“Xenodermus javanicus atau si Naga Jawa terlihat beristirahat di atas bebatuan lembap di kawasan Gunung Sanggabuana, habitat alaminya yang sejuk dan basah.”
Foto: dok. Sanggabuana Conservation Foundation

Si Naga Jawa Menghuni Gunung Sanggabuana

SUPERSEMAR NEWS – Gunung Sanggabuana di Karawang, Jawa Barat, menyimpan kekayaan hayati unik. Salah satunya adalah Xenodermus javanicus, dikenal sebagai naga Jawa. Ular kecil ini menjadi penghuni tetap hutan tropis setinggi 1.291 mdpl itu.

Ular ramping berwarna hitam keabu-abuan ini memiliki kulit bersisik unik. Nama Xenodermus berarti “kulit aneh”, sesuai tampilannya yang menyerupai makhluk mitologi. Situs Animalium-BRIN menyebutkan, sisik ular ini tersusun rapi di bagian perut, sementara bagian punggungnya dihiasi tonjolan hemiphenial.

Ciri Unik Naga Jawa

Tim Sanggabuana Conservation Foundation (SCF) menemukan ular ini sepanjang 50 cm dengan dua tanduk kecil di kepala. Bentuk kepala membulat dengan moncong segitiga berwarna terang, berbeda dari punggungnya yang gelap.

Meski terlihat menyeramkan, ular ini tidak berbisa dan tidak agresif. Namun, ular ini tidak cocok dipelihara karena mudah stres. Ia hanya nyaman di habitat asli bersuhu sejuk, lembap, dekat bebatuan, dan berair.

Habitat dan Pola Hidup

Xenodermus javanicus biasanya tinggal di bawah kayu lapuk atau tanah basah. Mangsanya adalah katak kecil yang mudah ditemukan di kawasan hutan hujan tropis. Ular betina bertelur dan menetaskan banyak anak dalam lubang persembunyian.

Ular ini juga ditemukan di Sumatra dan Kalimantan, tetapi populasi signifikan hanya ada di pegunungan tinggi seperti Sanggabuana.

Penemuan dan Status Konservasi

SCF bersama Fakultas Biologi Universitas Nasional (UNAS) Jakarta menemukan spesies ini tahun 2022 di sekitar Sungai Cikoleangkak. Mereka mendokumentasikannya sedang memangsa anak katak.

Meski berstatus least concern menurut IUCN, naga Jawa sangat sensitif terhadap perubahan iklim dan deforestasi. Jika populasinya menurun, itu bisa menjadi sinyal rusaknya ekosistem.

Sanggabuana Menuju Taman Nasional

Saat ini, Gunung Sanggabuana sedang diusulkan menjadi taman nasional, menggantikan status hutan produksinya. Jika konservasi berhasil, keberadaan naga Jawa dapat menjadi indikator keberlanjutan lingkungan.

SupersemarNewsTeam
SanggaBuana