Kepedulian Maxim Palangka Raya terhadap masyarakat melalui pembagian masker gratis di tengah kabut asap Kalimantan Tengah.

SUPERSEMAR NEWS – PALANGKA RAYA — Kabut asap kembali menjadi persoalan yang tidak bisa dipandang sebelah mata ketika kualitas udara menurun akibat kebakaran hutan dan lahan. Di tengah situasi tersebut, kepedulian terhadap masyarakat tidak cukup hanya disampaikan melalui imbauan. Langkah nyata yang langsung menyentuh kebutuhan warga menjadi bagian penting dalam menghadapi kondisi lingkungan yang berpotensi mengganggu aktivitas sehari-hari.

Salah satu bentuk kepedulian tersebut ditunjukkan Maxim melalui pembagian 1.000 masker gratis kepada masyarakat di sejumlah wilayah Kalimantan Tengah, yakni Palangka Raya, Kumai, dan Pangkalan Banteng.

Langkah tersebut mendapat perhatian karena dilakukan ketika masyarakat harus tetap menjalankan aktivitas di tengah kondisi udara yang kurang baik. Lebih dari sekadar pembagian masker, kegiatan ini memperlihatkan bagaimana perusahaan dapat mengambil peran sosial di tengah persoalan lingkungan yang berdampak langsung terhadap masyarakat.

Fokus utama kepedulian tersebut disampaikan Head of Subdivision Maxim Palangka Raya, Ahmad Sofian Apriady. Ia menegaskan bahwa kehadiran Maxim tidak hanya berkaitan dengan layanan transportasi daring, tetapi juga dengan upaya memberikan manfaat kepada masyarakat di wilayah operasionalnya.

Ahmad Sofian Apriady: Maxim Harus Hadir di Tengah Masyarakat

Ahmad Sofian Apriady menjadi salah satu figur penting dalam aksi sosial Maxim di Palangka Raya. Ketika kabut asap menjadi perhatian masyarakat, ia menempatkan kepedulian sosial sebagai bagian dari kehadiran perusahaan di tengah warga.

Menurut Ahmad, situasi kabut asap yang terjadi di Palangka Raya merupakan persoalan yang perlu mendapatkan perhatian bersama. Karena itu, pembagian 1.000 masker menjadi bentuk kontribusi langsung untuk membantu masyarakat menghadapi kondisi tersebut.

Situasi kabut asap yang terjadi di Palangka Raya tentu menjadi perhatian kita bersama. Melalui pembagian 1.000 masker ini, kami ingin menunjukkan bahwa Maxim hadir bersama masyarakat dan turut berkontribusi dalam menghadapi kondisi tersebut.”

Pernyataan tersebut memperlihatkan bahwa tanggung jawab perusahaan tidak berhenti pada layanan komersial. Sebaliknya, perusahaan juga dapat mengambil bagian dalam persoalan sosial yang muncul di lingkungan masyarakat.

Dalam konteks ini, kepedulian Ahmad Sofian Apriady dapat dipandang sebagai bentuk pendekatan yang lebih humanis. Masyarakat tidak hanya ditempatkan sebagai pengguna layanan, tetapi juga sebagai bagian dari lingkungan sosial yang perlu diperhatikan.

1.000 Masker untuk Warga di Tiga Wilayah

Aksi sosial Maxim Palangka Raya membagikan masker gratis kepada masyarakat sebagai bentuk kepedulian terhadap dampak kabut asap Kalimantan Tengah.

Pembagian masker dilakukan di tiga wilayah, yaitu Palangka Raya, Kumai, dan Pangkalan Banteng. Distribusi tersebut menunjukkan bahwa program tidak hanya terpusat pada satu lokasi.

Di Palangka Raya, pembagian masker berlangsung bersamaan dengan kegiatan Maxim Zumba pada 30 Agustus 2026 di Bundaran Besar Palangka Raya. Sedikitnya 150 peserta mengikuti kegiatan olahraga tersebut.

Kegiatan olahraga menjadi momentum yang strategis. Sebab, masyarakat yang hadir tidak hanya diajak menjalani aktivitas fisik, tetapi juga mendapatkan masker secara gratis sebagai bagian dari kepedulian Maxim terhadap kondisi udara.

Sementara itu, di Kumai, masker diberikan kepada para siswa dan siswi di SMP Islam Al-Miftah 1, SMP Negeri 1 Kumai, dan SMP Negeri Satu Atap 4 Kumai.

Perhatian terhadap pelajar menjadi hal yang relevan karena kelompok usia sekolah tetap harus menjalankan kegiatan pendidikan di tengah kondisi lingkungan yang tidak selalu ideal.

Selanjutnya, Maxim juga memberikan masker secara langsung kepada anak-anak dan masyarakat sekitar di Pangkalan Banteng. Dengan demikian, pembagian tersebut menyasar berbagai kelompok masyarakat, mulai dari peserta kegiatan komunitas, pelajar, anak-anak, hingga warga umum.

Kabut Asap Bukan Sekadar Persoalan Lingkungan

Kabut asap sering kali dipahami hanya sebagai persoalan lingkungan. Padahal, dampaknya dapat meluas ke berbagai aspek kehidupan masyarakat.

Ketika kualitas udara menurun, masyarakat harus menyesuaikan aktivitasnya. Mobilitas warga dapat terganggu, kegiatan luar ruangan menjadi kurang nyaman, dan kelompok masyarakat tertentu membutuhkan perhatian lebih.

Karena itu, pembagian masker memiliki nilai praktis. Masker dapat menjadi salah satu perlengkapan yang digunakan masyarakat ketika harus beraktivitas di luar ruangan.

Namun, perlu ditegaskan bahwa masker bukan solusi tunggal terhadap persoalan kabut asap. Pencegahan dan penanganan kebakaran hutan dan lahan tetap membutuhkan kebijakan, pengawasan, penegakan hukum, serta kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dunia usaha, dan berbagai pemangku kepentingan.

Dalam konteks itulah aksi Maxim perlu ditempatkan secara proporsional. Program tersebut merupakan bentuk bantuan dan kepedulian sosial, bukan pengganti upaya struktural dalam menangani penyebab kabut asap.

Maxim Zumba Menjadi Momentum Kepedulian Sosial

Kegiatan Maxim Zumba di Bundaran Besar Palangka Raya juga memiliki dimensi sosial yang menarik. Olahraga bersama biasanya identik dengan aktivitas komunitas dan gaya hidup sehat.

Namun, dalam situasi kabut asap, kegiatan tersebut sekaligus menjadi ruang untuk membangun kesadaran masyarakat mengenai pentingnya menjaga diri ketika kondisi udara sedang kurang baik.

Dengan menggabungkan kegiatan komunitas dan aksi sosial, Maxim menciptakan pendekatan yang lebih dekat dengan masyarakat.

Setidaknya 150 peserta yang hadir dalam kegiatan tersebut menjadi bagian dari momentum pembagian masker. Dengan demikian, pesan mengenai kepedulian terhadap kondisi lingkungan dapat disampaikan melalui aktivitas yang bersifat langsung dan partisipatif.

Pendekatan semacam ini juga memperlihatkan bahwa kegiatan perusahaan di tingkat daerah tidak selalu harus berbentuk program besar. Kegiatan sederhana yang menjawab kebutuhan masyarakat secara langsung dapat memberikan manfaat apabila dilakukan secara tepat sasaran.

Apresiasi Warga terhadap Aksi Maxim

Salah satu penerima manfaat, Rahmawati, mengapresiasi pembagian masker yang dilakukan Maxim.

Menurutnya, masker sangat membantu masyarakat yang tetap harus beraktivitas di luar rumah ketika kabut asap terjadi. Apalagi, masker tersebut dibagikan secara gratis kepada masyarakat yang hadir.

Apresiasi tersebut menunjukkan adanya kebutuhan nyata di lapangan. Ketika masyarakat harus tetap bekerja, bersekolah, bepergian, maupun menjalankan aktivitas lainnya, perlengkapan perlindungan diri menjadi salah satu kebutuhan yang relevan.

Di sisi lain, respons masyarakat juga menjadi indikator bahwa kegiatan sosial perusahaan akan memiliki dampak lebih besar ketika perusahaan memahami persoalan yang sedang dihadapi masyarakat setempat.

Kepedulian Perusahaan Harus Konsisten

Langkah Ahmad Sofian Apriady dan Maxim Palangka Raya patut dilihat dari perspektif yang lebih luas. Kepedulian sosial akan memiliki nilai lebih apabila tidak berhenti sebagai kegiatan sesaat.

Perusahaan yang beroperasi di tengah masyarakat memiliki hubungan yang erat dengan lingkungan sosial di sekitarnya. Karena itu, keberlanjutan program sosial menjadi salah satu faktor penting dalam membangun kepercayaan publik.

Maxim menyatakan akan terus membangun kedekatan dengan masyarakat melalui berbagai kegiatan sosial dan komunitas di Palangka Raya.

Pernyataan tersebut menjadi penting karena masyarakat membutuhkan kehadiran perusahaan yang tidak hanya terlihat ketika menjalankan kegiatan promosi, tetapi juga hadir ketika masyarakat menghadapi persoalan.

Dalam konteks kabut asap, kepedulian tersebut dapat dikembangkan melalui edukasi lingkungan, kegiatan komunitas, dukungan terhadap kelompok rentan, serta kolaborasi dengan berbagai pihak yang memiliki kompetensi dalam penanganan dampak kebakaran hutan dan lahan.

Dari Masker Menuju Kesadaran Lingkungan

Pembagian 1.000 masker juga seharusnya tidak berhenti pada aspek bantuan fisik. Kegiatan tersebut dapat menjadi pintu masuk untuk membangun kesadaran masyarakat mengenai pentingnya lingkungan yang sehat.

Kabut asap merupakan persoalan yang kompleks. Karena itu, penanganannya membutuhkan pendekatan yang menyeluruh.

Masyarakat dapat berperan melalui peningkatan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, tidak melakukan pembakaran lahan secara sembarangan, serta segera melaporkan apabila menemukan indikasi kebakaran.

Pemerintah memiliki tanggung jawab dalam pengawasan dan penegakan aturan. Sementara dunia usaha dapat berkontribusi melalui program tanggung jawab sosial perusahaan dan edukasi masyarakat.

Dengan pola kolaborasi tersebut, kepedulian sosial tidak berhenti pada pemberian bantuan, tetapi berkembang menjadi gerakan bersama untuk membangun lingkungan yang lebih aman dan sehat.

Ahmad Sofian Apriady dan Wajah Humanis Maxim

Dari sudut pandang komunikasi publik, peran Ahmad Sofian Apriady menjadi penting karena ia membawa pesan bahwa perusahaan harus memiliki kedekatan dengan masyarakat.

Sebagai Head of Subdivision Maxim Palangka Raya, Ahmad tidak sekadar menyampaikan komitmen perusahaan. Ia juga menegaskan kehadiran Maxim melalui kegiatan yang langsung dirasakan masyarakat.

Hal tersebut menjadi nilai penting dalam membangun citra perusahaan. Masyarakat pada akhirnya tidak hanya menilai perusahaan berdasarkan produk atau layanan, tetapi juga berdasarkan bagaimana perusahaan merespons persoalan sosial di lingkungannya.

Ketika kabut asap mengganggu kenyamanan warga, tindakan nyata berupa pembagian masker menjadi pesan sederhana tetapi kuat: perusahaan memilih untuk hadir dan memberikan kontribusi.

Namun, kepedulian tersebut harus terus dijaga agar tidak menjadi kegiatan simbolis semata. Konsistensi menjadi kunci utama agar program sosial benar-benar memberikan dampak jangka panjang.

Penegasan SUPERSEMAR NEWS

SUPERSEMAR NEWS melihat aksi pembagian 1.000 masker oleh Maxim sebagai bentuk kepedulian sosial yang relevan dengan kebutuhan masyarakat Kalimantan Tengah di tengah persoalan kabut asap.

Peran Ahmad Sofian Apriady menjadi sorotan utama karena ia menegaskan bahwa kehadiran Maxim tidak hanya berkaitan dengan layanan transportasi daring, tetapi juga upaya memberikan manfaat bagi masyarakat di wilayah operasionalnya.

Langkah tersebut patut diapresiasi selama tetap ditempatkan sebagai bagian dari kontribusi sosial dan tidak menggantikan tanggung jawab pemerintah maupun pemangku kepentingan lainnya dalam menangani akar persoalan kebakaran hutan dan lahan.

Lebih jauh, pembagian masker dapat menjadi momentum untuk membangun kesadaran bahwa persoalan kabut asap membutuhkan kerja bersama.

Perusahaan dapat memberikan bantuan. Masyarakat dapat meningkatkan kewaspadaan. Pemerintah dapat memperkuat pengawasan dan penegakan hukum. Sementara komunitas dapat menjadi penggerak edukasi lingkungan.

Dengan demikian, kepedulian terhadap masyarakat tidak berhenti pada 1.000 masker.

Nilai terpenting dari kegiatan tersebut adalah pesan bahwa ketika masyarakat menghadapi situasi sulit, dunia usaha dapat mengambil peran secara nyata, terukur, dan bertanggung jawab.

Ahmad Sofian Apriady melalui Maxim Palangka Raya telah menunjukkan bahwa kepedulian sosial dapat dimulai dari langkah sederhana yang langsung menyentuh kebutuhan warga.

Kini, tantangannya adalah menjaga agar kepedulian tersebut terus berlanjut dan berkembang menjadi kolaborasi yang lebih luas.

Sebab, menghadapi kabut asap tidak cukup hanya dengan menunggu udara kembali membaik. Dibutuhkan kesadaran, tindakan, edukasi, serta kolaborasi semua pihak untuk menjaga masyarakat dan lingkungan Kalimantan Tengah.

Tentang Layanan Maxim

Maxim merupakan penyedia layanan transportasi daring yang telah beroperasi di Indonesia sejak 2018. Pada 2026, Maxim memasuki tahun kedelapan operasionalnya di Indonesia.

Layanan Maxim kini tersedia di lebih dari 400 kota di Indonesia dan terus melakukan pengembangan untuk menjangkau lebih banyak wilayah.

Informasi mengenai layanan Maxim dapat diakses melalui situs resmi Maxim Indonesia.***(SB)

SupersemarNewsTeam

Sangga Buana

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *