
JAKARTA, Supersemar News – Menteri Pertahanan (Menhan), Sjafrie Sjamsoeddin mengumpulkan sejumlah purnawawirawan TNI di Kantor Kementerian Pertahanan, Jumat (24/4). Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto turut menghadiri pertemuan itu. Pertemuan digelar pada Jumat (24/4) pagi, mantan Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa, Jenderal Agus Suhartono, Laksamana Yudo Margono terlihat hadir. Sosok lainnya yang turut hadir ialah mantan Kepala Staf TNI Angkatan Darat, Jenderal Dudung Abdurahman hingga mantan Danjen Kopassus Jenderal Agum Gumelar.
Sejumlah purnawawirawan perwira tinggi dari setiap Matra TNI juga terlihat hadir dalam pertemuan tersebut. Saat menyapa para purnawirawan itu, Sjafrie menjelaskan akan menjelaskan berkaitan dengan materi strategis pertahanan yang sedang dilakukan Kementerian Pertahanan.
”Saya akan menyampaikan satu hal esensial yang mungkin perlu diketahui oleh para sesepuh TNI, yang tentunya ini sangat berhubungan dengan strategis pertahanan. Kemudian setelah itu, Panglima TNI juga akan menjelaskan esensi-esensi yang perlu diketahui oleh para sesepuh dan para senior Purnawirawan TNI,” jelas Sjafrie saat membuka pertemuan itu, Jumat (24/4/2026). Sjafrie menjelaskan dua hal fundamental yang akan disampaikan ialah berkaitan dengan konstitusi. Menhan menjelaskan bahwan Kementerian Pertahanah dan TNI dalam pemerintah ini selalu berpijak dalam amanat konstitusi dalam melakukan pekerjaan.
”Jadi untuk diketahui oleh para sesepuh, para senior, bahwa amanat yang kita pijakkan ini tidak lepas daripada amanat konstitusi. Konstitusi itu yang berkaitan dengan Pancasila dan Undang-Undang Dasar tahun 1945,” kata dia.
Kedua, Menhan juga menyampaikan bahwa Kementerian Pertahanan dan TNI selalu berjalan dalam kerangka kepentingan nasional. “Yang berkaitan dengan kepentingan nasional. Inilah yang menjadi prinsip tata kelola yang kami lanjutkan dari apa yang menjadi turunan yang pernah dilaksanakan oleh para sesepuh dan para senior Purnawirawan TNI pada saat menjabat,” jelas dia. “Strategi pertahanan negara ini juga tidak lepas daripada prinsip tata kelola negara, yaitu yang berkaitan dengan konstitusi dan juga berkaitan dengan kepentingan nasional,” tegas Menhan.
A. TNI AD
1. Jenderal TNI (Purn) Wiranto
2. Jenderal TNI (Purn) Gatot Nurmantyo
3. Jenderal TNI (Purn) Andika Muhammad Perkasa, S.E., M.A., M.Sc., M. Phil., Ph.D. 4. Jenderal TNI (Purn) Agustadi Sasongko 5. Jenderal TNI (Purn) Dudung Abdurachman
6. Jenderal TNI (Purn) Agum Gumelar 7. Letjen TNI (Purn) Kiki Syahnakri 8. Letjen TNI (Purn) Valentinus Suhartono Suratman
9. Letjen TNI (Purn) Djamari Chaniago 10. Letjen TNI (Purn) Fadillah
11. Letjen TNI (Purn) Bambang Darmono B. TNI AL
1. Laksamana TNI (Purn) Agus Suhartono 2. Laksamana TNI (Purn) Yudo Margono 3. Laksamana TNI (Purn) Siwi Sukma Adji 4. Laksamana TNI (Purn) Marsetio 5. Laksamana TNI (Purn) Ade Supandi 6. Letjen TNI (Purn) Mar. Muhammad Alfan Baharudin
C. TNI AU
1. Marsekal TNI (Purn) Djoko Suyanto 2. Marsekal TNI (Purn) Imam Sufaat 3. Marsekal TNI (Purn) Ida Bagus Putu Dunia
4. Marsekal TNI (Purn) Agus Supriatna 5. Marsdya TNI (Purn) Imran Baidirus 6. Marsdya TNI (Purn) Hadiyan Sumintaatmadja
(Dasen CM)
