Anggota DPR: Penguatan moderasi beragama tanggung jawab bersama

- Jurnalis

Sabtu, 22 Maret 2025 - 09:19 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

Jakarta – Anggota Komisi VIII DPR RI Abdul Fikri Faqih menyampaikan penguatan moderasi beragama merupakan tanggung jawab bersama seluruh elemen bangsa di Tanah Air.

“Penguatan moderasi beragama adalah tanggung jawab bersama, bukan hanya pemerintah pusat, melainkan juga pemerintah daerah dan masyarakat,” kata Fikri dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Sabtu.

Ia mengatakan moderasi beragama bukan berarti menyamakan agama, melainkan upaya untuk membangun pemahaman dan praktik keagamaan yang inklusif dan toleran.

Menurutnya, konsep moderasi beragama telah digagas sejak tahun 2021 dan diperkuat dengan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 58 Tahun 2023 tentang Penguatan Moderasi Beragama.

Baca Juga :  HUT TNI ke-81: Yusuf dan Jhansen Tegaskan TNI Bersama Rakyat

Baca juga: Kemenag targetkan 1.000 Kampung Moderasi Beragama rampung pada 2025

Hal tersebut diungkap Fikri dalam kegiatan pelatihan penggerak penguatan moderasi beragama yang melibatkan puluhan guru dan penyuluh Kementerian Agama (Kemenag). Pelatihan yang digelar di Balai Diklat Keagamaan Semarang atas nama Kemenag berlangsung pada Senin (17/3) di MAN Kota Tegal, Jawa Tengah.

Fikri pun menyatakan rasa syukur dapat bersilaturahmi dan mengisi acara pelatihan tersebut.

Dia juga menerima aspirasi dari peserta terkait dengan adanya perbedaan antara pendidikan di bawah Kemenag, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), dan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek).

Baca Juga :  Prabowo Lantik Suyudi Ario Seto sebagai Kapolri, Ganti Sigit

Baca juga: Muhammadiyah: Moderasi beragama penting tingkatkan harmoni sosial

“Di Kementerian Pendidikan, ada otonomi daerah dalam pengelolaan pendidikan, sementara di Kemenag semuanya terpusat. Kami berharap dengan penguatan moderasi beragama, ide-ide keagamaan yang inklusif dapat tumbuh tanpa harus larut dalam agama lain,” ujar dia.

Kegiatan itu, kata dia, diharapkan dapat memperkuat pemahaman dan praktik moderasi beragama di kalangan guru dan penyuluh, serta mendorong kolaborasi antara berbagai pihak dalam membangun masyarakat yang toleran dan harmonis.

(Antara)(SupersemarNewsTeam)

Follow WhatsApp Channel supersemarnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

SILATURAHIM SUPERSEMAR LAW FIRM DAN NEWS KE BAKAMLA RI, PERKUAT KOMUNIKASI DAN SINERGI ANTARLEMBAGA
Duta Besar Palestina Ajak Masyarakat Jakarta Hadiri Budayantara Fest 2026
HUT Ke-81 TNI, Purn TNI Deni Heryanto: Pengabdian Prajurit Harus Selalu Bersama Rakyat
HUT TNI ke-81: Yusuf dan Jhansen Tegaskan TNI Bersama Rakyat
Kapolri Suyudi Rotasi 88 Pati dan Pamen, 19 Kapolda Berganti
Prabowo Lantik Suyudi Ario Seto sebagai Kapolri, Ganti Sigit
Halimah Munawir: Maulid Nabi Sangat Bermakna bagi Pendidikan MTQ, MI MTs
Guruh Soekarnoputra Meninggal Dunia, Jejak Sang Seniman
Berita ini 0 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Rabu, 14 Oktober 2026 - 14:47 WIB

SILATURAHIM SUPERSEMAR LAW FIRM DAN NEWS KE BAKAMLA RI, PERKUAT KOMUNIKASI DAN SINERGI ANTARLEMBAGA

Rabu, 14 Oktober 2026 - 04:32 WIB

Duta Besar Palestina Ajak Masyarakat Jakarta Hadiri Budayantara Fest 2026

Senin, 5 Oktober 2026 - 07:01 WIB

HUT Ke-81 TNI, Purn TNI Deni Heryanto: Pengabdian Prajurit Harus Selalu Bersama Rakyat

Senin, 5 Oktober 2026 - 01:02 WIB

HUT TNI ke-81: Yusuf dan Jhansen Tegaskan TNI Bersama Rakyat

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 06:41 WIB

Kapolri Suyudi Rotasi 88 Pati dan Pamen, 19 Kapolda Berganti

Berita Terbaru