
Purnomo Yusgiantoro Tegaskan Komitmen Jalankan Slogan Lemhannas Secara Konsisten dan Strategis
SUPERSEMAR NEWS – Jakarta — Ketua Umum terpilih Ikatan Keluarga Alumni Lemhannas (IKAL) periode 2026–2031, Purnomo Yusgiantoro, menegaskan komitmennya untuk menjalankan secara konsisten slogan utama Lemhannas RI yakni “tanhana dharma mangrva”. Semboyan ini mengandung makna filosofis mendalam: tidak ada kebenaran yang mendua, sehingga setiap kebijakan harus berpijak pada prinsip kebenaran yang utuh, objektif, dan tidak kompromistis.
Pernyataan tersebut disampaikan usai pelaksanaan Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) IKAL Lemhannas yang digelar di Gedung Dwiwarna Purwa, Jakarta Pusat, Sabtu (11/4/2026). Forum tersebut sekaligus menetapkan kepemimpinan baru pasca mundurnya Agum Gumelar dari posisi Ketua Umum sebelumnya.
Komitmen Ideologis: Menjaga Kebenaran Tanpa Kompromi
Dalam pernyataannya, Purnomo tidak sekadar mengutip slogan Lemhannas sebagai simbol, melainkan sebagai landasan operasional dalam setiap proses pengambilan kebijakan strategis. Ia menegaskan bahwa prinsip tanhana dharma mangrva harus menjadi ruh dalam setiap kajian, analisis, hingga rekomendasi kebijakan.
Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa tantangan kebangsaan saat ini menuntut ketegasan moral dan intelektual. Oleh karena itu, pendekatan kebijakan tidak boleh bersifat parsial atau sektoral, melainkan harus menyeluruh dan berbasis kebenaran objektif.
“Kebenaran tidak boleh diduakan. Kita harus berdiri pada satu prinsip yang utuh dan konsisten,” tegasnya.
Pendekatan Transdisiplin: Strategi Baru dalam Pengambilan Kebijakan
Sebagai bagian dari implementasi prinsip tersebut, Purnomo memperkenalkan pendekatan komprehensif integral berbasis transdisiplin ilmu. Pendekatan ini menjadi titik tekan baru dalam memperkuat kualitas kajian strategis Lemhannas.
Secara konseptual, pendekatan transdisiplin melampaui sekadar kolaborasi antar disiplin ilmu. Ia mengintegrasikan berbagai perspektif keilmuan secara holistik untuk menghasilkan pemahaman yang lebih dalam terhadap persoalan nasional.
Dengan demikian, kebijakan yang dihasilkan tidak hanya bersifat teknokratis, tetapi juga memiliki dimensi sosial, budaya, ekonomi, dan geopolitik yang kuat.
Dari Teori ke Implementasi: Politik sebagai Kebijakan Publik
Purnomo juga menegaskan bahwa politik tidak boleh dipahami secara sempit sebagai perebutan kekuasaan. Ia menggarisbawahi bahwa politik pada hakikatnya adalah instrumen kebijakan publik.
“Politic is mean policy. Artinya, setiap keputusan politik harus bermuara pada kepentingan publik,” ujarnya.
Pernyataan ini menjadi penegasan penting di tengah dinamika politik nasional yang kerap terjebak dalam konflik kepentingan jangka pendek. Ia ingin mengembalikan esensi politik sebagai alat untuk mewujudkan kesejahteraan rakyat.
IKAL Lemhannas: Pilar Strategis Kajian Kebangsaan
Sebagai organisasi yang mewadahi alumni Lemhannas, IKAL memiliki peran strategis dalam memberikan masukan kepada pemerintah. Organisasi ini dikenal sebagai think tank kebangsaan yang aktif melakukan kajian terhadap isu-isu strategis nasional maupun global.
Dalam konteks ini, kepemimpinan Purnomo diharapkan mampu memperkuat posisi IKAL sebagai mitra strategis pemerintah dalam merumuskan kebijakan berbasis data dan analisis mendalam.
Selain itu, ia juga menekankan pentingnya memperkuat wawasan kebangsaan di tengah tantangan globalisasi, disrupsi teknologi, dan dinamika geopolitik yang semakin kompleks.
Munaslub IKAL Lemhannas: Respons atas Dinamika Strategis
Pelaksanaan Munaslub IKAL Lemhannas bukan tanpa alasan. Forum ini digelar sebagai respons terhadap dinamika internal organisasi sekaligus kebutuhan akan kepemimpinan baru yang mampu menjawab tantangan zaman.
Dalam sidang pleno yang berlangsung dinamis, peserta Munaslub secara aklamasi memilih Purnomo sebagai Ketua Umum baru. Keputusan ini mencerminkan kepercayaan tinggi terhadap kapasitas dan pengalaman Purnomo dalam bidang energi, ekonomi, dan kebijakan publik.
Analisis: Arah Baru Lemhannas di Bawah Purnomo
Pengangkatan Purnomo Yusgiantoro membawa sinyal kuat bahwa Lemhannas akan memasuki fase baru yang lebih progresif dan berbasis keilmuan. Pendekatan transdisiplin yang diusungnya berpotensi menjadi model baru dalam pengambilan kebijakan nasional.
Namun demikian, tantangan yang dihadapi tidak ringan. Di tengah kompleksitas masalah nasional—mulai dari ketahanan energi, keamanan siber, hingga stabilitas politik—dibutuhkan konsistensi dan keberanian dalam menegakkan prinsip kebenaran.
Di sinilah relevansi slogan tanhana dharma mangrva menjadi sangat krusial. Slogan tersebut bukan sekadar warisan nilai, tetapi juga menjadi kompas moral dalam menghadapi berbagai tekanan dan kepentingan.
Meneguhkan Arah Kebijakan Nasional
Dengan komitmen yang ditegaskan sejak awal, Purnomo Yusgiantoro diharapkan mampu membawa IKAL Lemhannas menjadi lebih adaptif, inovatif, dan berdaya saing tinggi.
Lebih dari itu, kepemimpinannya diharapkan mampu memperkuat peran Lemhannas sebagai lembaga strategis dalam menjaga ketahanan nasional dan merumuskan arah kebijakan yang berpihak pada kepentingan rakyat.
Ke depan, publik akan menunggu sejauh mana komitmen tersebut dapat diwujudkan dalam kebijakan nyata yang berdampak langsung bagi bangsa dan negara.***(SB)
SupersemarNewsTeam
Reporter : R/Rifay Marzuki
