
Sukabumi, Jabar – Supersemarnews
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) adalah program unggulan presiden Prabowo Subianto. Upaya menciptakan generasi sehat dan cerdas guna mewujudkan visi Indonesia Emas 2045, melalui peningkatan gizi kelompok rentan (anak sekolah, balita, ibu hamil/menyusui).
Misi utamanya meliputi penurunan stunting, peningkatan kualitas SDM, pemberdayaan UMKM lokal, dan penguatan ketahanan pangan nasional.
Program ini difokuskan pada peningkatan konsentrasi belajar siswa dan menurunkan angka putus sekolah melalui pemberian makanan bergizi secara rutin.
Bahkan diketahui, orang nomer satu di republik ini menggelontorkan anggaran yang tidak sedikit bersumber dari APBN, demi terselenggaranya program makan bergizi gratis tersebut.
Namun dalam pelaksanaannya program makan bergizi gratis dengan biaya Rp. 15 ribu untuk satu orang anak ini. Dinilai jauh dari kata sempurna bahkan tidak layak.
Terbukti saat pembagian menu MBG di wilayah Cikujang, Kel. Dayeuhluhur, Kec. Warudoyong, Kota Sukabumi, setiap penerima manfaat harus membawa piring / rantang dari rumah masing – masing. Rabu, (01/4/26).
Miris !!! pembagian menu makan bergizi gratis yang dibagikan hanya berupa, nasi putih dengan porsi minim, sepotong daging ayam goreng ukuran sangat kecil, tahu goreng, tumis wortel, dan buah jeruk dengan ukuran kecil bahkan terlihat sudah agak membusuk.

“Dapat dilihat dengan jelas. Jika dihitung, nilai / harga menu MBG yang dibagikan oleh SPPG hari ini, tidak mencapai Rp.15.000, bahkan jauh dari kata sempurna atau layak untuk pemenuhan gizi anak – anak,” ujar salah seorang warga yang enggan namanya dipublis.
Hal tersebut tentunya, menuai sorotan serta komentar dari berbagai pihak. Masyarakat menilai program Makan Bergizi Gratis (MBG), sebagai program unggulan presiden Prabowo Subianto tersebut, hanya dijadikan ladang korupsi oleh segelintir orang untuk memperkaya diri.
Selain itu, masyarakat memgungkapkan kepanjangan dari MBG ini bukan “Makan Bergizi Gratis tapi Maling Berkedok Gizi (satire-red)”.
