Menkes: Mutasi dokter agar lingkungan kerja tetap sehat

- Jurnalis

Rabu, 14 Mei 2025 - 22:26 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

Jakarta – Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan, sejumlah mutasi dokter yang dilakukan adalah untuk menjaga budaya kerja yang sehat di lingkungan kerja rumah sakit.

Hal tersebut dia sampaikan sebagai respon terkait pernyataan awak media mengenai pemindahtugasan Ketua Umum Pengurus Pusat Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Piprim Basarah Yanuarso yang diduga bukan untuk pemerataan, namun sebagai tekanan.

“Jadi mutasi itu sudah dilakukan sejak 6 bulan yang lalu. Semuanya diputar kenapa? Saya tidak ingin ada budaya-budaya tidak timur. Itu kuat sekali itu saya lihat,” kata Budi ketika ditemui usai rapat bersama DPR RI, Rabu.

Dia mencontohkan, dokter dari Jakarta yang dipindahkan ke Surabaya dilarang-larang untuk berpraktek di tempat barunya karena bukan lulusan daerah itu. Ketika dirinya menanyakan mengapa demikian, dia menerima jawaban bahwa dokter Surabaya diperlakukan serupa ketika di Jakarta.

Oleh karena itu, katanya, mutasi itu untuk pemerataan, serta menghilangkan budaya semacam itu, serta budaya di mana dokter hanya mau berpraktek di RS tertentu saja.

Baca Juga :  Ceramah di Lemhannas RI, Panglima TNI Tegaskan Kesiapsiagaan TNI Hadapi Ancaman Multidimensi

“Di rumah sakit saya saja kejadian, kok susah itu pindahin antara PON (Pusat Otak Nasional Mahar Mardjono) sama RSCM (Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo), antara RSCM sama Dharmais, Harapan Kita dengan RSCM, itu kan susah sekali. Kan tidak baik kalau ada persaingan-persaingan yang tidak sehat seperti ini,” katanya.

Dia mengatakan bahwa sudah ada 60 yang dimutasi, namun yang ramai adalah perkara pemindahtugasan satu orang.

Baca juga: Komisi IX DPR bahas polemik mutasi dokter anak dan kolegium kesehatan

Budi juga menjelaskan bahwa Kementerian Kesehatan dan Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) terus bekerja sama guna meningkatkan kualitas hidup anak-anak Indonesia, seperti melalui penurunan prevalensi stunting, dan pemenuhan alkes guna mengurangi angka kematian ibu dan anak.

“Bahwa kalau ada satu individu kemudian yang tidak cocok, kemudian melihat bahwa IDAI itu sama Kemenkes ada masalah, banyak lagi individu-individu lain yang terus bekerja menyelesaikan masalah kesehatan yang ada di Indonesia,” dia menuturkan.

Baca Juga :  Erick Thohir Dorong Car Free Day Hadir di Seluruh Daerah

Adapun pada hari yang sama, Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) menemui Komisi IX DPR RI, di mana IDAI membahas mengenai mutasi sejumlah dokter anak di rumah sakit vertikal yang dinilai tidak sesuai prosedur.

Ketua Umum Pengurus Pusat IDAI Piprim Basarah Yanuarso menilai, pemindahtugasan yang dimaksud tidak sesuai prosedur karena hanya menyasar kepada mereka yang vokal menolak pengambilalihan Kolegium Ilmu Kesehatan Anak Indonesia (KIKAI) oleh Kemenkes.

Piprim menilai, pemindahan dirinya dan dua orang dokter spesialis anak serta pemutusan hubungan kerja terhadap Ketua IDAI Sumatera Utara justru kontraproduktif terhadap upaya pemerataan layanan kesehatan anak, khususnya produksi konsultan kesehatan jantung anak, alih-alih menjadi bagian dari pengembangan rumah sakit vertikal Kemenkes.

(Antara -SupersemarNewsTeam)

Follow WhatsApp Channel supersemarnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

POLSEK TAMBORA RESPONS CEPAT ADUAN WARGA, CEGAH KERIBUTAN KELUARGA DI PEKOJAN
BERHASIL TANGKAP PETINGGI KKB DAN REBUT KEMBALI SENJATA, PRAJURIT YONIF 9 MARINIR RAIH KPLB
KPK Tunggu Balasan TNI Terkait Dugaan 2 Prajurit Aktif di Kasus BNPB
Konser Andrea Bocelli di Borobudur Makin Dekat: MUI Tolak, Polda Jateng Sebut tak Ada Pembatalan
Letjen TNI Iwan Setiawan, dari Everest ke Kostrad
Gempa M 7,0 Guncang Tibet China
Enam Agama, Satu Kampus: Merawat Toleransi di IABN Sriwijaya Tangerang
KCIC mendukung mobilitas pelari Jakarta Running Festival melalui Whoosh
Berita ini 0 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 10:05 WIB

POLSEK TAMBORA RESPONS CEPAT ADUAN WARGA, CEGAH KERIBUTAN KELUARGA DI PEKOJAN

Jumat, 23 Oktober 2026 - 09:24 WIB

BERHASIL TANGKAP PETINGGI KKB DAN REBUT KEMBALI SENJATA, PRAJURIT YONIF 9 MARINIR RAIH KPLB

Jumat, 23 Oktober 2026 - 09:18 WIB

KPK Tunggu Balasan TNI Terkait Dugaan 2 Prajurit Aktif di Kasus BNPB

Jumat, 23 Oktober 2026 - 09:14 WIB

Konser Andrea Bocelli di Borobudur Makin Dekat: MUI Tolak, Polda Jateng Sebut tak Ada Pembatalan

Jumat, 23 Oktober 2026 - 09:10 WIB

Letjen TNI Iwan Setiawan, dari Everest ke Kostrad

Berita Terbaru

Berita utama

Letjen TNI Iwan Setiawan, dari Everest ke Kostrad

Jumat, 23 Okt 2026 - 09:10 WIB