Gelombang panas bisa picu kekambuhan asma

- Jurnalis

Minggu, 11 Mei 2025 - 01:24 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

Jakarta – Musim panas sering disertai peningkatan gelombang panas yang memperburuk kualitas udara bisa berdampak serius pada kelompok rentan dengan masalah pernapasan seperti penderita asma.

Melansir laman Hindustan Times, pada Minggu (11/5), konsultan dokter paru, Rumah Sakit P.D. Hinduja di Khar, Dr Kinjal D Modi mengatakan asma dapat memburuk selama gelombang panas.

“Secara logika, panas dapat melemaskan otot dan melebarkan saluran pernapasan, sehingga penderita asma dapat bernapas lebih mudah. ​​Namun, selama gelombang panas, perubahan iklim dan suhu berperan sebagai pemicu yang dapat memperburuk asma,” katanya.

Ia menyampaikan bagaimana gelombang panas memengaruhi asma, salah satunya polusi udara, yang disebabkan oleh pembangunan jalan, gedung, dan pekerjaan perbaikan.

Alasan lainnya seperti variasi suhu diurnal, di mana siang hari panas (di atas 35°F) dan malam hari lebih dingin. Selain itu, orang-orang bepergian ke daerah pegunungan selama liburan untuk menghindari panas yang lagi-lagi menciptakan perbedaan suhu.

Baca Juga :  150 Polisi Perempuan Lulus dari Women's Police Institute Suriah

“Bahkan melangkah keluar dari rumah yang lebih dingin ke tempat yang panas menciptakan perubahan suhu yang nyata. Demikian pula, berpindah dari ruangan ber-AC ke ruangan tanpa AC menyebabkan tubuh mengalami fluktuasi suhu,” ujarnya.

Gelombang panas, menurut dr Kinjal juga menyebabkan dehidrasi pada tubuh, yang mengakibatkan pengeringan sekresi di dalam saluran napas, menyebabkan penyempitan dan menyulitkan pernapasan bagi penderita asma.

Baca juga: Waspadai tanda-tanda asma pada anak

Faktor lainnya seperti kelembaban yang tinggi selama musim panas, di mana mendukung pertumbuhan jamur dan bakteri, yang dapat menginfeksi atau mengiritasi paru-paru, sehingga memperburuk asma.

Selain itu, gastritis dan makan makanan dingin di musim panas juga dapat menjadi pemicu asma.

“Infeksi saluran pernapasan atas akibat perubahan iklim dapat memicu serangan asma,” katanya.

Ia juga menyampaikan tanda-tanda serangan asma yang perlu diwaspadai, seperti meningkatnya sesak napas, batuk dengan atau tanpa dahak, dada terasa sesak, berat, atau nyeri, suara napas berbunyi dari dada, terbangun di malam hari karena gejala-gejala tersebut.

Baca Juga :  SINERGI KOLABORATIF, JAKARTA KONDUSIF

Baca juga: Cara pemberian obat asma terbaik dengan dihirup

Penurunan nilai PEFR (Peak Expiratory Flow Rate), di mana suatu pengukuran seberapa cepat dan kuat seseorang dapat menghembuskan napas.

Lebih lanjut, ia juga menyampaikan sejumlah kiat yang bisa dilakukan penderita asma seperti dikontrol dengan baik dengan pengobatan yang ‘optimal’.

Kemudian, vaksinasi dengan vaksin influenza dan pneumokokus, membangun kekebalan tubuh dengan cukup protein dan makanan kaya antioksidan membantu melawan infeksi dan iritasi, dan menjaga tubuh tetap terhidrasi dengan cairan yang cukup.

“Menghindari perubahan suhu yang sering dan paparan polusi dapat membantu mengendalikan asma. Namun, jika asma memburuk seperti yang dijelaskan di atas, silakan hubungi dokter spesialis paru atau dokter yang menangani asma,” jelasnya.

(Antara -SupersemarNewsTeam)

Follow WhatsApp Channel supersemarnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

POLSEK TAMBORA RESPONS CEPAT ADUAN WARGA, CEGAH KERIBUTAN KELUARGA DI PEKOJAN
BERHASIL TANGKAP PETINGGI KKB DAN REBUT KEMBALI SENJATA, PRAJURIT YONIF 9 MARINIR RAIH KPLB
KPK Tunggu Balasan TNI Terkait Dugaan 2 Prajurit Aktif di Kasus BNPB
Konser Andrea Bocelli di Borobudur Makin Dekat: MUI Tolak, Polda Jateng Sebut tak Ada Pembatalan
Letjen TNI Iwan Setiawan, dari Everest ke Kostrad
Gempa M 7,0 Guncang Tibet China
Enam Agama, Satu Kampus: Merawat Toleransi di IABN Sriwijaya Tangerang
KCIC mendukung mobilitas pelari Jakarta Running Festival melalui Whoosh
Berita ini 0 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 10:05 WIB

POLSEK TAMBORA RESPONS CEPAT ADUAN WARGA, CEGAH KERIBUTAN KELUARGA DI PEKOJAN

Jumat, 23 Oktober 2026 - 09:24 WIB

BERHASIL TANGKAP PETINGGI KKB DAN REBUT KEMBALI SENJATA, PRAJURIT YONIF 9 MARINIR RAIH KPLB

Jumat, 23 Oktober 2026 - 09:18 WIB

KPK Tunggu Balasan TNI Terkait Dugaan 2 Prajurit Aktif di Kasus BNPB

Jumat, 23 Oktober 2026 - 09:14 WIB

Konser Andrea Bocelli di Borobudur Makin Dekat: MUI Tolak, Polda Jateng Sebut tak Ada Pembatalan

Jumat, 23 Oktober 2026 - 09:10 WIB

Letjen TNI Iwan Setiawan, dari Everest ke Kostrad

Berita Terbaru

Berita utama

Letjen TNI Iwan Setiawan, dari Everest ke Kostrad

Jumat, 23 Okt 2026 - 09:10 WIB