Penanggulangan Ekstremisme Monitoring Program Presiden NTB

- Jurnalis

Jumat, 28 November 2025 - 16:09 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif
Rapat Koordinasi Monitoring dan Evaluasi RAN PE 2025–2029 yang mempertemukan pejabat pusat dan daerah dalam satu meja koordinasi. Dalam suasana formal dan penuh keseriusan, para peserta menyatukan tangan sebagai simbol komitmen bersama untuk menanggulangi ekstremisme dan terorisme serta memastikan Program Prioritas Presiden berjalan efektif di Provinsi NTB.

Pemerintah Perkuat Penanggulangan Ekstremisme dan Awasi Program Prioritas Presiden di NTB

SUPERSEMAR NEWS — Lombok. Pemerintah Indonesia mempertegas komitmen nasional dalam pencegahan dan penanggulangan ekstremisme yang mengarah pada terorisme sekaligus melakukan pemantauan menyeluruh terhadap pelaksanaan Program Prioritas Presiden di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB). Kegiatan ini berlangsung pada 24–25 November 2025 dan menjadi rangkaian penting dalam memastikan stabilitas nasional serta peningkatan layanan publik.

Inisiatif ini dipimpin oleh Kedeputian Bidang Politik Luar Negeri Kementerian Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Kemenko Polkam), yang menegaskan bahwa upaya pencegahan ekstremisme harus semakin solid melalui sinergi kuat antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah. Seluruh agenda ini sejalan dengan implementasi Rencana Aksi Nasional Pencegahan dan Penanggulangan Ekstremisme (RAN PE).

Komitmen Kemenko Polkam Menguatkan RAN PE 2025–2029

Dalam pernyataannya, Triyono Yulianto, Kepala Bidang Kerja Sama Politik dan Perdamaian Internasional Kemenko Polkam, menegaskan bahwa Indonesia berkomitmen penuh untuk membangun sistem keamanan nasional yang mampu mencegah ekstremisme sejak dini. Penegasan ini sesuai amanat Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945, yang menjadi dasar negara dalam menjaga keutuhan NKRI.

Triyono menyampaikan bahwa komitmen tersebut tidak hanya ditujukan kepada publik nasional, tetapi juga menjadi bukti nyata Indonesia kepada komunitas internasional, terutama negara-negara ASEAN, melalui keterlibatan aktif dalam ASEAN Convention on Counter Terrorism.

Kemenko Polkam juga memberikan dukungan penuh terhadap penyusunan Peraturan Presiden tentang RAN PE 2025–2029, yang menjadi pedoman seluruh kementerian dan pemerintah daerah. Pemerintah daerah pun didorong untuk menyusun Rencana Aksi Daerah Pencegahan Ekstremisme (RAD PE) sebagai langkah konkrit melindungi masyarakat dari ancaman ideologi kekerasan.

Baca Juga :  3 Brigjen Pol Dimutasi Kapolri Dalam Rangka Pensiun, Ini Daftar Namanya

Monitoring Program Prioritas Presiden: Fokus MBG dan Sekolah Rakyat

Selain melakukan penguatan kebijakan pencegahan ekstremisme, Kemenko Polkam juga melakukan monitoring lapangan terhadap Program Prioritas Presiden, khususnya di Kabupaten Lombok Tengah, Lombok Barat, dan Kota Mataram. Agenda ini mencakup evaluasi implementasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) serta pelaksanaan Sekolah Rakyat (SR), dua program strategis yang bertujuan meningkatkan pelayanan sosial dasar.

Kemenko Polkam memastikan seluruh proses monitoring berjalan objektif, faktual, dan berbasis data di lapangan.

Distribusi MBG di Lombok Tengah Berjalan Lancar dan Tepat Sasaran

Triyono menjelaskan bahwa Program MBG di Kabupaten Lombok Tengah telah berjalan baik dan memenuhi standar distribusi. Makanan disalurkan dengan mempertimbangkan jarak sekolah, kondisi geografis, serta kebutuhan penerima manfaat, sehingga proses distribusi berjalan efisien, aman, dan tanpa insiden berarti.

Data resmi mencatat bahwa SPPG Praya Lombok Tengah melayani 3.092 penerima manfaat, yang tersebar di 6 sekolah dan 9 posyandu. Sebagai langkah antisipatif, menu makanan telah disusun untuk kebutuhan satu bulan ke depan, guna mengatasi potensi gangguan distribusi atau pasokan.

Sekolah Rakyat Rintisan: Upaya Pemerataan Akses Pendidikan

Dalam rangka pemerataan pendidikan, Kemenko Polkam juga meninjau dua lokasi Sekolah Rakyat (SR) rintisan, yaitu SR tingkat SMP di Kota Mataram dan SR tingkat SD di Kabupaten Lombok Barat. Kedua sekolah tersebut saat ini beroperasi secara sementara dengan memanfaatkan fasilitas milik Kementerian Sosial serta Pemerintah Kabupaten.

Masing-masing Sekolah Rakyat menampung 100 siswa, yang dibagi ke dalam empat kelompok belajar. Meski masih bersifat rintisan, model pendidikan ini diharapkan dapat memperluas akses pendidikan bagi anak-anak dari berbagai latar belakang sosial ekonomi.

Baca Juga :  Korban Tenggelam di Danau Gambut Banjar Ditemukan Meninggal Dunia

Analisis Lapangan: Tantangan dan Peluang Perbaikan Program

Hasil pemantauan Kemenko Polkam menunjukkan bahwa program-program prioritas ini pada dasarnya berjalan baik, namun terdapat beberapa catatan penting yang perlu ditindaklanjuti untuk memastikan keberlanjutan dan peningkatan kualitas layanan publik, antara lain:

  1. Kebutuhan peningkatan infrastruktur distribusi pada daerah dengan medan berat.
  2. Kepastian pasokan bahan makanan agar Program MBG tidak terganggu.
  3. Penataan fasilitas belajar di Sekolah Rakyat agar lebih representatif.
  4. Pelatihan tambahan untuk pendamping SR guna meningkatkan kualitas pembelajaran.
  5. Integrasi data penerima manfaat dengan sistem nasional untuk menghindari tumpang tindih program.

Analisis ini menjadi dasar bagi penyusunan rekomendasi kebijakan yang akan dibahas lebih lanjut bersama pemerintah daerah NTB dan kementerian terkait.

Dampak Kebijakan: Memperkuat Stabilitas dan Ketahanan Nasional

Penanggulangan ekstremisme dan peningkatan kualitas layanan pendidikan serta gizi di NTB diharapkan memiliki dampak langsung terhadap keamanan nasional, kesejahteraan masyarakat, serta pembangunan sumber daya manusia. Pendekatan integratif yang digunakan Kemenko Polkam memungkinkan pemerintah melihat kondisi lapangan secara menyeluruh dan mengidentifikasi area yang membutuhkan intervensi cepat.

Dengan demikian, NTB tidak hanya menjadi lokasi implementasi program nasional, tetapi juga model evaluasi kebijakan berbasis bukti (evidence-based policy) yang dapat diterapkan di provinsi lain.

Komitmen Berkelanjutan Kemenko Polkam: Efektif, Tepat Sasaran, dan Responsif

Menutup agenda pemantauan di NTB, Kemenko Polkam menegaskan kembali komitmennya untuk memastikan Program Prioritas Presiden berjalan efektif, tepat sasaran, dan benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat. Pemerintah juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah.

Triyono Yulianto menambahkan bahwa pemerintah akan terus melakukan evaluasi rutin agar program-program tersebut tidak hanya berjalan baik, tetapi juga memberikan dampak jangka panjang yang signifikan bagi peningkatan kualitas hidup masyarakat Indonesia.

Sebagai langkah lanjutan, laporan lengkap hasil monitoring akan diserahkan kepada pimpinan kementerian serta dibahas dalam rapat koordinasi nasional berikutnya.***(SB)

SupersemarNewsTeam

Follow WhatsApp Channel supersemarnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

TNI–ADF Gelar NEO TTX, Simulasikan Evakuasi Warga akibat Erupsi Gunung Raung
Kapolda Metro Jaya Pimpin Rapat Konsolidasi, Perkuat Antisipasi Gangguan Kamtibmas di Jakarta
Kapolda Metro Jaya Pimpin Apel Green Policing, Perkuat Sinergi Polri dan Masyarakat
Kodam XXIX/Mambruk Resmi Berdiri di Nabire, Perkuat Pertanahan dan Pengabdian TNI AD di Papua Tengah
Kecelakaan di Simpang Pelita-Suprapto Sampit, Yamaha Lexi Rusak Parah Usai Terseret Truk CPO
Prajurit Korps Marinir Gempur Pantai Banongan dalam Operasi Amfibi Keris Woomera 2026
Marinir Indonesia Bekali Prajurit Australia Teknik Bertahan Hidup di Hutan
Dampak Ekonomi MotoGP Mandalika 2026 Capai Rp 5,2 Triliun, Naik 4,8 Persen
Berita ini 0 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 14:52 WIB

TNI–ADF Gelar NEO TTX, Simulasikan Evakuasi Warga akibat Erupsi Gunung Raung

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 11:16 WIB

Kapolda Metro Jaya Pimpin Rapat Konsolidasi, Perkuat Antisipasi Gangguan Kamtibmas di Jakarta

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 11:10 WIB

Kapolda Metro Jaya Pimpin Apel Green Policing, Perkuat Sinergi Polri dan Masyarakat

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 10:46 WIB

Kodam XXIX/Mambruk Resmi Berdiri di Nabire, Perkuat Pertanahan dan Pengabdian TNI AD di Papua Tengah

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 09:45 WIB

Kecelakaan di Simpang Pelita-Suprapto Sampit, Yamaha Lexi Rusak Parah Usai Terseret Truk CPO

Berita Terbaru