
JAKARTA, Supersemar News – Samira Farahnaz atau Dokter Detektif (Doktif) memberikan penjelasan usai dibilang minta Rp 200 miliar dari Richard Lee. Uang itu disebut sebagai tanda damai.
Doktif berdalih, penyebutan angka tersebut bukan merupakan permintaan uang damai untuk keuntungan pribadinya, melainkan hasil perhitungan kerugian masyarakat yang harus dikembalikan oleh pihak Richard Lee.
“Nah, saya bilang saya gak mungkin damai. Kerugian masyarakat kan, itu kan berapa? Kalau kita hitung penjualannya berapa? Nah kalau yang saya denger itu saya itung-itung, itu sekitar Rp 250 miliar,” kata Doktif di Pengadilan Negeri Tangerang, kemarin.
“Nah kalau memang misalnya mau damai, ya kembalikan aja itu hak masyarakat. Maksud saya seperti itu. Kenapa jadi putar, jadi kayak begitu seolah-olah saya minta Rp 250 miliar?” jelas Doktif.
Sebelumnya, Richard Lee, dengan tegas mengaku punya bukti jika memang Doktif meminta uang damai tersebut.
“Ada fotonya! Hati-hati lo Anda disumpah lo pada waktu itu,” tegas Richard Lee.
Dalam persidangan kemarin, Richard Lee mencecar Doktif terkait sebuah pertemuan yang terjadi di awal 2026. Menurutnya, pertemuan tersebut melibatkan rekannya yang bernama Ivan dan dilakukan dengan pengamanan ketat di mana pihak yang hadir dilarang membawa alat komunikasi. Dokter kecantikan itu menduga, ada upaya pemerasan di balik laporan yang dilayangkan oleh Doktif selama ini.
“16 Januari, Saksi Samira mengajak bertemu teman saya bernama Ivan di salah satu rumah. Di sana Ivan tidak boleh pegang handphone, tidak boleh pegang apa-apa, masuk, dan saudari Samira meminta sebesar Rp 200 miliar. Pertanyaan saya, bener gak Anda minta dengan teman saya bernama Ivan untuk kasus saya dibubarkan Rp 200 miliar? Benar atau nggak?” cecar Richard Lee.
Mendengar pertanyaan tersebut, Doktif sempat terlihat kaget namun langsung memberikan bantahan. Ia tak menampik adanya pertemuan tersebut, namun ia memberikan pembelaan inisiatif pertemuan bukan berasal dari pihaknya.
“Itu bohong Yang Mulia, saya tidak pernah mengajak Ivan bertemu. Saya tidak pernah mengajak langsung Ivan bertemu, tidak pernah,” jawab Doktif.
Sumber : detikHot
