Tim SAR Belum Temukan 4 Korban Longsor Gunung Kuda

- Jurnalis

Selasa, 3 Juni 2025 - 20:17 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

Seorang anggota TNI memantau tebing longsor di Gunung Kuda, Cirebon, lokasi pencarian korban yang masih tertimbun di zona merah tambang galian C.

SUPERSEMAR NEWS BOGOR – Hingga hari kelima, tim SAR gabungan belum berhasil menemukan empat korban yang tertimbun longsor di tambang galian C Gunung Kuda, Cirebon, Jawa Barat.

Operasi Dihentikan Sementara

Komandan Kodim 0620/Cirebon, Letkol Inf Mukhammad Yusron, mengatakan pencarian hari ini masih nihil. Tim memulai pencarian sejak pagi dan menghentikannya jelang malam karena potensi longsor susulan tinggi.

“Kami hentikan sementara demi keselamatan. Esok akan dilanjutkan dengan doa lintas agama bersama Forkopimda dan keluarga korban,” jelas Yusron, Selasa (3/6).

Pencarian dibatasi masa tanggap darurat tujuh hari sesuai SK Bupati Cirebon. Setelahnya, akan dilakukan evaluasi untuk menentukan langkah lanjutan.

Baca Juga :  Jelang HUT Ke-81 TNI, Kas Kohanudnas Anjangsana kepada Jenderal (HOR) H.B.L. Mantiri

Petugas SAR menunjukkan pemetaan zona rawan longsor di Gunung Kuda melalui layar ponsel, menggunakan data pergerakan tanah dari alat total station milik PT Indocement.

Patahan Tanah Aktif Ancam Tim SAR

Koordinator Lapangan SAR Bandung, Mamang Fatmono, menyebut ancaman utama adalah potensi longsor susulan. Inspeksi ESDM mencatat ada sembilan patahan aktif, termasuk yang panjangnya mencapai 100 meter dan masih bergerak.

“Patahan miring dan terus bergerak. Kami pantau tanah setiap 10–15 menit dengan total station milik PT Indocement,” ujarnya.

Tim hanya bekerja saat zona dinyatakan aman. Zona merah berada di titik A dan B, lokasi dugaan korban tertimbun.

Baca Juga :  Polisi Larang Pertambangan Emas Tanpa Izin di Bawah Jembatan Sei Katingan

Medan Ekstrem Hambat Evakuasi

Kondisi geografis curam dan tanah labil membuat evakuasi sangat berisiko. Karena itu, tim SAR mengutamakan keselamatan dalam setiap pergerakan.

Empat korban tertimbun yaitu Muniah (45), Tono (57), Dedi Setiadi (47), dan Nurakman (51), seluruhnya warga Kabupaten Cirebon.

SupersemarNewsTeam
SanggaBuana

Follow WhatsApp Channel supersemarnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

TNI–ADF Gelar NEO TTX, Simulasikan Evakuasi Warga akibat Erupsi Gunung Raung
Kapolda Metro Jaya Pimpin Rapat Konsolidasi, Perkuat Antisipasi Gangguan Kamtibmas di Jakarta
Kapolda Metro Jaya Pimpin Apel Green Policing, Perkuat Sinergi Polri dan Masyarakat
Kodam XXIX/Mambruk Resmi Berdiri di Nabire, Perkuat Pertanahan dan Pengabdian TNI AD di Papua Tengah
Kecelakaan di Simpang Pelita-Suprapto Sampit, Yamaha Lexi Rusak Parah Usai Terseret Truk CPO
Prajurit Korps Marinir Gempur Pantai Banongan dalam Operasi Amfibi Keris Woomera 2026
Marinir Indonesia Bekali Prajurit Australia Teknik Bertahan Hidup di Hutan
Dampak Ekonomi MotoGP Mandalika 2026 Capai Rp 5,2 Triliun, Naik 4,8 Persen
Berita ini 0 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 14:52 WIB

TNI–ADF Gelar NEO TTX, Simulasikan Evakuasi Warga akibat Erupsi Gunung Raung

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 11:16 WIB

Kapolda Metro Jaya Pimpin Rapat Konsolidasi, Perkuat Antisipasi Gangguan Kamtibmas di Jakarta

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 11:10 WIB

Kapolda Metro Jaya Pimpin Apel Green Policing, Perkuat Sinergi Polri dan Masyarakat

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 10:46 WIB

Kodam XXIX/Mambruk Resmi Berdiri di Nabire, Perkuat Pertanahan dan Pengabdian TNI AD di Papua Tengah

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 09:45 WIB

Kecelakaan di Simpang Pelita-Suprapto Sampit, Yamaha Lexi Rusak Parah Usai Terseret Truk CPO

Berita Terbaru