Komisi I DPR: Permintaa PBB Agar RI Keluar BoP Patut Dipertimbangkan

- Jurnalis

Jumat, 30 Oktober 2026 - 08:32 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

JAKARTA, Supersemar News — Wakil Ketua Komisi I DPR RI Dave Laksono mengatakan permintaan Pelapor Khusus Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) agar Indonesia keluar Board of Peace (BoP) patut dipertimbangkan.
Board of Peace Trump diketahui merupakan Dewan Perdamaian bentukan Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk JalurGaza, Palestina.

“Indonesia berkomitmen pada Piagam PBB, sehingga pandangan lembaga tersebut patut dipertimbangkan,” ujar Dave saat dikonfirmasi, Kamis (29/10).

Menurutnya, Pemerintah telah menegaskan bahwa keanggotaan Indonesia bertujuan memperjuangkan kemerdekaan Palestina dan melindungi kepentingan rakyatnya.

Namun, jika tujuan ini tidak lagi sejalan, maka Presiden akan menyatakan Indonesia siap keluar dari forum.

“Presiden juga menyatakan Indonesia siap keluar jika forum ini tidak lagi sejalan dengan tujuan tersebut atau bertentangan dengan kepentingan nasional,” kata Dave.

Mewakili Komisi I, Dave menyatakan sikap akan mendukung jika harus keluar forum sekaligus melakukan evaluasi berkelankutan untuk menilai manfaat nyata keanggotaan bagi Palestina dan perdamaian.

Baca Juga :  Turunkan Polusi Udara, BMKG dan BPBD DKI Jakarta Gelar OMC

Selain itu, menurutnya, Komisi I mencermati beberapa aspek penting untuk bergabung ke dalam forum, seperti konsistensi prinsip bebas aktif, kejelasan mandat forum, dan keselamatan personel Indonesia dalam misi perdamaian. Untuk mencermati aspek ini, Komisi I membahasnya bersama kementerian terkait.

“Aspek-aspek ini akan dibahas bersama Kementerian Luar Negeri dan Kementerian Pertahanan, termasuk manfaat keanggotaan bagi Palestina, kesesuaiannya dengan hukum internasional, serta langkah yang dapat diambil jika situasi berubah,” ucap Dave.

Termasuk, jika harus mengirimkan personel TNI ke Jalur Gaza harus berdasarkan undang-undang. Sebab, sebelumnya menurut keterangan Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Yvonne Mewengkang, Presiden Prabowo menyatakan akan mengirim 8.000 personel untuk bergabung dalam ISF yang berada di bawah naungan BoP.

“Pengiriman personel TNI harus tetap mengikuti ketentuan perundang-undangan, termasuk mekanisme konsultasi dengan DPR,” kata Dave.

Baca Juga :  Kontribusi Perkuat Pertahanan Maritim, KSAL Diganjar Tanda Kehormatan Militer Australia

Menurutnya, diplomasi Indonesia berpedoman pada kepentingan nasional. Oleh karena itu, Komisi I akan terus mencermati keterlibatan Indonesia dalam Board of Peace supaya tetap sejalan dengan kepentingan nasional yakni mendukung kemerdekaan Palestina.

Sebelumnya, Juru bicara Kementerian Luar Negeri RI, Yvonne Mewengkang, juga audah buka suara terhadap persoalan ini.

Menurutnya, Yvonne, keikutsertaan Indonesia dalam dewan bentukan Presiden Amerika Serikat Donald Trump itu adalah demi memastikan kepentingan dan aspirasi rakyat Palestina tetap menjadi prioritas dalam rencana rekonstruksi Jalur Gaza.

Namun, Yvonne menuturkan saat ini pemerintah Indonesia masih menangguhkan pembahasan mengenai BoP, termasuk rencana Indonesia mengirim pasukan TNI ke Jalur Gaza.

Ia menuturkan pembahasan BoP dan pengiriman pasukan ISF ini mempertimbangkan juga perkembangan situasi dan dinamika di Timur Tengah yang masih sangat dinamis.

Sumber : CNN Indonesia

Follow WhatsApp Channel supersemarnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pertamina Dorong Kolaborasi Negara ASEAN Perkuat Ketahanan Energi Regional di ASCOPE 2026
KAI minta Forkopimda bantu tertibkan bangunan jalur KA Sumbar
Bareskrim Polri Ungkap Dugaan Importasi Ilegal 1.257 Balpres Pakaian Bekas di Subang, Nilainya Capai Rp15 Miliar
Prabowo Beri Bonus Rp158,3 M ke Atlet Peraih Medali Asian Games
Profil Kolonel Arh Yogi Nugroho, Promosi Kapoksahli Pangkostrad
Hasil Pemilu Israel: Tak Ada Kubu yang Menang Suara Mayoritas
Polisi Selidiki Temuan Pembagian Teh Berbusa ke Massa Aksi 28 Oktober
BPS DKI Jakarta Catat 1,43 Juta Usaha dalam Sensus Ekonomi 2026, Lampaui Target Pendataan
Berita ini 3 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 08:58 WIB

Pertamina Dorong Kolaborasi Negara ASEAN Perkuat Ketahanan Energi Regional di ASCOPE 2026

Jumat, 30 Oktober 2026 - 08:46 WIB

KAI minta Forkopimda bantu tertibkan bangunan jalur KA Sumbar

Jumat, 30 Oktober 2026 - 08:45 WIB

Bareskrim Polri Ungkap Dugaan Importasi Ilegal 1.257 Balpres Pakaian Bekas di Subang, Nilainya Capai Rp15 Miliar

Jumat, 30 Oktober 2026 - 08:41 WIB

Prabowo Beri Bonus Rp158,3 M ke Atlet Peraih Medali Asian Games

Jumat, 30 Oktober 2026 - 08:37 WIB

Profil Kolonel Arh Yogi Nugroho, Promosi Kapoksahli Pangkostrad

Berita Terbaru

Berita utama

KAI minta Forkopimda bantu tertibkan bangunan jalur KA Sumbar

Jumat, 30 Okt 2026 - 08:46 WIB

Berita utama

Prabowo Beri Bonus Rp158,3 M ke Atlet Peraih Medali Asian Games

Jumat, 30 Okt 2026 - 08:41 WIB

Berita utama

Profil Kolonel Arh Yogi Nugroho, Promosi Kapoksahli Pangkostrad

Jumat, 30 Okt 2026 - 08:37 WIB