Launching buku “Di Bawah Langit Para Nabi” karya Halimah Munawir dalam acara Bincang Sastra dan Silaturahmi Sastra di Duren Sawit, Jakarta Timur, 30 Maret 2026. Foto dokumentasi Supersemar News

SUPERSEMAR NEWS — Duren Sawit, Jakarta Timur
Suasana hangat, penuh kekeluargaan, sekaligus sarat makna sastra terasa begitu kuat dalam kegiatan Silaturahmi Sastra dan Halal Bihalal yang digelar pada Senin, 30 Maret 2026 di kawasan Duren Sawit, Jakarta Timur. Acara ini menjadi momentum penting bagi para pegiat literasi, sastrawan, dan komunitas budaya untuk berkumpul, berbagi gagasan, serta mempererat jejaring kebudayaan.

Kegiatan ini semakin istimewa dengan digelarnya soft launching buku terbaru karya Halimah Munawir berjudul “Di Bawah Langit Para Nabi”, sebuah karya yang disebut-sebut sebagai refleksi spiritual sekaligus eksplorasi naratif yang mendalam tentang kehidupan, cinta, dan nilai-nilai kenabian dalam perspektif sastra modern.

SILATURAHMI SASTRA: RUANG TEMU IDE DAN JIWA

Dalam sambutannya, Halimah Munawir menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya acara ini. Ia menekankan bahwa pertemuan tersebut bukan sekadar agenda seremonial, melainkan ruang bertemunya ide, pengalaman, dan perjalanan batin para sastrawan.

“Alhamdulillah, hari ini kita bisa berjumpa kembali. Ada wajah lama, ada juga wajah baru. Ini menjadi energi baru bagi kita semua dalam menjaga dan mengembangkan sastra Indonesia,” ujar Halimah.

Kehadiran para tokoh sastra, senior, hingga generasi muda menjadi bukti bahwa ekosistem literasi masih terus hidup dan berkembang. Dalam suasana santai namun penuh makna, para peserta saling bertukar pandangan, berbagi pengalaman, serta memberikan masukan terhadap karya-karya yang sedang maupun akan lahir.

Halimah juga menyinggung pentingnya keberadaan para senior sebagai “suhu” dalam dunia sastra. Menurutnya, pengalaman dan kebijaksanaan mereka menjadi fondasi penting dalam membangun kualitas karya generasi berikutnya.

SOFT LAUNCHING “DI BAWAH LANGIT PARA NABI”

Puncak acara ditandai dengan soft launching buku “Di Bawah Langit Para Nabi”. Buku ini merupakan karya terbaru Halimah Munawir yang lahir dari proses panjang refleksi, diskusi, dan interaksi dengan berbagai tokoh sastra.

Dalam penjelasannya, Halimah mengungkapkan bahwa buku tersebut bukan sekadar karya fiksi biasa. Ia menyebutnya sebagai “mesin love story” yang diperkaya dengan nilai-nilai spiritual dan kemanusiaan.

Ia juga menegaskan bahwa proses penulisan buku ini dilakukan secara organik, tanpa banyak meminta testimoni dari luar. Halimah memilih untuk menyerap langsung energi dan pemikiran dari lingkungan terdekatnya.

Buku ini diharapkan mampu memberikan perspektif baru dalam sastra Indonesia, khususnya dalam mengangkat tema spiritualitas yang dikemas secara naratif dan emosional.

HALAL BIHALAL: MEMPERKUAT IKATAN PERSAUDARAAN

Selain sebagai ajang literasi, kegiatan ini juga menjadi momentum halal bihalal yang penuh kehangatan. Para peserta yang datang dari berbagai daerah seperti Garut, Bandung, hingga Jakarta, menunjukkan kuatnya ikatan persahabatan dalam komunitas sastra.

Halimah menekankan bahwa persahabatan dalam dunia sastra tidak dibatasi oleh jarak maupun status.

“Persahabatan itu tidak dimanjakan oleh jarak. Justru dari kejauhan itu kita belajar menghargai satu sama lain,” ungkapnya.

Kehadiran para sahabat lama dan baru menjadi simbol bahwa dunia sastra tidak hanya tentang karya, tetapi juga tentang hubungan manusia yang tulus dan berkelanjutan.

PERAN OBOR SASTRA INDONESIA

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Obor Sastra Jabodetabek, Rini Intama, menjelaskan bahwa acara ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan komunitas yang bertujuan memperkuat ekosistem sastra nasional.

Ia menyebutkan bahwa acara ini mencakup tiga agenda utama:

  1. Halal bihalal
  2. Silaturahmi sastra
  3. Soft launching buku Halimah Munawir

Menurut Rini, persiapan acara ini dilakukan dalam waktu relatif singkat, yakni sekitar dua minggu. Meski demikian, hasilnya tetap maksimal berkat kerja sama dan semangat kolektif para anggota komunitas.

“Ke depan, kami akan mengadakan launching buku lainnya serta lomba-lomba penulisan untuk mendorong lahirnya penulis-penulis baru,” jelas Rini.

Ia juga menyampaikan harapannya agar kegiatan seperti ini dapat terus berlanjut dan memberikan dampak nyata bagi perkembangan sastra Indonesia.

“Semoga silaturahmi ini bisa memajukan sastra Indonesia ke depannya,” tambahnya.

SASARAN DAN HARAPAN KE DEPAN

Kegiatan ini tidak hanya berorientasi pada perayaan, tetapi juga memiliki visi jangka panjang. Salah satunya adalah membangun ekosistem sastra yang inklusif, kolaboratif, dan berkelanjutan.

Dengan adanya kegiatan seperti ini, diharapkan:

  • Muncul lebih banyak penulis baru
  • Terbangun jejaring antar komunitas sastra
  • Terjadi pertukaran ide yang konstruktif
  • Sastra Indonesia semakin dikenal luas

Buku “Di Bawah Langit Para Nabi” menjadi salah satu langkah konkret dalam mewujudkan visi tersebut. Karya ini diharapkan tidak hanya menjadi bacaan, tetapi juga inspirasi bagi banyak orang.

MOMEN KEBERSAMAAN DAN REFLEKSI

Foto bersama para sastrawan dan awak media dalam acara Silaturahmi Sastra, Halal Bihalal, dan launching buku Halimah Munawir di Duren Sawit, Jakarta Timur, 30 Maret 2026.

Acara ditutup dengan suasana penuh kehangatan melalui sesi foto bersama seluruh tamu undangan dan awak media. Halimah Munawir, selaku tuan rumah dan Ketua Umum Yayasan Obor Sastra Indonesia, menyampaikan ucapan penutup yang penuh makna.

“Selamat Hari Raya Idul Fitri, Minal Aidin Walfaizin, mohon maaf lahir dan batin,” ucapnya.

Ia juga mengajak seluruh peserta untuk kembali bertemu dalam kegiatan serupa di tahun mendatang.

“Jangan lupa, tahun depan kita bertemu lagi di silaturahmi dan halal bihalal berikutnya,” tambahnya.

PENEGASAN REDAKSI

Kegiatan ini menegaskan bahwa sastra bukan hanya tentang tulisan, tetapi juga tentang pertemuan jiwa, pertukaran gagasan, dan penguatan nilai-nilai kemanusiaan. Launching buku “Di Bawah Langit Para Nabi” menjadi simbol bahwa karya sastra masih memiliki tempat penting dalam kehidupan masyarakat modern.

Dengan semangat kebersamaan dan kolaborasi, masa depan sastra Indonesia diyakini akan semakin cerah dan berdaya saing.***(SB)

SupersemarNewsTeam