsumsi ikan sungai akibat dugaan pencemaran yang menyebabkan air berubah warna dan ikan mati massal.

SUPERSEMAR NEWS | Tangerang — Dugaan pencemaran Sungai Cisadane kembali menjadi sorotan publik setelah ratusan ikan ditemukan mati dan warna air sungai berubah menjadi putih pekat. Menyikapi kondisi tersebut, Kapolres Metro Tangerang Kota Kombes Pol. Raden Muhammad Jauhari secara tegas mengimbau masyarakat untuk sementara tidak mengonsumsi ikan yang berasal dari Sungai Cisadane.

Imbauan ini disampaikan langsung saat Kapolres melakukan pengecekan lapangan di kawasan bantaran Sungai Cisadane, tepatnya di Jalan Kali Pasir, Kelurahan Babakan, Kota Tangerang, pada Selasa (10/2/2026). Langkah tersebut menjadi bagian dari respons cepat aparat kepolisian bersama lintas instansi dalam menangani dugaan pencemaran lingkungan yang berpotensi mengancam kesehatan masyarakat.

Air Sungai Berubah Putih, Ikan Ditemukan Mati Massal

Berdasarkan pantauan langsung di lapangan, kondisi Sungai Cisadane menunjukkan perubahan signifikan. Air sungai yang biasanya berwarna kecokelatan tampak berubah menjadi putih susu, sementara sejumlah ikan ditemukan mengambang dalam kondisi mati di beberapa titik aliran sungai.

Fenomena ini memperkuat dugaan adanya kontaminasi zat kimia berbahaya yang masuk ke badan sungai. Oleh karena itu, aparat kepolisian tidak ingin berspekulasi dan memilih langkah preventif guna melindungi keselamatan warga.

“Kami ingin memastikan langsung dampak pencemaran ini terhadap lingkungan dan masyarakat. Kami mengimbau warga agar tidak mengonsumsi ikan dari Sungai Cisadane karena dikhawatirkan telah terkontaminasi zat berbahaya,” tegas Kombes Pol. Raden Muhammad Jauhari.

Penelusuran Aliran Sungai Dilakukan Secara Menyeluruh

Sebagai bagian dari langkah investigatif, Kapolres Metro Tangerang Kota tidak hanya melakukan pengecekan di bantaran sungai, tetapi juga menelusuri aliran Sungai Cisadane menggunakan perahu karet dan pelampung.

Baca Juga :  Dampak Karhutla di Tengah Hutan, Satwa dan Orang Utan di Nyaru Menteng dapat Perhatian

Dalam kegiatan tersebut, Kapolres didampingi oleh petugas dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tangerang, unsur Kelurahan Babakan, Kapolsek Tangerang, serta aparat Babinsa dan Bhabinkamtibmas.

Penelusuran ini bertujuan untuk:

  • Mengidentifikasi titik awal dugaan pencemaran
  • Melihat perubahan kualitas air di beberapa segmen sungai
  • Mengumpulkan data lapangan untuk proses penyelidikan lanjutan

Langkah ini sejalan dengan prinsip kehati-hatian dan transparansi dalam penanganan kasus lingkungan hidup.

Koordinasi Lintas Instansi untuk Penanganan Cepat

Selain aparat kepolisian, kegiatan lapangan ini juga melibatkan berbagai instansi terkait, antara lain:

  • Dinas Lingkungan Hidup Kota Tangerang
  • Dinas Kesehatan Kota Tangerang
  • PDAM Kota dan Kabupaten Tangerang (Perumda Tirta Benteng)

Kolaborasi lintas sektor ini dinilai krusial mengingat Sungai Cisadane merupakan salah satu sumber air baku penting bagi masyarakat Tangerang dan sekitarnya.

Sebagai informasi, Sungai Cisadane juga menjadi perhatian nasional terkait isu pencemaran sungai, sebagaimana pernah diberitakan oleh media nasional dan lembaga lingkungan hidup seperti KLHK (https://www.menlhk.go.id) dan DLH Provinsi Banten (https://dlh.bantenprov.go.id).

Distribusi Air Bersih Sempat Terdampak, Kini Berangsur Normal

Lebih lanjut, Kapolres Metro Tangerang Kota menjelaskan bahwa pencemaran ini sempat berdampak pada distribusi air bersih bagi pelanggan PDAM Tirta Benteng.

Namun demikian, kondisi tersebut kini disebut berangsur normal setelah dilakukan pemeriksaan kualitas air dan optimalisasi instalasi pengolahan air.

“Distribusi air bersih memang sempat terdampak, namun saat ini sudah mulai normal kembali. PDAM Tirta Benteng telah melakukan pemeriksaan kualitas air secara ketat,” jelas Kapolres.

PDAM Tirta Benteng sendiri memastikan bahwa air yang didistribusikan ke masyarakat telah melalui proses pengolahan sesuai standar kesehatan, sebagaimana diatur dalam regulasi Kementerian Kesehatan RI (https://www.kemkes.go.id).

Baca Juga :  Kabar Duka Kamil Razak, Rektor Unla: Supersemar News Berduka

Mobil Tangki Air Bersih Disiagakan untuk Warga

Sebagai langkah antisipasi lanjutan, Kapolres Metro Tangerang Kota juga menginstruksikan Perumda Tirta Benteng untuk menyiagakan mobil tangki air bersih.

Mobil tangki tersebut disiapkan guna:

  • Menjamin ketersediaan air bersih bagi warga bantaran sungai
  • Mengantisipasi jika terjadi gangguan distribusi lanjutan
  • Memberikan rasa aman dan kepastian layanan publik

Langkah ini menunjukkan komitmen aparat negara dalam melindungi kebutuhan dasar masyarakat di tengah situasi darurat lingkungan.

Ancaman Kesehatan di Balik Konsumsi Ikan Tercemar

Dari sisi kesehatan, Dinas Kesehatan Kota Tangerang mengingatkan bahwa mengonsumsi ikan dari perairan tercemar berpotensi menimbulkan dampak serius, mulai dari:

  • Gangguan pencernaan
  • Keracunan logam berat
  • Risiko penyakit kronis akibat akumulasi zat kimia

Oleh sebab itu, imbauan untuk tidak mengonsumsi ikan Sungai Cisadane bukan sekadar tindakan sementara, melainkan langkah penyelamatan kesehatan publik.

Edukasi mengenai bahaya pencemaran air juga sejalan dengan kampanye kesehatan lingkungan yang selama ini digaungkan pemerintah melalui berbagai platform resmi, termasuk https://www.indonesia.go.id.

Polisi Tegaskan Penyelidikan Masih Berjalan

Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian menyatakan bahwa penyelidikan masih berlangsung untuk mengungkap sumber pencemaran Sungai Cisadane.

Kapolres menegaskan bahwa apabila ditemukan unsur pelanggaran hukum, maka aparat tidak akan ragu menindak tegas pihak-pihak yang bertanggung jawab sesuai peraturan perundang-undangan, termasuk Undang-Undang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.

Masyarakat Diminta Waspada dan Proaktif Melapor

Sebagai penutup, Polres Metro Tangerang Kota mengajak masyarakat untuk:

  • Tetap waspada terhadap perubahan lingkungan
  • Tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi
  • Segera melapor jika menemukan indikasi pencemaran lanjutan

Sinergi antara masyarakat dan aparat penegak hukum dinilai menjadi kunci utama dalam menjaga kelestarian Sungai Cisadane sebagai sumber kehidupan bersama.

SUPERSEMAR NEWS akan terus memantau perkembangan kasus pencemaran Sungai Cisadane dan menyajikan informasi terbaru yang akurat, tajam, dan bertanggung jawab bagi publik.***(SB)

SupersemarNewsTeam

Follow WhatsApp Channel supersemarnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

10 Kapolda Akpol Senior dari Kapolri Jenderal Suyudi, Ada Teman Seangkatan Listyo Sigit Prabowo
Kapolri ungkap 243 orang dan 13 korporasi jadi tersangka karhutla
Kemegahan Masjid Apung Ancol, Salat dengan View Laut
Pulang Latihan Malam, Jet Tempur Mirage 2000D Jatuh di Hutan Prancis
KRI Lambung Mangkurat Hantam Sasaran lewat Penembakan Meriam 20 MM di Natuna
Klasemen Asian Para Games 2026: Indonesia Rebut Posisi 8 Lagi
Kapolsek Tambora Gelar Subuh Keliling, Perkuat Sinergi Polri dan Masyarakat
Polda Metro Jaya Tanam 15 Pohon, Perkuat Program Green Policing
Berita ini 1 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 10:16 WIB

10 Kapolda Akpol Senior dari Kapolri Jenderal Suyudi, Ada Teman Seangkatan Listyo Sigit Prabowo

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 10:09 WIB

Kapolri ungkap 243 orang dan 13 korporasi jadi tersangka karhutla

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 09:58 WIB

Kemegahan Masjid Apung Ancol, Salat dengan View Laut

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 09:53 WIB

Pulang Latihan Malam, Jet Tempur Mirage 2000D Jatuh di Hutan Prancis

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 09:50 WIB

KRI Lambung Mangkurat Hantam Sasaran lewat Penembakan Meriam 20 MM di Natuna

Berita Terbaru

Berita utama

Kapolri ungkap 243 orang dan 13 korporasi jadi tersangka karhutla

Sabtu, 24 Okt 2026 - 10:09 WIB

Berita utama

Kemegahan Masjid Apung Ancol, Salat dengan View Laut

Sabtu, 24 Okt 2026 - 09:58 WIB