
SUPERSEMAR NEWS SPORT – Persib Bandung tampil menggila dan mencatat kemenangan terbesar musim ini setelah membungkam Madura United dengan skor telak 5-0 pada pekan ke-23 Super League 2025/26 di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Kamis, 26 Februari 2026.
Kemenangan meyakinkan ini bukan sekadar pesta gol. Lebih dari itu, hasil tersebut mempertegas dominasi Maung Bandung dalam perburuan gelar musim ini. Dengan tambahan tiga poin, PERSIB kini mengoleksi 53 poin dan unggul tiga angka atas rival terdekatnya, Persija Jakarta di posisi kedua.
Pertanyaannya, apakah kemenangan ini menjadi penanda bahwa PERSIB sudah berada di jalur juara?
Dominasi Total Sejak Menit Awal
Sejak peluit pertama dibunyikan, PERSIB langsung mengambil inisiatif serangan. Absennya pelatih kepala Bojan Hodak di sisi lapangan akibat akumulasi kartu kuning tidak mengurangi determinasi tim. Sebaliknya, para pemain justru tampil dengan determinasi berlipat.
Gol pembuka lahir pada menit ke-13 melalui Ramon “Tanque” De Andrade Souza. Striker asal Brasil itu menunjukkan naluri predatornya di kotak penalti. Ia kembali mencatatkan namanya di papan skor pada menit ke-33, menegaskan dominasi Pangeran Biru.
Memasuki masa injury time babak pertama, Uilliam Barros Pereira memperlebar jarak menjadi 3-0 lewat gol di menit 45+2. Skor tersebut bertahan hingga turun minum.
Secara statistik, PERSIB menguasai lini tengah dengan distribusi bola cepat dan efektif. Transisi bertahan ke menyerang berlangsung cair, sementara Madura United kesulitan keluar dari tekanan tinggi yang diterapkan tuan rumah.
Komposisi Starter dan Disiplin Taktik
PERSIB menurunkan komposisi terbaiknya: Teja Paku Alam di bawah mistar; Eliano Reijnders, Kakang Rudianto, Patricio Matricardi, Federico Barba sebagai kapten; Luciano Guaycochea dan Frans Putros di lini tengah; serta Saddil Ramdani, Uilliam Barros, Berguinho, dan Ramon Tanque di lini depan.
Formasi yang fleksibel memungkinkan pergerakan antarlini berjalan dinamis. Federico Barba memimpin lini pertahanan dengan disiplin tinggi, sementara Guaycochea mengatur tempo permainan secara konsisten.
Madura United sebenarnya sempat mengancam lewat skema bola mati. Namun, Teja tampil sigap menghalau peluang tersebut. Refleks dan positioning yang tepat menjadi faktor kunci menjaga clean sheet.
Babak Kedua: Konsistensi dan Efektivitas
Memasuki babak kedua, PERSIB tidak mengendurkan tekanan. Pada menit ke-53, Barros hampir menambah gol, tetapi sundulannya masih mampu ditepis kiper Dicky.
Selanjutnya, pada menit ke-60, Guaycochea melepaskan sepakan keras dari luar kotak penalti. Meski akurat, bola masih tepat di pelukan penjaga gawang lawan.
Menit ke-62 menjadi momentum rotasi strategis. Tiga pemain ditarik keluar sekaligus: Saddil, Ramon Tanque, dan Berguinho digantikan oleh Beckham Putra, Andrew Jung, serta Adam Alis. Pergantian ini terbukti efektif menjaga intensitas permainan.
Dua menit setelah kartu kuning diterima Barba, PERSIB mencetak gol keempat lewat sepakan terukur Andrew Jung pada menit ke-80, memanfaatkan umpan terobosan matang dari Reijnders.
Debut dan Validasi VAR
Salah satu sorotan penting laga ini adalah debut Layvin Kurzawa yang masuk pada menit ke-73 menggantikan Kakang Rudianto. Kehadirannya memberi opsi baru di lini pertahanan.
Gol kelima lahir pada menit ke-89 melalui Frans Putros yang menyambar bola liar di mulut gawang. Wasit sempat meninjau VAR sebelum akhirnya mengesahkan gol tersebut. Keputusan itu menutup pertandingan dengan skor akhir 5-0.
Analisis: Pesan Tegas untuk Pesaing
Kemenangan telak ini mengirim pesan kuat kepada para pesaing. PERSIB bukan hanya memenangi pertandingan, tetapi menunjukkan kedalaman skuad, disiplin taktik, dan mentalitas juara.
Selain itu, rotasi pemain tidak menurunkan kualitas permainan. Hal ini menunjukkan manajemen tim berjalan efektif, baik dari sisi teknis maupun strategi jangka panjang.
Jika konsistensi ini terjaga, peluang PERSIB untuk mempertahankan posisi puncak sangat terbuka. Namun, kompetisi masih menyisakan sejumlah pertandingan krusial yang dapat mengubah peta persaingan.
Statistik Kunci Pertandingan
- Skor akhir: PERSIB 5-0 Madura United
- Pencetak gol: Ramon Tanque (13’, 33’), Barros (45+2), Jung (80’), Putros (89’)
- Penguasaan bola dominan oleh PERSIB
- Clean sheet Teja Paku Alam
- 2 kartu kuning untuk PERSIB
Penegasan Redaksi
Kemenangan ini bukan sekadar angka di papan skor. PERSIB memperlihatkan struktur permainan modern yang mengandalkan kolektivitas, pressing tinggi, dan efisiensi peluang.
Lebih jauh, keberhasilan ini menjadi bukti bahwa absennya pelatih di pinggir lapangan tidak serta-merta melemahkan organisasi tim. Sistem telah berjalan dan pemain memahami peran masing-masing.
Kini, tekanan justru berada di kubu pesaing. Dengan keunggulan tiga poin dan performa stabil, PERSIB berada dalam momentum ideal menuju fase akhir musim.
Apabila tren positif ini terus berlanjut, gelar juara bukan lagi sekadar ambisi, melainkan target realistis.***(SB)
SupersemarNewsTeam
