PBB Ingatkan Indonesia Terancam Kenaikan Air Laut 2050

- Jurnalis

Minggu, 21 September 2025 - 23:02 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

JAKARTA – SUPERSEMAR NEWS – Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) memberikan peringatan serius terkait bahaya pemanasan global di kawasan Asia, termasuk Indonesia. Laporan World Meteorological Organization (WMO) bertajuk State of the Climate in Asia 2023 mengungkapkan fakta mengerikan tentang percepatan perubahan iklim.

Asia Panas Dua Kali Lebih Cepat

Dalam laporan tersebut, WMO menyoroti bahwa Asia mengalami pemanasan hampir dua kali lebih cepat dibandingkan rata-rata global sejak periode 1961–1990. Kondisi ini mendorong munculnya bencana iklim seperti banjir besar, badai, gelombang panas, hingga kekeringan panjang.

Baca Juga :  Bareskrim Polri dan BNN Musnahkan 14,6 Kilogram Ganja

Sekretaris Jenderal WMO, Celeste Saulo, menegaskan, “Kesimpulan dari laporan ini sangat menyadarkan kita.” Tahun 2023 bahkan tercatat sebagai salah satu tahun terpanas dengan 79 bencana hidrometeorologi, 80% di antaranya akibat banjir dan badai. Dampaknya, lebih dari 2.000 korban jiwa dan sembilan juta orang terdampak.

Indonesia dalam Zona Kuning Bahaya Laut Naik

Selain suhu ekstrem, laporan itu juga menyoroti kenaikan permukaan laut dari Januari 1993 hingga Mei 2023. Banyak wilayah Asia, termasuk Indonesia, tercatat mengalami kenaikan Global Mean Sea Level (GMSL) di atas rata-rata global, yakni 3,4 mm per tahun.

Baca Juga :  10 Tahun Konsisten, Toko Jual Trophy. Menjadi Andalan Produksi Plakat dan Trophy di Wilayah Jakarta Barat

Peta yang dirilis WMO menempatkan Indonesia dalam zona kuning yang menandakan peringatan serius. USAID pada 2016 bahkan memproyeksikan bahwa pada 2050, sekitar 2.000 pulau kecil di Indonesia terancam tenggelam, sehingga 42 juta penduduk berisiko kehilangan tempat tinggal.

Peringatan Dini Menyelamatkan Ribuan Nyawa

Armida Salsiah Alisjahbana, Sekretaris Eksekutif ESCAP, mencontohkan badai tropis Mocha di Teluk Benggala pada 2023 yang menjadi topan terkuat dalam satu dekade. Meski begitu, ia menekankan bahwa sistem peringatan dini dan kesiapsiagaan mampu menyelamatkan ribuan nyawa.

SupersemarNewsTeam
SanggaBuana

Follow WhatsApp Channel supersemarnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

TNI–ADF Gelar NEO TTX, Simulasikan Evakuasi Warga akibat Erupsi Gunung Raung
Kapolda Metro Jaya Pimpin Rapat Konsolidasi, Perkuat Antisipasi Gangguan Kamtibmas di Jakarta
Kapolda Metro Jaya Pimpin Apel Green Policing, Perkuat Sinergi Polri dan Masyarakat
Kodam XXIX/Mambruk Resmi Berdiri di Nabire, Perkuat Pertanahan dan Pengabdian TNI AD di Papua Tengah
Kecelakaan di Simpang Pelita-Suprapto Sampit, Yamaha Lexi Rusak Parah Usai Terseret Truk CPO
Prajurit Korps Marinir Gempur Pantai Banongan dalam Operasi Amfibi Keris Woomera 2026
Marinir Indonesia Bekali Prajurit Australia Teknik Bertahan Hidup di Hutan
Dampak Ekonomi MotoGP Mandalika 2026 Capai Rp 5,2 Triliun, Naik 4,8 Persen
Berita ini 0 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 14:52 WIB

TNI–ADF Gelar NEO TTX, Simulasikan Evakuasi Warga akibat Erupsi Gunung Raung

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 11:16 WIB

Kapolda Metro Jaya Pimpin Rapat Konsolidasi, Perkuat Antisipasi Gangguan Kamtibmas di Jakarta

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 11:10 WIB

Kapolda Metro Jaya Pimpin Apel Green Policing, Perkuat Sinergi Polri dan Masyarakat

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 10:46 WIB

Kodam XXIX/Mambruk Resmi Berdiri di Nabire, Perkuat Pertanahan dan Pengabdian TNI AD di Papua Tengah

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 09:45 WIB

Kecelakaan di Simpang Pelita-Suprapto Sampit, Yamaha Lexi Rusak Parah Usai Terseret Truk CPO

Berita Terbaru