Demo Ojol 20 Mei, Polda Kerahkan 2.554 Personel

- Jurnalis

Selasa, 20 Mei 2025 - 19:18 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Ade Ary, pastikan 2.554 personel dikerahkan untuk amankan aksi unjuk rasa ojol di Jakarta.

SUPERSEMAR NEWS BOGOR – Polda Metro Jaya mengerahkan 2.554 personel gabungan untuk mengamankan unjuk rasa besar-besaran yang digelar para pengemudi ojek online (ojol) pada Selasa, 20 Mei 2025.

Personel Tersebar di Empat Titik Strategis

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Ade Ary Syam Indradi, menyebutkan pengamanan tersebar di empat sektor utama:

  • Monas (Utara dan Selatan): 1.080 personel
  • Bundaran HI dan Kemenhub RI: 285 personel
  • DPR/MPR RI: 989 personel
  • Lalu lintas: 200 personel dari Ditlantas
Baca Juga :  Ceramah di Lemhannas RI, Panglima TNI Tegaskan Kesiapsiagaan TNI Hadapi Ancaman Multidimensi

Personel terdiri dari 1.913 anggota Polda Metro Jaya, 230 dari Polres Jakarta Pusat, 320 personel TNI, dan 91 dari Pemda DKI Jakarta.

Imbauan Kepada Warga dan Peserta Aksi

Polda mengimbau masyarakat menghindari kawasan Monas, Bundaran HI, Kemenhub, dan Gedung DPR/MPR RI selama aksi. Warga diminta mengatur waktu dan rute perjalanan demi menghindari kemacetan.

Sementara itu, Polda mengimbau peserta aksi menyampaikan aspirasi secara tertib, tanpa membawa barang berbahaya, dan menghindari provokasi. Ade Ary menegaskan, “Kami menjamin kebebasan berpendapat, namun tetap mengutamakan ketertiban.

Baca Juga :  SILATURAHIM SUPERSEMAR LAW FIRM DAN NEWS KE BAKAMLA RI, PERKUAT KOMUNIKASI DAN SINERGI ANTARLEMBAGA

Ribuan pengemudi ojek online padati jalan saat unjuk rasa besar di Jakarta, menuntut keadilan tarif dan regulasi aplikator.

Aksi Nasional 500 Ribu Pengemudi

Sebagai bentuk protes, sekitar 500 ribu driver ojol dan taksi online dari berbagai daerah, seperti Jawa Timur, Jawa Tengah, Yogyakarta, Palembang, Lampung, dan Banten, mematikan aplikasi. Mereka menolak kebijakan aplikator yang dinilai melanggar regulasi tarif dan kemitraan.

Aksi ini menjadi sorotan nasional dan diperkirakan berdampak pada layanan transportasi daring di berbagai wilayah.

Editor: SanggaBuana
Sumber: Antara News

Follow WhatsApp Channel supersemarnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

POLSEK TAMBORA RESPONS CEPAT ADUAN WARGA, CEGAH KERIBUTAN KELUARGA DI PEKOJAN
BERHASIL TANGKAP PETINGGI KKB DAN REBUT KEMBALI SENJATA, PRAJURIT YONIF 9 MARINIR RAIH KPLB
KPK Tunggu Balasan TNI Terkait Dugaan 2 Prajurit Aktif di Kasus BNPB
Konser Andrea Bocelli di Borobudur Makin Dekat: MUI Tolak, Polda Jateng Sebut tak Ada Pembatalan
Letjen TNI Iwan Setiawan, dari Everest ke Kostrad
Gempa M 7,0 Guncang Tibet China
Enam Agama, Satu Kampus: Merawat Toleransi di IABN Sriwijaya Tangerang
KCIC mendukung mobilitas pelari Jakarta Running Festival melalui Whoosh
Berita ini 0 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 10:05 WIB

POLSEK TAMBORA RESPONS CEPAT ADUAN WARGA, CEGAH KERIBUTAN KELUARGA DI PEKOJAN

Jumat, 23 Oktober 2026 - 09:24 WIB

BERHASIL TANGKAP PETINGGI KKB DAN REBUT KEMBALI SENJATA, PRAJURIT YONIF 9 MARINIR RAIH KPLB

Jumat, 23 Oktober 2026 - 09:18 WIB

KPK Tunggu Balasan TNI Terkait Dugaan 2 Prajurit Aktif di Kasus BNPB

Jumat, 23 Oktober 2026 - 09:14 WIB

Konser Andrea Bocelli di Borobudur Makin Dekat: MUI Tolak, Polda Jateng Sebut tak Ada Pembatalan

Jumat, 23 Oktober 2026 - 09:10 WIB

Letjen TNI Iwan Setiawan, dari Everest ke Kostrad

Berita Terbaru

Berita utama

Letjen TNI Iwan Setiawan, dari Everest ke Kostrad

Jumat, 23 Okt 2026 - 09:10 WIB