SAMPIT, Supersemar News — Pencarian terhadap seorang bocah laki-laki yang dilaporkan tenggelam saat mandi di Sungai Mentaya, wilayah RT 03/RW 01, Desa Tumbang Sangai, Kecamatan Telaga Antang, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), berakhir duka.

‎​Korban diketahui berinisial DP, berusia 8 tahun, siswa kelas 2 SD.

‎​DP ditemukan dalam kondisi meninggal dunia sekitar pukul 13.00 WIB, Sabtu 15 Agustus 2026 setelah sebelumnya dilaporkan hilang tenggelam sekitar pukul 09.30 WIB.

‎​Kepala Desa Tumbang Sangai, Suharyanto, mengatakan pencarian dilakukan secara bersama-sama melibatkan pihak desa, TNI, Polri, serta masyarakat setempat.

‎​”Informasinya sudah ditemukan sekitar pukul satu siang ini, korban dievakuasi dibawa ke puskesmas untuk divisum,” ungkap Suharyanto saat dikonfirmasi melalui sambungan via telpon.

‎​Menurutnya, sebelum kejadian korban bersama sejumlah teman-temannya mandi di Sungai Mentaya. Saat itu, mereka mengira kondisi air sungai sudah surut sehingga aman untuk mandi.

‎​Namun, kondisi sungai ternyata masih cukup dalam. Korban kemudian diduga tenggelam hingga akhirnya hilang dari pandangan teman-temannya.

‎​”Korban bersama teman-temannya saat itu mandi di Sungai Mentaya yang dikira air sudah surut. Namun ternyata air masih dalam sehingga korban tenggelam dan hilang,” jelasnya.

‎​Setelah menerima informasi tersebut, pencarian langsung dilakukan. Tim gabungan bersama warga menyisir sekitar lokasi korban diduga tenggelam hingga akhirnya korban berhasil ditemukan sekitar pukul 13.00 WIB.

‎​Suharyanto mengimbau masyarakat, khususnya para orang tua, agar lebih meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak ketika bermain atau mandi di sungai.

‎​”Untuk masyarakat, terutama para orang tua, kami imbau agar selalu mengawasi anak-anak ketika bermain di sekitar sungai. Jangan membiarkan anak mandi sendiri, terlebih ketika kondisi kedalaman dan arus sungai belum diketahui secara pasti,” imbaunya.

‎​Ia juga mengingatkan warga agar tidak menganggap kondisi sungai aman hanya karena permukaan air terlihat surut. Perubahan kedalaman dan arus sungai dapat membahayakan, terutama bagi anak-anak.

‎​Suharyanto turut menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang terlibat dalam proses pencarian korban.

‎​”Kami mengucapkan terima kasih kepada pihak desa, TNI, Polri dan seluruh warga yang bersama-sama melakukan pencarian sejak korban dilaporkan tenggelam hingga akhirnya ditemukan,” pungkasnya.

‎​Korban selanjutnya dievakuasi ke puskesmas untuk dilakukan pemeriksaan dan proses medis sebelum diserahkan kepada pihak keluarga.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *