Ojol Tolak Komisi 10 Persen, Khawatir Rugi Tanpa Asuransi

- Jurnalis

Kamis, 18 September 2025 - 19:56 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

SUPERSEMAR NEWS – Jakarta – Penurunan potongan komisi ojek online (ojol) dari 20 persen menjadi 10 persen memicu perdebatan di kalangan pengemudi. Tidak semua komunitas menyambut baik kebijakan yang disetujui pemerintah dan DPR.

Komunitas Ojol Utara Tolak Komisi 10 Persen

Koordinator Wilayah Ojol Jakarta Utara, Mansyur, menegaskan bahwa sekitar 2.000 anggotanya tetap mendukung potongan 20 persen. Menurutnya, sistem lama justru memberikan perlindungan yang lebih nyata, seperti asuransi kecelakaan, bantuan kesehatan, hingga dukungan perawatan kendaraan.

Baca Juga :  HUT TNI ke-81: Yusuf dan Jhansen Tegaskan TNI Bersama Rakyat

“Kalau dipotong 10 persen, benefit-benefit itu hilang. Asuransi, ganti oli, ganti ban, semua pasti enggak ada. Jadi yang dirugikan justru kita sendiri,” ujarnya, Kamis (18/9/2025).

Dampak Negatif Bagi Driver

Mansyur menilai, pemangkasan komisi tidak otomatis meningkatkan penghasilan pengemudi. Sebaliknya, kebijakan itu dikhawatirkan mengurangi promo, orderan, dan perlindungan bagi mitra.

Selain itu, ia menyesalkan keputusan DPR RI yang dianggap terburu-buru tanpa melibatkan aspirasi komunitas ojol aktif di lapangan.

“Pemerintah harus turun. Maksudnya apa teriakan segelintir orang itu? Kita harus bicara terbuka dengan data, dengan driver-driver yang benar-benar narik,” tegasnya.

Baca Juga :  KRKT Kritik Penanganan Karhutla di Kalteng, Desak Transparan Anggaran

Fokus Kerja, Tolak Demo

Mansyur dan komunitasnya memilih tidak ikut aksi demonstrasi di depan DPR. Mereka lebih memilih tetap mencari order demi menafkahi keluarga.

“Tidak. Lebih baik tetap fokus on bid untuk keluarga,” ujarnya.

Usul Forum Diskusi Terbuka

Sebagai solusi, Mansyur mendorong agar pemerintah bersama DPR mengadakan Forum Group Discussion (FGD) dengan melibatkan komunitas ojol aktif. Tujuannya agar kebijakan benar-benar sesuai dengan kebutuhan di lapangan.

SupersemarNewsTeam
Reporter:
R/Rifay Marzuki

Follow WhatsApp Channel supersemarnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

POLSEK TAMBORA RESPONS CEPAT ADUAN WARGA, CEGAH KERIBUTAN KELUARGA DI PEKOJAN
BERHASIL TANGKAP PETINGGI KKB DAN REBUT KEMBALI SENJATA, PRAJURIT YONIF 9 MARINIR RAIH KPLB
KPK Tunggu Balasan TNI Terkait Dugaan 2 Prajurit Aktif di Kasus BNPB
Konser Andrea Bocelli di Borobudur Makin Dekat: MUI Tolak, Polda Jateng Sebut tak Ada Pembatalan
Letjen TNI Iwan Setiawan, dari Everest ke Kostrad
Gempa M 7,0 Guncang Tibet China
Enam Agama, Satu Kampus: Merawat Toleransi di IABN Sriwijaya Tangerang
KCIC mendukung mobilitas pelari Jakarta Running Festival melalui Whoosh
Berita ini 5 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 10:05 WIB

POLSEK TAMBORA RESPONS CEPAT ADUAN WARGA, CEGAH KERIBUTAN KELUARGA DI PEKOJAN

Jumat, 23 Oktober 2026 - 09:24 WIB

BERHASIL TANGKAP PETINGGI KKB DAN REBUT KEMBALI SENJATA, PRAJURIT YONIF 9 MARINIR RAIH KPLB

Jumat, 23 Oktober 2026 - 09:18 WIB

KPK Tunggu Balasan TNI Terkait Dugaan 2 Prajurit Aktif di Kasus BNPB

Jumat, 23 Oktober 2026 - 09:14 WIB

Konser Andrea Bocelli di Borobudur Makin Dekat: MUI Tolak, Polda Jateng Sebut tak Ada Pembatalan

Jumat, 23 Oktober 2026 - 09:10 WIB

Letjen TNI Iwan Setiawan, dari Everest ke Kostrad

Berita Terbaru

Berita utama

Letjen TNI Iwan Setiawan, dari Everest ke Kostrad

Jumat, 23 Okt 2026 - 09:10 WIB