
KORSEL,Supersemar news– Tragedi memilukan terjadi di Bandara Internasional Muan pada Minggu (29/12/2024)
ketika pesawat Jeju Air yang membawa 175 penumpang dan 6 kru dari Bangkok, Thailand, mengalami kecelakaan maut.
Sebanyak 179 orang dinyatakan tewas, sementara dua awak kabin yang duduk di bagian ekor pesawat berhasil selamat.

CEO Jeju Air, Kim E-bae, langsung menggelar konferensi pers untuk menyampaikan permintaan maaf dan belasungkawa kepada para korban dan keluarga mereka. Dalam pernyataannya, Kim menjelaskan bahwa pesawat tidak menunjukkan tanda-tanda kerusakan sebelum lepas landas.
“Saya ingin menyampaikan permintaan maaf dan belasungkawa yang tulus kepada mereka yang kehilangan nyawa dalam kecelakaan ini,” ujar Kim. “Kepada para keluarga, saat ini sulit menduga penyebab kecelakaan ini, dan kita harus menunggu hasil penyelidikan resmi dari pihak berwenang,” tambahnya.
Suasana duka mendalam terasa di Bandara Muan, di mana keluarga korban menangis haru saat pihak otoritas mengumumkan daftar nama-nama korban tewas.
Hingga kini, penyelidikan sedang berlangsung dengan fokus pada kemungkinan tabrakan dengan burung atau cuaca buruk sebagai penyebab kecelakaan.
Namun, pakar aviasi mencurigai adanya kerusakan pada roda pesawat, karena diduga roda pendaratan tidak muncul saat pesawat hendak mendarat.
Kedua kotak hitam telah ditemukan dan diharapkan dapat memberikan petunjuk penting terkait insiden tragis ini.
Kecelakaan ini menambah daftar kecelakaan transportasi udara Di tahun 2024 tersebut.
Sementara itu, dunia internasional turut menyampaikan duka cita atas tragedi yang menelan banyak korban jiwa ini.
(Red)
