SEMARANG, Supersemar News – Polda Jawa Tengah (Jateng) meminta Bhabinkamtibmas turun ke masyarakat untuk menemukan anak dengan kelainan kaki bawaan lahir atau Congenital Talipes Equinovarus (CTEV).

Kapolda Jateng Irjen Pol Ribut Hari Wibowo mengatakan, instruksi tersebut ditujukan agar anak dengan CTEV bisa memperoleh penanganan sedini mungkin sehingga risiko kecacatan permanen dapat dicegah.

Ia meminta para Kapolres segera memberikan pembekalan kepada Bhabinkamtibmas agar mampu mengenali dan menemukan kasus CTEV di wilayah masing-masing.

“Seluruh Bhabinkamtibmas di wilayah Jawa Tengah menjadi ujung tombak dalam membantu menemukan anak-anak yang mengalami kelainan kaki bawaan lahir,” kata Ribut, dilansir dari Antara Jateng, Jumat (14/8/2026).

Bhabinkamtibmas Dibekali Penemuan Kasus
Menurut Ribut, jaringan Bhabinkamtibmas yang menjangkau masyarakat hingga tingkat RT, RW, dan dusun menjadi alasan Polri dilibatkan dalam penelusuran anak dengan CTEV.

Ia menilai, jangkauan tersebut dapat membantu menemukan anak yang membutuhkan penanganan lebih cepat.

Karena itu, Ribut meminta jajaran kepolisian tidak menunda pelaksanaan program setelah para Bhabinkamtibmas mendapatkan pembekalan.

Para personel nantinya turun langsung ke lingkungan masyarakat untuk membantu menemukan anak yang mengalami kelainan kaki sejak lahir.

Ribut juga mengajak masyarakat ikut melaporkan dan menemukan anak-anak yang membutuhkan penanganan akibat CTEV.

Polisi Berkolaborasi dengan Tenaga Kesehatan
Dalam pelaksanaannya, Polda Jateng akan bekerja sama dengan jajaran kesehatan di daerah.

Kolaborasi itu mencakup deteksi dini, pemberian edukasi, pendampingan, hingga membantu menghubungkan pasien dengan fasilitas layanan penanganan yang tersedia.

Ribut mengatakan pola penelusuran CTEV mengacu pada pengalaman Polda Jateng ketika menjalankan program pencarian penderita tuberkulosis.

Ia berharap pengalaman tersebut dapat membantu kepolisian memperluas penemuan kasus CTEV di berbagai wilayah Jateng.

Biddokkes Polda Jateng mencatat sekitar 1.800 anak mengalami CTEV di Jawa Tengah sepanjang 2025.

Congenital Talipes Equinovarus merupakan kelainan bawaan sejak lahir yang membuat posisi kaki anak berada dalam kondisi tidak normal.

Melalui pelibatan Bhabinkamtibmas, Polda Jateng menargetkan anak-anak dengan kelainan tersebut dapat ditemukan lebih awal dan segera terhubung dengan layanan penanganan.

Mengenal CTEV
Dilansir dari laman RS PKU Jogja, CTEV merupakan kelainan bawaan yang membuat posisi kaki bayi mengarah ke bawah dan ke dalam sejak lahir.

Kondisi ini diperkirakan terjadi pada sekitar satu dari setiap 1.000 bayi yang lahir.

Kaki pengkor tidak akan membaik dengan sendirinya, tetapi penanganan yang dilakukan sejak dini dapat memberikan hasil yang baik sehingga anak berpeluang tumbuh dan berjalan secara normal.

Hingga kini, penyebab pasti CTEV belum diketahui. Sejumlah faktor diduga berperan, termasuk faktor keturunan dan kondisi lingkungan selama kehamilan.

Riwayat keluarga dengan kaki pengkor dapat meningkatkan kemungkinan terjadinya kelainan serupa.

Sementara faktor selama kehamilan yang diduga berkaitan antara lain penggunaan obat-obatan terlarang, konsumsi alkohol, kebiasaan merokok, kekurangan cairan ketuban atau oligohidramnion, serta infeksi.

Sumber : Kompas.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *