Seorang anggota TNI memantau tebing longsor di Gunung Kuda, Cirebon, lokasi pencarian korban yang masih tertimbun di zona merah tambang galian C.

SUPERSEMAR NEWS BOGOR – Hingga hari kelima, tim SAR gabungan belum berhasil menemukan empat korban yang tertimbun longsor di tambang galian C Gunung Kuda, Cirebon, Jawa Barat.

Operasi Dihentikan Sementara

Komandan Kodim 0620/Cirebon, Letkol Inf Mukhammad Yusron, mengatakan pencarian hari ini masih nihil. Tim memulai pencarian sejak pagi dan menghentikannya jelang malam karena potensi longsor susulan tinggi.

“Kami hentikan sementara demi keselamatan. Esok akan dilanjutkan dengan doa lintas agama bersama Forkopimda dan keluarga korban,” jelas Yusron, Selasa (3/6).

Pencarian dibatasi masa tanggap darurat tujuh hari sesuai SK Bupati Cirebon. Setelahnya, akan dilakukan evaluasi untuk menentukan langkah lanjutan.

Petugas SAR menunjukkan pemetaan zona rawan longsor di Gunung Kuda melalui layar ponsel, menggunakan data pergerakan tanah dari alat total station milik PT Indocement.

Patahan Tanah Aktif Ancam Tim SAR

Koordinator Lapangan SAR Bandung, Mamang Fatmono, menyebut ancaman utama adalah potensi longsor susulan. Inspeksi ESDM mencatat ada sembilan patahan aktif, termasuk yang panjangnya mencapai 100 meter dan masih bergerak.

“Patahan miring dan terus bergerak. Kami pantau tanah setiap 10–15 menit dengan total station milik PT Indocement,” ujarnya.

Tim hanya bekerja saat zona dinyatakan aman. Zona merah berada di titik A dan B, lokasi dugaan korban tertimbun.

Medan Ekstrem Hambat Evakuasi

Kondisi geografis curam dan tanah labil membuat evakuasi sangat berisiko. Karena itu, tim SAR mengutamakan keselamatan dalam setiap pergerakan.

Empat korban tertimbun yaitu Muniah (45), Tono (57), Dedi Setiadi (47), dan Nurakman (51), seluruhnya warga Kabupaten Cirebon.

SupersemarNewsTeam
SanggaBuana