Prabowo Targetkan 82,3 Juta Penerima MBG Hingga Akhir 2026

- Jurnalis

Senin, 9 Februari 2026 - 12:39 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

Presiden Prabowo Subianto, menegaskan target 82,3 juta penerima manfaat Program Makan Bergizi Gratis (MBG) hingga akhir 2026, sebagai strategi utama pemerintah menekan kemiskinan dan memperkuat kesejahteraan rakyat.

Prabowo Percepat Program MBG Demi 82,3 Juta Penerima Manfaat

SUPERSEMAR NEWS – JAKARTA — Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto kembali menegaskan komitmen pemerintah dalam memperluas program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai tulang punggung strategi nasional pengentasan kemiskinan.

Dalam pidatonya pada acara Mujahadah Kubro 1 Abad NU yang disiarkan melalui kanal resmi YouTube Sekretariat Negara, Minggu (8/2/2026), Prabowo secara terbuka menyampaikan target ambisius: 82,3 juta penerima manfaat MBG sebelum akhir tahun 2026.

“Insyaallah sebelum akhir 2026 kita akan sampai 82,3 juta yang berhak,” tegas Prabowo.

Pernyataan ini bukan sekadar janji politik. Sebaliknya, pemerintah telah menunjukkan progres nyata. Hingga awal 2026, program MBG telah menjangkau lebih dari 60 juta warga hanya dalam kurun waktu kurang dari satu setengah tahun.

Dari Anak-Anak hingga Manula: MBG Menyasar Kelompok Rentan

Lebih lanjut, Prabowo menjelaskan bahwa penerima MBG mencakup anak-anak usia sekolah, ibu-ibu, serta kelompok lanjut usia—segmen masyarakat yang selama ini paling rentan terhadap kekurangan gizi.

“Kita sudah memberi makan kepada 60 juta anak-anak, ibu-ibu, dan orang-orang tua di seluruh Indonesia,” ujar Presiden.

Dengan demikian, MBG tidak berdiri sebagai program bantuan biasa, melainkan dirancang sebagai intervensi struktural untuk memutus rantai kemiskinan dari hulunya: kekurangan gizi.

Baca Juga :  HUT TNI ke-81: Yusuf dan Jhansen Tegaskan TNI Bersama Rakyat

MBG Bukan Sekadar Bantuan Sosial, Tapi Investasi SDM Nasional

Selanjutnya, Presiden menegaskan bahwa penyediaan makanan bergizi merupakan bentuk investasi jangka panjang terhadap kualitas sumber daya manusia Indonesia.

Menurutnya, anak-anak yang tumbuh dengan nutrisi cukup akan memiliki daya belajar lebih baik. Ibu-ibu yang sehat akan melahirkan generasi lebih kuat. Sementara lansia yang terpenuhi gizinya dapat hidup lebih produktif dan bermartabat.

Dengan kata lain, MBG menjadi fondasi menuju Indonesia Emas 2045.

Strategi Tekan Kemiskinan Lewat Perut yang Kenyang

Secara paralel, Prabowo menyatakan bahwa MBG menjadi instrumen utama pemerintah dalam menurunkan angka kemiskinan ekstrem.

Logikanya sederhana namun berdampak besar:

➡ Ketika pangan terpenuhi
➡ Beban rumah tangga berkurang
➡ Daya beli meningkat
➡ Produktivitas naik
➡ Ekonomi lokal bergerak

Inilah efek domino yang sedang dibangun pemerintah.

Pemerintah Gandeng UMKM, Petani, dan Dapur Rakyat

Tak hanya soal distribusi makanan, MBG juga membuka lapangan kerja baru melalui:

  • Dapur komunitas
  • Mitra UMKM
  • Petani lokal
  • Peternak daerah

Dengan melibatkan rantai pasok domestik, MBG menciptakan multiplier effect ekonomi dari desa hingga kota.

SUPERSEMAR NEWS mencatat, ribuan dapur rakyat telah beroperasi di berbagai provinsi, menyerap tenaga kerja dan menghidupkan ekonomi mikro.

Baca Juga :  403 Calon Tamtama Ikuti Sidang Sub Panpus, TNI AD Siapkan Prajurit Berkualitas

Harapan Rakyat Jadi Energi Pemerintah

Dalam pidatonya, Prabowo mengaku merasakan langsung aspirasi masyarakat, terutama para ibu dan orang tua yang menginginkan masa depan lebih layak bagi anak-anak mereka.

“Saya merasakan harapan yang ada di hati ibu-ibu, harapan di setiap orang tua, bahwa Indonesia merdeka harus adil dan makmur,” pungkasnya.

Kalimat ini menegaskan bahwa MBG bukan proyek teknokratis semata, tetapi lahir dari realitas sosial di lapangan.

Tantangan Pengawasan: Transparansi Jadi Kunci

Namun demikian, besarnya anggaran dan luasnya cakupan MBG juga menuntut pengawasan ketat.

Pengamat kebijakan publik menilai pemerintah perlu memastikan:

✔ Distribusi tepat sasaran
✔ Kualitas makanan terjamin
✔ Tidak terjadi kebocoran anggaran
✔ Data penerima tervalidasi

Tanpa tata kelola yang kuat, program sebesar ini berisiko disalahgunakan.

Karena itu, pemerintah pusat bersama daerah didorong membangun sistem digitalisasi penerima manfaat serta audit berkala.

Kesimpulan: MBG Jadi Pilar Negara Kesejahteraan

Dengan target 82,3 juta penerima, MBG kini menjadi program sosial terbesar dalam sejarah Indonesia modern.

Jika berhasil, MBG akan tercatat sebagai:

✅ Penggerak utama penurunan kemiskinan
✅ Fondasi perbaikan kualitas SDM
✅ Instrumen pemerataan ekonomi
✅ Simbol kehadiran negara di meja makan rakyat

SUPERSEMAR NEWS menilai, keberhasilan MBG akan menjadi barometer utama kepemimpinan Prabowo Subianto dalam lima tahun ke depan.

Bukan sekadar janji, melainkan pembuktian.***(SB)

SupersemarNewsTeam

Follow WhatsApp Channel supersemarnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

TNI–ADF Gelar NEO TTX, Simulasikan Evakuasi Warga akibat Erupsi Gunung Raung
Kapolda Metro Jaya Pimpin Rapat Konsolidasi, Perkuat Antisipasi Gangguan Kamtibmas di Jakarta
Kapolda Metro Jaya Pimpin Apel Green Policing, Perkuat Sinergi Polri dan Masyarakat
Kodam XXIX/Mambruk Resmi Berdiri di Nabire, Perkuat Pertanahan dan Pengabdian TNI AD di Papua Tengah
Kecelakaan di Simpang Pelita-Suprapto Sampit, Yamaha Lexi Rusak Parah Usai Terseret Truk CPO
Prajurit Korps Marinir Gempur Pantai Banongan dalam Operasi Amfibi Keris Woomera 2026
Marinir Indonesia Bekali Prajurit Australia Teknik Bertahan Hidup di Hutan
Dampak Ekonomi MotoGP Mandalika 2026 Capai Rp 5,2 Triliun, Naik 4,8 Persen
Berita ini 1 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 14:52 WIB

TNI–ADF Gelar NEO TTX, Simulasikan Evakuasi Warga akibat Erupsi Gunung Raung

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 11:16 WIB

Kapolda Metro Jaya Pimpin Rapat Konsolidasi, Perkuat Antisipasi Gangguan Kamtibmas di Jakarta

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 11:10 WIB

Kapolda Metro Jaya Pimpin Apel Green Policing, Perkuat Sinergi Polri dan Masyarakat

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 10:46 WIB

Kodam XXIX/Mambruk Resmi Berdiri di Nabire, Perkuat Pertanahan dan Pengabdian TNI AD di Papua Tengah

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 09:45 WIB

Kecelakaan di Simpang Pelita-Suprapto Sampit, Yamaha Lexi Rusak Parah Usai Terseret Truk CPO

Berita Terbaru