Jajaran pengurus pusat HPSMI berfoto bersama usai konsolidasi nasional di Jakarta, menegaskan komitmen organisasi dalam menyusun strategi besar 2025 demi kedaulatan dan kesejahteraan petani Indonesia. (Foto : Dokumentasi Supersemar News)

LAPORAN KHUSUS

STRATEGI BESAR HPSMI 2025 UNTUK KEDAULATAN PETANI
INDONESIA
SUPERSEMAR NEWS – JAKARTA –Himpunan Petani Sejahtera Mandiri Indonesia (HPSMI) pada 12 Desember 2025 menggelar konsolidasi nasional yang menjadi titik penting dalam perjalanan organisasi. Konsolidasi ini tidak hanya menjadi forum internal, tetapi juga momentum untuk menyusun strategi besar dalam menjawab berbagai persoalan struktural sektor pertanian. Dengan semakin kompleksnya tantangan pertanian, HPSMI menegaskan komitmennya memperjuangkan martabat, kemandirian, dan kesejahteraan petani Indonesia

Pertemuan nasional yang digelar di kantor pusat organisasi ini menghadirkan seluruh jajaran pengurus inti, mulai dari Ketua Umum H. M. Gunther Gemparalam, Sekretaris Jenderal Ridho Pulungan, Wakil Ketua Umum, para ketua bidang program, hingga bendahara pusat. Kehadiran
jajaran lengkap ini memastikan bahwa proses penyusunan kebijakan berjalan sistematis, terukur,serta mampu dieksekusi efektif.

Gunther menegaskan bahwa konsolidasi ini dilandasi kesadaran bahwa petani Indonesia menghadapi berbagai persoalan fundamental. Mulai dari fluktuasi harga komoditas, kelangkaan pupuk, biaya modal tinggi, lemahnya akses teknologi, ketergantungan pada tengkulak, rendahnya posisi tawar, hingga ketimpangan distribusi pangan. Persoalan-persoalan tersebut tidak boleh hanya dibahas secara normatif—melainkan harus dijawab dengan program strategis yang terencana.

=== MENYATUKAN VISI DAN MENYAMAKAN PERSPEKTIF ===
Dalam sesi wawancara bersama Rifay Marzuki, Sekjen HPSMI Ridho Pulungan menekankan pentingnya langkah awal berupa penyamaan visi dan perspektif seluruh jajaran organisasi.
Menurutnya, organisasi petani harus memiliki pijakan yang sama agar setiap keputusan dapat berjalan harmonis. HPSMI, lanjutnya, tidak ingin terjebak dalam pola kerja seremonial tanpa hasil.
Karena itu, konsolidasi ini merupakan titik awal penyusunan kebijakan jangka pendek, menengah, dan panjang berbasis kebutuhan nyata petani.

Ridho menjelaskan bahwa kondisi petani saat ini memerlukan pendekatan baru yang lebih progresif. Ia menegaskan bahwa HPSMI bergerak meninggalkan pola lama yang tidak lagi efektif. Pendekatan baru dirancang berbasis inovasi, ekonomi sirkular, digitalisasi, serta ekosistem kolektif yang mendorong kemandirian petani.

=== REALITAS LAPANGAN: PETANI PRODUSEN PANGAN, TETAPI MASIH LAPAR ===
Dalam wawancara, Ridho memaparkan fakta menyedihkan yang telah lama menjadi ironi nasional:
Petani sebagai produsen pangan justru sering kali mengalami kesulitan memenuhi kebutuhan pangan mereka sendiri. Fenomena ini, menurutnya, bukan hanya persoalan teknis, tetapi persoalan struktural. Akses modal yang mahal, tingginya harga input produksi, rendahnya harga jual panen, serta keberadaan tengkulak menjadi faktor yang makin memiskinkan petani.

HPSMI menilai bahwa solusi terhadap persoalan tersebut harus berbasis kebutuhan lapangan. Aspirasi nyata petani yang dikumpulkan dari berbagai wilayah menjadi dasar utama penyusunan program yang tepat sasaran.

=== PARADIGMA BARU: EKONOMI SIRKULAR UNTUK PERTANIAN INDONESIA ===
Untuk menjawab persoalan struktural tersebut, HPSMI memperkenalkan pendekatan ekonomi sirkular dalam model pemberdayaan petani. Dalam ekosistem ini, setiap output pertanian dapat kembali menjadi input yang bernilai ekonomi. Hal ini tidak hanya menciptakan efisiensi, tetapi juga memastikan nilai tambah yang lebih besar bagi petani.

Pendekatan ekonomi sirkular mendorong petani untuk tidak lagi bergantung pada sistem tunggal berbasis tengkulak, melainkan membangun rantai usaha sendiri melalui koperasi, pengolahan
hasil, hingga pemasaran berbasis digital.

Dengan pendekatan ini, petani tidak sekadar menjadi objek produksi, melainkan subjek utama dalam rantai nilai pertanian nasional.

=== PROGRAM PRIORITAS 2026: PETANI HARUS KENYANG TERLEBIH DAHULU ===
Dalam program kerja 2026, HPSMI mengangkat isu fundamental: Kesejahteraan dasar petani.
Ridho menegaskan bahwa sebelum bicara tentang industrialisasi pertanian, smart farming, atau ekspor, petani harus memiliki jaminan pangan dan pendapatan stabil.

Karena itu, HPSMI menyiapkan program penyediaan kebutuhan pangan petani melalui sistem distribusi internal berbasis koperasi dan marketplace pertanian. Program ini bertujuan menekan
ketergantungan petani pada utang konsumtif yang selama ini menjadi beban harian mereka.

=== TRANSFORMASI PETANI DARI OBJEK MENJADI SUBJEK PEMBANGUNAN ===
Ridho menyoroti masalah paradigma pembangunan yang selama ini menempatkan petani sebagai objek. Ia menegaskan bahwa petani adalah aktor utama ketahanan pangan nasional. Oleh karena itu, seluruh kebijakan harus memposisikan petani sebagai pihak yang memiliki wewenang, akses, dan kontrol terhadap proses pertanian.

Pertanian modern tidak boleh lagi berjalan tanpa melibatkan petani dalam pengambilan keputusan. Karena itu, HPSMI mendorong pembentukan forum dialog nasional antara petani, pemerintah, dan pelaku usaha.

=== PENDATAAN NASIONAL: DASAR DARI SEMUA KEBIJAKAN ===
Salah satu langkah cepat yang ditempuh HPSMI pada 2025 adalah melakukan pendataan menyeluruh petani di seluruh Indonesia. Pendataan ini mencakup identitas petani, profil ekonomi
keluarga, potensi komoditas, data wilayah produksi, hingga kendala struktural tiap daerah. Sistem pendataan digital sedang dibangun melalui kolaborasi dengan lembaga teknologi untuk memastikan akurasi data.

Data ini akan menjadi basis perumusan kebijakan berbasis fakta, bukan asumsi.

=== IMPLEMENTASI PROGRAM: EMPAT PILAR STRATEGIS HPSMI ===

  1. QUICK ACTION PROGRAM
    Untuk menjawab kebutuhan paling mendesak, HPSMI merancang program aksi cepat mencakup:
  • Pendataan petani terdampak fluktuasi harga pupuk
  • Pendampingan teknis panen dan pascapanen
  • Penguatan kelompok tani
  1. DIGITALISASI PERTANIAN
    Transformasi digital dilakukan melalui:
  • Aplikasi monitoring kebutuhan petani
  • Pelatihan penggunaan teknologi tepat guna
  • Sistem smart agriculture berbasis data
  1. PROGRAM KESEJAHTERAAN PETANI
    Agar petani memiliki pendapatan stabil, HPSMI menyiapkan:
  • Kemitraan pemasaran hasil panen
  • Pengembangan koperasi modern
  • Edukasi finansial untuk keluarga petani
  1. ADVOKASI KEBIJAKAN PUBLIK
    Untuk memperbaiki regulasi pertanian nasional, HPSMI:
  • Mendorong regulasi pupuk yang lebih berpihak
  • Mengawal harga dasar hasil pertanian
  • Menginisiasi forum dialog nasional petani

=== PENUTUP: HARAPAN DAN KOMITMEN UNTUK MASA DEPAN PETANI ===
HPSMI berkomitmen menjadi organisasi petani modern yang menjawab tantangan zaman. Dengan strategi kolektif, kepemimpinan yang kuat, dan visi yang jelas, HPSMI meyakini bahwa masa depan
petani Indonesia dapat berubah menjadi lebih baik. Ridho menutup wawancara dengan pesan bahwa perjuangan petani adalah perjuangan bangsa. Petani harus bangkit, mandiri, dan bermartabat.

HPSMI percaya bahwa transformasi besar hanya dapat dicapai melalui keberanian meninggalkan pola lama dan membangun ekosistem baru yang menempatkan petani sebagai pusat pembangunan nasional.***(SB)

SupersemarNewsTeam
Reporter : R/Rifay Marzuki