
SERUYAN, Supersemar News – Listrik di Puskesmas Danau Sembuluh, Kec. Danau Sembuluh Kabupaten Seruyan, dilaporkan padam selama beberapa jam pada Sabtu malam (28/3/2026), mengakibatkan terganggunya pelayanan kesehatan, termasuk di ruang UGD dan rawat inap.
Pemadaman terjadi sekitar pukul 19.30 WIB itu membuat fasilitas kesehatan yang seharusnya siaga 24 jam justru tanpa penerangan. Kondisi di dalam ruangan gelap gulita, sehingga menimbulkan ketidaknyamanan bagi pasien dan keluarga yang menjaga.
Seorang warga Sembuluh yang saat itu menjenguk saudaranya yang sedang di rawat mengaku mengalami langsung situasi tersebut.
“Waktu itu saya lagi menjenguk
saudara yang di rawat di Puskesmas Sembuluh. Tiba-tiba listrik padam sekitar dua jam,” ujarnya kepada wartawan, Sabtu (28/3).
Menurutnya, kondisi semakin memprihatinkan karena tidak adanya penerangan cadangan di saat itu.
“Yang saya tahu ada genset, cuma rusak dan belum diperbaiki,” ungkapnya.
Selain tidak ada penerangan, keluarga pasien juga mengeluhkan kondisi ruangan yang terasa panas akibat tidak padamnya listrik. Hal ini dinilai sangat mengganggu kenyamanan, terutama bagi pasien yang membutuhkan penanganan intensif.
Informasi yang dihimpun menyebutkan bahwa Puskesmas tersebut sebenarnya memiliki genset dan panel surya (PLTS) sebagai sumber listrik cadangan.
Namun, genset mengalami kerusakan sedangkan PLTS hanya mampu beberapa jam saja, karena di saat itu pemadaman listrik di wilayah sembuluh berlangsung cukup lama.
Situasi ini memicu kekhawatiran warga, mengingat Puskesmas merupakan fasilitas kesehatan vital yang harus selalu siap memberikan pelayanan, khususnya dalam kondisi darurat.
“Namanya juga tempat orang sakit, kalau listrik padam lama tentu bikin khawatir,” tambahnya.
Warga pun berharap pihak puskesmas agar mengatasi permasalahan tersebut untuk memperbaiki sumber listrik cadangan, agar pelayanan kesehatan di Puskesmas tetap berjalan optimal dan tidak terganggu saat terjadi pemadaman listrik.
Menanggapi hal tersebut, kepala Puskesmas Danau Sembuluh, dr. Ramanda Ranu Wijaya membenarkan permasalahan tersebut di karenakan pada saat itu terjadi pemadaman listrik yang cukup lama di sembuluh.
Dia menjelaskan, sumber listrik cadangan berupa Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) sebenarnya telah dioperasikan. Namun, daya yang terbatas membuat PLTS tidak mampu menopang kebutuhan listrik dalam waktu lama.
“PLTS sudah kami kerahkan, tetapi daya terbatas sehingga tidak bisa meng-cover pemadaman berjam-jam. Sejak pagi juga terjadi voltase rendah, sementara pelayanan membutuhkan listrik stabil, seperti untuk alat USG dan penyimpanan vaksin (cold chain),” ujar nya.
dr. Ramanda menegaskan bahwa pelayanan kepada masyarakat tetap diupayakan semaksimal mungkin di tengah keterbatasan.
“Kami berusaha memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat Sembuluh. Perbaikan fasilitas kesehatan juga terus kami lakukan dengan mengedepankan kebutuhan dan kenyamanan pasien,” tambahnya.
Lebih lanjut, kepala Puskesmas juga mengaku telah berkoordinasi dengan pihak PLN, terkait gangguan listrik tersebut.
Menurut nya , dampak pemadaman tidak hanya dirasakan masyarakat, tetapi juga tenaga kesehatan dalam menjalankan pelayanan.
“Kami sebagai pelayan kesehatan juga sangat dirugikan dengan kondisi ini, baik dalam pelaksanaan pelayanan maupun kenyamanan saat melayani,” tutup dr Ramanda.
Warga berharap ada langkah cepat dari pihak terkait untuk memastikan ketersediaan listrik yang stabil, mengingat Puskesmas merupakan fasilitas kesehatan yang harus selalu siap dalam kondisi darurat.
(Red)
