Suasana lingkungan belajar di YPI Alhidayah Pondok Melati yang terus berbenah di era kepemimpinan Halimah Munawir, dengan peningkatan fasilitas sekolah seperti ruang kelas ber-AC demi kenyamanan guru dan siswa dalam proses pembelajaran.

SUPERSEMAR NEWS – Dalam pengembangan di dunia pendidikan, Halimah Munawir penggiat budaya dan sastrawati yang baru baru ini melawat ke Mesir dengan Buku Keagungan Kota Suci, terus berupaya meningkatkan kualitas pendidikan di lingkungan YPI Alhidayah Pondok Melati baik di bidang SDM maupun pelayanan terhadap siswa siswinya.

Untuk itu di era kepemimpinannya, Halimah Munawir telah membangun sarana prasarana pembelajaran, untuk kenyamanan tenaga pendidik dan siswa itu sendiri.

Demikian wawancara eksklusif Supersemar News dengan ketua YPI Alhidayah Pondok Melati,
Untuk kenyamanan para siswa siswi, diadakan berbagai pembaruan fasilitas sekolah seperti ruang kelas ber-AC, penyediaan mushola, laboratorium komputer, pengadaan kantin sehat, hingga penguatan budaya literasi melalui pojok baca.

Menurutnya, untuk tidak tertinggal dengan lembaga lembaga pendidikan Islam lainnya kita harus mampu menunjukkan bahwa YPI AlHidayah Pondok Melati juga dapat menjadi pilihan orang tua untuk menyekolahkan anaknya.

Kedua membangun sarana prasarana untuk kenyamanan siswa dalam menjalani proses pembelajaran sehari-hari. Salah satu langkah yang dilakukan adalah melengkapi seluruh ruang kelas dengan pendingin ruangan atau AC. Di bangun kantin untuk keamanan dan kesehatan siswa dengan tidak jajan sembarangan.

Sementara itu salah satu staf YPI AlHidayah , Eva Damayanti yang sempat di wawancarai Supersemar News, awalnya merasa dag dig dug dengan berbagai terobosan yang di lakukan ketua yayasan Halimah Munawir.

Karena dalam terobosan tersebut tidak dapat di pungkiri, membutuhkan dana sementara dana SPP sebelumnya saja tidak cukup untuk mensejahterakan tenaga pendidik dan memberi kenyamanan siswa. Karena SPP sebelumnya hanya Rp. 50.000 duafa Rp.35.000 dan Yatim Gratis.

“Namun ide cemerlang di lakukan bu ketua yakni di awal tahun ajaran baru, menaikan uang SPP menjadi Rp. 100.000 bagi siswa baru dengan ruangan ber-AC. Sementara kelas 2 sampai dengan kelas 6 uang SPP tidak dinaikan. Alhamdulillah yang mendaftar melebihi target. Setelah ruang kelas 1 ber-AC siswa lainnya protes dan minta juga ruangan mereka ber-AC dan bersedia membayar iuran yang sama dengan kelas 1. Kualitas sekolah terus di tingkatkan dan di adakan pula ekskul yang di sekolah swasta lingkungan Jatiwarna tak ada yakni ekskul Marching band dan Futsal. meningkat,” ungkap Eva Damayanti.

Kegiatan pembinaan dan edukasi keagamaan siswa di lingkungan YPI Alhidayah Pondok Melati, bagian dari upaya peningkatan kualitas pendidikan yang terus dikembangkan di era kepemimpinan Halimah Munawir.

Halimah Munawir juga mengakui bahwa berbagai pengembangan fasilitas yang dilakukan membutuhkan dukungan finansial yang cukup besar. Tak cukup mengandalkan dari dana SPP siswa. Alhamdulillah ada bantuan dana BOS dan BosDa Kota Bekasi juga khususnya untuk Mushola, itu atas dana gotong royong dari infak sodakoh guru siswa melalui “kencrengan” hingga para donatur yang peduli termasuk ketua Yayasan Halimah Munawir dan anak anaknya.

“Ya, semoga kerja sama yang baik tetap terjalin antara Yayasan – Tenaga Pendidik dan para orang tua siswa khususnya Komite dan Korlas secara bersama membangun dan menjaga marwah YPI Al-Hidayah Pondok Melati. Untuk tahun ajaran 2026, kita menyesuaikan anggaran operasional yang terus membengkak, dan untuk memberikan sarana lebih nyaman lagi ke para siswa, maka dengan berat hati untuk siswa baru kelas 1 ada kenaikan SPP namun masih jauh di bawah sekolah swasta sekitar Jatiwarna, yakni akan dikenakan SPP sebesar Rp150.000 namun kelas 2 sampai dengan kelas 6, SPP tetap Rp. 100.000. ” pungkas Halimah Munawir.

SupersemarNewsTeam
Reporter : R/Rifay Marzuki