Naga Jawa, Ular Langka Penanda Ekosistem Sanggabuana

- Jurnalis

Jumat, 1 Agustus 2025 - 15:59 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

“Xenodermus javanicus atau si Naga Jawa terlihat beristirahat di atas bebatuan lembap di kawasan Gunung Sanggabuana, habitat alaminya yang sejuk dan basah.”
Foto: dok. Sanggabuana Conservation Foundation

Si Naga Jawa Menghuni Gunung Sanggabuana

SUPERSEMAR NEWS – Gunung Sanggabuana di Karawang, Jawa Barat, menyimpan kekayaan hayati unik. Salah satunya adalah Xenodermus javanicus, dikenal sebagai naga Jawa. Ular kecil ini menjadi penghuni tetap hutan tropis setinggi 1.291 mdpl itu.

Ular ramping berwarna hitam keabu-abuan ini memiliki kulit bersisik unik. Nama Xenodermus berarti “kulit aneh”, sesuai tampilannya yang menyerupai makhluk mitologi. Situs Animalium-BRIN menyebutkan, sisik ular ini tersusun rapi di bagian perut, sementara bagian punggungnya dihiasi tonjolan hemiphenial.

Baca Juga :  Puncak HUT ke-81 TNI Batal Digelar di Monas, Dipindah ke Mabes TNI

Ciri Unik Naga Jawa

Tim Sanggabuana Conservation Foundation (SCF) menemukan ular ini sepanjang 50 cm dengan dua tanduk kecil di kepala. Bentuk kepala membulat dengan moncong segitiga berwarna terang, berbeda dari punggungnya yang gelap.

Meski terlihat menyeramkan, ular ini tidak berbisa dan tidak agresif. Namun, ular ini tidak cocok dipelihara karena mudah stres. Ia hanya nyaman di habitat asli bersuhu sejuk, lembap, dekat bebatuan, dan berair.

Habitat dan Pola Hidup

Xenodermus javanicus biasanya tinggal di bawah kayu lapuk atau tanah basah. Mangsanya adalah katak kecil yang mudah ditemukan di kawasan hutan hujan tropis. Ular betina bertelur dan menetaskan banyak anak dalam lubang persembunyian.

Baca Juga :  SILATURAHIM SUPERSEMAR LAW FIRM DAN NEWS KE BAKAMLA RI, PERKUAT KOMUNIKASI DAN SINERGI ANTARLEMBAGA

Ular ini juga ditemukan di Sumatra dan Kalimantan, tetapi populasi signifikan hanya ada di pegunungan tinggi seperti Sanggabuana.

Penemuan dan Status Konservasi

SCF bersama Fakultas Biologi Universitas Nasional (UNAS) Jakarta menemukan spesies ini tahun 2022 di sekitar Sungai Cikoleangkak. Mereka mendokumentasikannya sedang memangsa anak katak.

Meski berstatus least concern menurut IUCN, naga Jawa sangat sensitif terhadap perubahan iklim dan deforestasi. Jika populasinya menurun, itu bisa menjadi sinyal rusaknya ekosistem.

Sanggabuana Menuju Taman Nasional

Saat ini, Gunung Sanggabuana sedang diusulkan menjadi taman nasional, menggantikan status hutan produksinya. Jika konservasi berhasil, keberadaan naga Jawa dapat menjadi indikator keberlanjutan lingkungan.

SupersemarNewsTeam
SanggaBuana

Follow WhatsApp Channel supersemarnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kapolda Metro Jaya Pimpin Rapat Konsolidasi, Perkuat Antisipasi Gangguan Kamtibmas di Jakarta
Kapolda Metro Jaya Pimpin Apel Green Policing, Perkuat Sinergi Polri dan Masyarakat
Kodam XXIX/Mambruk Resmi Berdiri di Nabire, Perkuat Pertanahan dan Pengabdian TNI AD di Papua Tengah
Kecelakaan di Simpang Pelita-Suprapto Sampit, Yamaha Lexi Rusak Parah Usai Terseret Truk CPO
Prajurit Korps Marinir Gempur Pantai Banongan dalam Operasi Amfibi Keris Woomera 2026
Marinir Indonesia Bekali Prajurit Australia Teknik Bertahan Hidup di Hutan
Dampak Ekonomi MotoGP Mandalika 2026 Capai Rp 5,2 Triliun, Naik 4,8 Persen
Perkuat Struktur Komando, KSAD Pimpin Sertijab 5 Pangdam dan Alih Kodal 6 Korem
Berita ini 0 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 11:16 WIB

Kapolda Metro Jaya Pimpin Rapat Konsolidasi, Perkuat Antisipasi Gangguan Kamtibmas di Jakarta

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 11:10 WIB

Kapolda Metro Jaya Pimpin Apel Green Policing, Perkuat Sinergi Polri dan Masyarakat

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 10:46 WIB

Kodam XXIX/Mambruk Resmi Berdiri di Nabire, Perkuat Pertanahan dan Pengabdian TNI AD di Papua Tengah

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 09:45 WIB

Kecelakaan di Simpang Pelita-Suprapto Sampit, Yamaha Lexi Rusak Parah Usai Terseret Truk CPO

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 09:43 WIB

Prajurit Korps Marinir Gempur Pantai Banongan dalam Operasi Amfibi Keris Woomera 2026

Berita Terbaru