SAMPIT,Supersemar news – Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur menggelar Apel Siaga dan Gladi Kesiapsiagaan menghadapi ancaman bencana kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di halaman kantor BPBD Kotim, Jalan Jenderal Sudirman Km. 6,8, Kecamatan MB Ketapang, Senin pagi (4/8/2025).

Kegiatan ini dihadiri oleh Wakil Bupati Kotim Irawati, S.Pd yang mewakili Bupati Kotim, Sekretaris Daerah Kotim Masri, S.E, Ketua DPRD Kotim (diwakili oleh Rudianur), Dandim 1015/Sampit (diwakili Mayor Inf Joko Susilo), Kapolres Kotim (diwakili Kompol Marsono), Danyon B Pelopor Sat Brimob AKBP Edi, Kepala BPBD Kotim Mutazam, Kepala Basarnas Kotim Ridwan, serta perwakilan dari Damkar dan Satpol PP Kotim.

Dalam sambutan Bupati Kotim yang dibacakan oleh Wakil Bupati Irawati, Pemkab menyampaikan apresiasi kepada seluruh jajaran Forkopimda dan peserta apel. Diharapkan kegiatan ini menjadi momentum penguatan koordinasi lintas sektor dalam penanggulangan Karhutla di Kotim.

“Kami berharap kegiatan ini menjadi aksi nyata dalam mengurangi risiko bencana Karhutla yang kerap terjadi dan berdampak besar terhadap ekologi, kesehatan, dan ekonomi masyarakat,” tegas Irawati.

Pemkab mengingatkan bahwa kebakaran hutan dan lahan pernah memberikan dampak berat di tahun 2015, 2019, dan 2023, yang mengakibatkan kerusakan lahan produktif, meningkatnya kasus ISPA, serta gangguan pada aktivitas masyarakat.

Data BMKG per 31 Juli 2025 mencatat sebanyak 130 titik panas (hotspot) dan 19,62 hektare lahan terbakar di wilayah Kotim. Dengan memasuki musim kemarau, ancaman Karhutla dinilai semakin nyata akibat kekeringan dan keterbatasan sumber air.

Sebagai langkah tanggap, Pemkab Kotim telah menetapkan status siaga darurat Karhutla selama 90 hari mulai 1 Agustus hingga 29 Oktober 2025. Seluruh instansi terkait, termasuk TNI-Polri, BPBD, Manggala Agni, dunia usaha dan masyarakat diminta untuk mengerahkan sumber daya dalam pencegahan dan penanganan Karhutla.

BPBD Kotim telah meningkatkan kesiapsiagaan melalui pembentukan pos lapangan di delapan kecamatan rawan, yakni: Teluk Sampit, Mentaya Hilir Selatan, Pulau Hanaut, Mentaya Hilir Utara, Seranau, Kota Besi, Cempaga, dan Parenggean. Pos tersebut diperkuat oleh unsur Bhabinkamtibmas, Babinsa, dan Masyarakat Peduli Api, serta didukung oleh pendanaan dari BPB-PK Provinsi Kalimantan Tengah.

Irawati menekankan pentingnya deteksi dini dan pemantauan titik-titik rawan sebagai upaya utama dalam pencegahan kebakaran.

“Kami mengimbau agar semua petugas siaga setiap saat. Jika muncul titik api, harus segera dilakukan pemadaman. Jangan biarkan api membesar,” ujarnya.

Usai apel, Wakil Bupati bersama unsur Forkopimda melakukan pengecekan langsung terhadap kesiapan peralatan pemadam kebakaran yang digelar di lapangan BPBD. Alat-alat tersebut dipastikan siap digunakan dalam penanggulangan Karhutla di wilayah Kotim.(Red)