Propam Periksa 7 Brimob Kasus Ojol Tewas Dilindas Rantis

- Jurnalis

Jumat, 29 Agustus 2025 - 08:07 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

Tujuh anggota Brimob berbaju tahanan hijau diperiksa Propam Polri terkait kasus pengemudi ojol tewas dilindas rantis di Pejompongan.

SUPERSEMAR NEWS – Jakarta – Divisi Propam Polri memeriksa tujuh personel Brimob buntut tewasnya pengemudi ojek online (ojol) bernama Affan Kurniawan. Affan meninggal setelah dilindas kendaraan taktis (rantis) Brimob di kawasan Pejompongan, Jakarta Pusat, pada Kamis (28/8/2025) malam.

Pemeriksaan Ditayangkan Langsung

Pantauan pada Jumat (29/8/2025), pemeriksaan tujuh anggota Brimob itu disiarkan langsung lewat akun Instagram Divisi Propam Polri. Ketujuhnya mengenakan baju tahanan Propam berwarna hijau dan duduk di ruang pemeriksaan menghadap penyidik.

Baca Juga :  Kontribusi Perkuat Pertahanan Maritim, KSAL Diganjar Tanda Kehormatan Militer Australia

Menurut keterangan resmi, Propam menindaklanjuti insiden yang memicu gelombang protes dari pengemudi ojol dan warga Jakarta.

Kronologi Insiden Rantis Brimob

Peristiwa bermula ketika mobil rantis Brimob menabrak Affan yang sedang menyeberang. Kendaraan sempat berhenti sejenak, namun kemudian melaju lagi dan melindas tubuh korban. Jenazah Affan telah dimakamkan pada Jumat pagi di Jakarta.

Akibat insiden itu, massa ojol dan warga menggelar demonstrasi di Mako Brimob Kwitang, Jakarta Pusat. Massa sempat membakar pos polisi di bawah flyover Senen sebagai bentuk protes.

Respons Kapolri dan Presiden

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyampaikan permohonan maaf kepada keluarga korban. Ia berjanji kasus ini akan diusut secara transparan dan terbuka. “Tujuh anggota Brimob telah kami amankan untuk pemeriksaan mendalam,” kata Listyo.

Baca Juga :  Imigrasi Jakarta Barat dan BNNP DKI Jakarta Perkuat Sinergi Pemberantasan Narkotika

Sementara itu, Presiden Prabowo Subianto menyatakan kekecewaannya terhadap tindakan aparat. Ia menegaskan bahwa kasus tersebut harus diusut tuntas dan pelaku diberi hukuman seberat-beratnya.

Gelombang Reaksi Publik

Kasus tewasnya pengemudi ojol Affan Kurniawan menimbulkan perhatian publik luas. Organisasi pengemudi ojol nasional menuntut agar proses hukum berjalan adil tanpa ada yang ditutup-tutupi.

SupersemarNewsTeam
Reporter:
R/Rifay Marzuki

Follow WhatsApp Channel supersemarnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

POLSEK TAMBORA RESPONS CEPAT ADUAN WARGA, CEGAH KERIBUTAN KELUARGA DI PEKOJAN
BERHASIL TANGKAP PETINGGI KKB DAN REBUT KEMBALI SENJATA, PRAJURIT YONIF 9 MARINIR RAIH KPLB
KPK Tunggu Balasan TNI Terkait Dugaan 2 Prajurit Aktif di Kasus BNPB
Konser Andrea Bocelli di Borobudur Makin Dekat: MUI Tolak, Polda Jateng Sebut tak Ada Pembatalan
Letjen TNI Iwan Setiawan, dari Everest ke Kostrad
Gempa M 7,0 Guncang Tibet China
Enam Agama, Satu Kampus: Merawat Toleransi di IABN Sriwijaya Tangerang
KCIC mendukung mobilitas pelari Jakarta Running Festival melalui Whoosh
Berita ini 1 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 10:05 WIB

POLSEK TAMBORA RESPONS CEPAT ADUAN WARGA, CEGAH KERIBUTAN KELUARGA DI PEKOJAN

Jumat, 23 Oktober 2026 - 09:24 WIB

BERHASIL TANGKAP PETINGGI KKB DAN REBUT KEMBALI SENJATA, PRAJURIT YONIF 9 MARINIR RAIH KPLB

Jumat, 23 Oktober 2026 - 09:18 WIB

KPK Tunggu Balasan TNI Terkait Dugaan 2 Prajurit Aktif di Kasus BNPB

Jumat, 23 Oktober 2026 - 09:14 WIB

Konser Andrea Bocelli di Borobudur Makin Dekat: MUI Tolak, Polda Jateng Sebut tak Ada Pembatalan

Jumat, 23 Oktober 2026 - 09:10 WIB

Letjen TNI Iwan Setiawan, dari Everest ke Kostrad

Berita Terbaru

Berita utama

Letjen TNI Iwan Setiawan, dari Everest ke Kostrad

Jumat, 23 Okt 2026 - 09:10 WIB