Petugas bersenjata dan tim medis terlihat bersiaga di depan gerbang SMA Negeri 72 Jakarta, Kelapa Gading, pasca ledakan yang mengguncang area sekolah saat Salat Jumat berlangsung. Sejumlah ambulans dan aparat keamanan masih melakukan evakuasi serta pengamanan lokasi kejadian.

SUPERSEMAR NEWS – JAKARTA UTARALedakan Dahsyat di Tengah Salat Jumat

Suasana tenang di SMA Negeri 72 Jakarta, Kelapa Gading, mendadak berubah mencekam. Sekitar pukul 12.15 WIB, ledakan keras mengguncang musholla sekolah saat khotbah Salat Jumat sedang berlangsung.
Menurut laporan resmi Korps Marinir TNI AL, sumber ledakan berasal dari area belakang aula sekolah yang masih diselidiki aparat. Suara ledakan tersebut sontak memicu kepanikan di antara siswa dan guru yang sedang beribadah.

Petugas dan siswa tampak panik saat proses evakuasi korban di depan SMAN 72 Jakarta. Sejumlah siswa berseragam putih cokelat dilarikan menggunakan mobil pribadi menuju fasilitas kesehatan terdekat. Sementara di ruang perawatan darurat, beberapa korban luka mendapat pertolongan cepat dari tenaga medis dan relawan TNI AL.

Korban dan Penanganan Darurat

Berdasarkan laporan Danyonmarhanlan III, sedikitnya 54 siswa mengalami luka-luka akibat peristiwa ini. Mereka segera dievakuasi menuju Balai Kesehatan TNI AL Kelapa Gading, kemudian dirujuk ke RS Islam Cempaka Putih, RS Yarsi, dan Puskesmas Kelapa Gading untuk perawatan lebih lanjut.
Kepala Dinas Penerangan Angkatan Laut, Laksamana Pertama Tunggul, menyampaikan keprihatinannya atas insiden tersebut. “Kami turut berduka dan memastikan TNI AL memberikan pertolongan pertama serta mendukung penuh proses evakuasi,” tegasnya dalam keterangan resmi, Jumat (7/11/2025).

Barang bukti berupa senjata airsoft gun laras panjang, revolver, dan sabuk taktis ditemukan di area belakang SMA Negeri 72 Jakarta pasca ledakan di Kelapa Gading. Temuan ini menjadi bagian penting dalam penyelidikan sumber ledakan oleh aparat TNI AL dan Polri.

Keterangan Awal dan Analisa Intelijen

Guru Matematika, Budi Laksono, menjadi saksi utama yang pertama kali mendengar suara ledakan. Ia mengungkapkan bahwa ledakan pertama terjadi di area musholla, diikuti ledakan kedua di pintu belakang sekolah.
Menurut laporan intelijen Yonmarhanlan III, ditemukan sejumlah barang bukti penting di lokasi, termasuk bom rakitan, remote kontrol, senjata airsoft gun laras panjang, dan revolver.
Namun, hingga kini belum dapat dipastikan apakah ledakan berasal dari bom rakitan aktif atau kecelakaan bahan kimia/listrik di lingkungan sekolah. Unit Jihandak Polri telah diterjunkan untuk mensterilkan area dan mengidentifikasi sumber ledakan.

Tim investigasi menemukan sejumlah potongan benda diduga berasal dari bahan peledak rakitan di area belakang sekolah, tepatnya di sekitar Komplek TNI AL, Jalan Ganesha, Kelapa Gading. Di lokasi yang sama, aparat mengevakuasi beberapa korban yang tergeletak di dekat ruang kelas dan area parkir. Barang bukti telah diamankan untuk analisis forensik lebih lanjut oleh Jihandak Polri.

Situasi Terkini dan Langkah Aparat

Menurut Kapolda Metro Jaya, Irjen Asep Edi Suheri, situasi saat ini sudah kondusif meski warga sekitar masih diliputi ketakutan. Ia memastikan, Polres Jakarta Utara bersama TNI AL dan Kodim setempat terus melakukan penyelidikan teknis untuk memastikan sumber ledakan.
Selain itu, aktivitas belajar-mengajar di SMAN 72 Jakarta untuk sementara dihentikan hingga proses olah TKP selesai dan area dinyatakan aman.

Koordinasi Antarlembaga

Dalam laporan intelijen yang diterima Dankodaeral III, pihak Yonmarhanlan III telah:

  1. Mengamankan TKP dan mengumpulkan keterangan dari saksi di lokasi.
  2. Melaporkan temuan awal ke komando atas.
  3. Berkoordinasi dengan Polres Jakarta Utara dan aparat kewilayahan.
  4. Memantau kondisi sosial masyarakat di sekitar sekolah.

Langkah ini diambil untuk mengantisipasi potensi ancaman lanjutan dan menjaga stabilitas keamanan di kawasan Kelapa Gading yang merupakan kompleks perumahan TNI AL.

Penegasan dan Seruan Kewaspadaan

Peristiwa ini menjadi peringatan keras bagi seluruh instansi pendidikan agar meningkatkan sistem keamanan dan pemantauan lingkungan. Pihak kepolisian mengimbau masyarakat agar tidak menyebarkan informasi hoaks terkait ledakan ini sebelum hasil investigasi resmi diumumkan.

Dengan demikian, koordinasi antara TNI AL, Polri, dan Pemprov DKI Jakarta diharapkan mampu memulihkan keamanan serta kepercayaan publik terhadap lingkungan pendidikan di ibu kota.

Supersemar news team
Reporter:
R/Rifay Marzuki