Identifikasi kelemahan hati dapat meningkatkan kesejahteraan pasien

- Jurnalis

Kamis, 1 Mei 2025 - 21:35 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

Jakarta – Mengenali tanda-tanda awal dan faktor risiko kelemahan hati dapat membantu meningkatkan hasil melalui intervensi tepat waktu dan meningkatkan kesejahteraan pasien.

Ditulis laman Hindustan Times, Rabu (30/4), Dr. Ameet Mandot, Direktur – Departemen Hepatologi dan Kedokteran Transplantasi Hati di Rumah Sakit Gleneagles di Parel, Mumbai, menjelaskan penyakit hati sering dikaitkan dengan penyakit kuning, pembengkakan, atau kelelahan, tetapi ada komplikasi tersembunyi lain yang sering tidak diperhatikan yaitu kelemahan hati.

Kelemahan dan kerapuhan hati akan semakin parah terjadi pada pasien dengan penyakit hati kronis seperti sirosis.

Baca juga: Ilmuwan China temukan senyawa alami hambat pertumbuhan kanker hati

“Sangat penting untuk mengidentifikasi dan mengelola kerapuhan hati guna memberdayakan pasien untuk melawan penyakit hati, mempertahankan massa otot, menahan perawatan rumit seperti pembedahan dan transplantasi, mencegah cedera dan patah tulang, serta meningkatkan kesejahteraan pasien secara keseluruhan,” katanya.

Baca Juga :  Maia Estianty Sebut Royalti Musik Era Kaset dan CD Lebih Menguntungkan Musisi

Ia mengatakan kelemahan hati adalah kemunduran fisik yang terlihat pada pasien dengan penyakit hati stadium lanjut. Kondisi ini ditandai dengan kelemahan otot, daya tahan tubuh yang menurun, dan penurunan kinerja fisik secara keseluruhan.

Ameet menunjukkan gejalanya meliputi penurunan berat badan yang tidak dapat dijelaskan, penyusutan atau kelemahan otot, kecepatan berjalan lambat, kesulitan berdiri atau bangkit dari kursi, kelelahan, energi rendah dan keseimbangan yang buruk.

“Saat hati semakin rusak, kemampuan tubuh untuk menyerap nutrisi dan mempertahankan massa otot menurun. Peradangan kronis, nafsu makan yang buruk, perubahan hormon, dan berkurangnya aktivitas fisik semuanya berkontribusi terhadap kondisi ini,” katanya.

Faktor risiko melemahnya organ hati biasanya pada pasien sirosis yang sudah berlangsung lama, infeksi Hepatitis B atau C, penyakit hati akibat alkohol, usia, gaya hidup tidak banyak bergerak, peradangan dan stres.

Baca Juga :  Gerindra Evaluasi Kabinet Merah Putih: 42 Menteri dan Wamen Dinilai Tak Kerja Sesuai KPI

Untuk mendiagnosanya, Ameet menjelaskan dokter akan melakukan pemeriksaan terkait kekuatan, kecepatan berjalan, dan tes berdiri di kursi.

Ia juga dapat menilai Indeks Kerapuhan Hati (LFI) untuk melihat tingkat keparahannya. Penilaian nutrisi dan pengukuran massa otot juga dapat menjadi bagian dari evaluasi terkait kesesuaian dengan diagnosis.

Perawatan yang didapat pasien dalam pemulihan kelemahan hati biasanya pasien akan direkomendasikan diet tinggi protein dan suplemen untuk membangun kembali otot dan meningkatkan kualitas hidup.

Terapi fisik dan olahraga juga diberikan untuk meningkatkan kekuatan dan daya tahan diperlukan bagi mereka yang berjuang melawan kondisi ini.

Mengelola komplikasi dan pemantauan rutin untuk melacak kemajuan dan mencegah rawat inap pada pasien.

Dengan diagnosis tepat waktu dan pendekatan multidisiplin, pasien dengan kelemahan hati dapat meningkatkan kekuatan, kualitas hidup, dan kesehatan hati secara keseluruhan.

(Antara -SupersemarNewsTeam)

Follow WhatsApp Channel supersemarnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

POLSEK TAMBORA RESPONS CEPAT ADUAN WARGA, CEGAH KERIBUTAN KELUARGA DI PEKOJAN
BERHASIL TANGKAP PETINGGI KKB DAN REBUT KEMBALI SENJATA, PRAJURIT YONIF 9 MARINIR RAIH KPLB
KPK Tunggu Balasan TNI Terkait Dugaan 2 Prajurit Aktif di Kasus BNPB
Konser Andrea Bocelli di Borobudur Makin Dekat: MUI Tolak, Polda Jateng Sebut tak Ada Pembatalan
Letjen TNI Iwan Setiawan, dari Everest ke Kostrad
Gempa M 7,0 Guncang Tibet China
Enam Agama, Satu Kampus: Merawat Toleransi di IABN Sriwijaya Tangerang
KCIC mendukung mobilitas pelari Jakarta Running Festival melalui Whoosh
Berita ini 0 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 10:05 WIB

POLSEK TAMBORA RESPONS CEPAT ADUAN WARGA, CEGAH KERIBUTAN KELUARGA DI PEKOJAN

Jumat, 23 Oktober 2026 - 09:24 WIB

BERHASIL TANGKAP PETINGGI KKB DAN REBUT KEMBALI SENJATA, PRAJURIT YONIF 9 MARINIR RAIH KPLB

Jumat, 23 Oktober 2026 - 09:18 WIB

KPK Tunggu Balasan TNI Terkait Dugaan 2 Prajurit Aktif di Kasus BNPB

Jumat, 23 Oktober 2026 - 09:14 WIB

Konser Andrea Bocelli di Borobudur Makin Dekat: MUI Tolak, Polda Jateng Sebut tak Ada Pembatalan

Jumat, 23 Oktober 2026 - 09:10 WIB

Letjen TNI Iwan Setiawan, dari Everest ke Kostrad

Berita Terbaru

Berita utama

Letjen TNI Iwan Setiawan, dari Everest ke Kostrad

Jumat, 23 Okt 2026 - 09:10 WIB