Balita Sukabumi Meninggal Penuh Cacing, Dinkes Dievaluasi

- Jurnalis

Kamis, 21 Agustus 2025 - 07:05 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

Gubernur Jawa Barat Dedy Mulyadi mengenakan ikat kepala Sunda saat menghadiri acara resmi, sekaligus menegaskan evaluasi terhadap kinerja Dinas Kesehatan terkait kasus balita Sukabumi yang meninggal penuh cacing.

SUPERSEMAR NEWS – Kasus tragis meninggalnya balita tiga tahun asal Kabupaten Sukabumi kembali menjadi sorotan publik. Bocah bernama Raya itu ditemukan meninggal dunia dengan kondisi tubuh dipenuhi cacing gelang.

Rumah Keluarga Raya Sunyi Sepeninggal Putrinya

Rumah panggung berukuran 4×2 meter di Kampung Padangenyang, Desa Cianaga, Kecamatan Kabandungan, kini tampak sepi. Tempat yang dulunya menjadi arena bermain Raya, kini ditinggalkan seiring orang tuanya, Udin dan Endah, dirawat di RS Jiwa Cimahi.

Baca Juga :  KPK Tunggu Balasan TNI Terkait Dugaan 2 Prajurit Aktif di Kasus BNPB

Kerabat keluarga sesekali datang untuk melihat kondisi rumah sederhana tersebut. Menurut warga, Raya sejak usia dua tahun sudah mengalami gangguan paru-paru dan sering mendapat penanganan medis di Puskesmas setempat.

Gubernur Jabar Minta Evaluasi Dinas Kesehatan

Gubernur Jawa Barat Dedy Mulyadi menyoroti lemahnya peran tenaga kesehatan desa. Ia menilai bidan dan puskesmas tidak optimal dalam mendeteksi kondisi kesehatan balita di wilayahnya.

“Saya minta Kepala Dinas Kesehatan Provinsi berkoordinasi dengan Kabupaten untuk mengevaluasi keberadaan Kepala Puskesmas dan bidan desa. Fungsi mereka jelas tidak berjalan,” tegas Dedy.

Ia menambahkan, setiap bulan balita wajib ditimbang di posyandu. Namun, kasus ini menunjukkan adanya pembiaran. Sebagai sanksi, Dedy juga menunda pencairan dana desa untuk wilayah Cianaga, Sukabumi.

Baca Juga :  Hentikan Kriminilisasi Tanpa Dasar, PT KHS Diduga Garap Tanpa Ganti Rugi Kepada Pemilik Sah, Mido Perjuangkan Hak Ulayat

Negara Diminta Tidak Kalah Cepat dari Yayasan

Dedy menekankan bahwa negara tidak boleh kalah cepat dari pihak swasta atau yayasan dalam menangani kesehatan warga. Ia menyebut ada sikap abai dari aparat terkait sehingga keluarga Raya harus menghadapi penderitaan panjang tanpa pengawasan kesehatan yang layak.

Kasus ini menjadi peringatan keras bagi pemerintah daerah agar lebih serius memperhatikan layanan kesehatan dasar, terutama bagi balita yang rentan terhadap penyakit seperti cacingan.

SupersemarNewsTeam
Reporter:
R/Rifay Marzuki

Follow WhatsApp Channel supersemarnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

BERHASIL TANGKAP PETINGGI KKB DAN REBUT KEMBALI SENJATA, PRAJURIT YONIF 9 MARINIR RAIH KPLB
KPK Tunggu Balasan TNI Terkait Dugaan 2 Prajurit Aktif di Kasus BNPB
Konser Andrea Bocelli di Borobudur Makin Dekat: MUI Tolak, Polda Jateng Sebut tak Ada Pembatalan
Letjen TNI Iwan Setiawan, dari Everest ke Kostrad
Gempa M 7,0 Guncang Tibet China
Enam Agama, Satu Kampus: Merawat Toleransi di IABN Sriwijaya Tangerang
KCIC mendukung mobilitas pelari Jakarta Running Festival melalui Whoosh
JK Terima Penghargaan Khusus dari NIU, Disebut Sebagai Sosok Penghubung Indonesia-Amerika Serikat
Berita ini 2 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 09:24 WIB

BERHASIL TANGKAP PETINGGI KKB DAN REBUT KEMBALI SENJATA, PRAJURIT YONIF 9 MARINIR RAIH KPLB

Jumat, 23 Oktober 2026 - 09:18 WIB

KPK Tunggu Balasan TNI Terkait Dugaan 2 Prajurit Aktif di Kasus BNPB

Jumat, 23 Oktober 2026 - 09:14 WIB

Konser Andrea Bocelli di Borobudur Makin Dekat: MUI Tolak, Polda Jateng Sebut tak Ada Pembatalan

Jumat, 23 Oktober 2026 - 09:10 WIB

Letjen TNI Iwan Setiawan, dari Everest ke Kostrad

Jumat, 23 Oktober 2026 - 09:06 WIB

Gempa M 7,0 Guncang Tibet China

Berita Terbaru

Berita utama

Letjen TNI Iwan Setiawan, dari Everest ke Kostrad

Jumat, 23 Okt 2026 - 09:10 WIB

Berita utama

Gempa M 7,0 Guncang Tibet China

Jumat, 23 Okt 2026 - 09:06 WIB