Keberhasilan dalam pembinaan merupakan komitmen Lapas Sampit agar bermasyarakat menjadi lebih baik.

SAMPIT, Supersemar News – Upaya pembinaan kemandirian di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), terus menunjukkan perkembangan signifikan. Lewat program budidaya ayam petelur yang dirancang terpadu dan berkelanjutan, Rabu (29/4/2026).

Kegiatan ini sebagai mana Lapas Sampit membekali Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) tidak hanya keterampilan teknis, tetapi juga karakter kewirausahaan sebagai bekal nyata setelah bebas.

Program tersebut dilaksanakan di area khusus peternakan dalam lingkungan lapas dan melibatkan warga binaan yang telah melalui proses seleksi serta pembinaan awal.

Warga binaan dibekali pengetahuan dasar hingga lanjutan terkait manajemen peternakan ayam petelur. Materi pelatihan mencakup pemilihan bibit unggul, teknik pemeliharaan, pengaturan pakan bernutrisi seimbang, pengendalian penyakit, hingga pengelolaan hasil produksi secara efisien.

Kepala Lapas Kelas IIB Sampit, Muhammad Yani, menegaskan pendekatan yang digunakan mengedepankan konsep pembelajaran berbasis praktik.

Baca juga berita lainnya

“Program ini kami rancang sebagai simulasi usaha riil. Warga binaan dilatih untuk memahami siklus bisnis secara utuh, sehingga ketika kembali ke masyarakat, mereka tidak hanya memiliki keterampilan, tetapi juga kesiapan mental dan manajerial untuk berwirausaha,“ jelas Kalapas.

Budidaya ayam petelur ini menjadi bagian dari strategi pembinaan sistem pemasyarakatan modern yang menitikberatkan pada reintegrasi sosial. Dengan membekali warga binaan keterampilan produktif dan jiwa kewirausahaan, mereka diharapkan mampu kembali ke masyarakat sebagai individu yang mandiri, produktif, serta berkontribusi positif bagi lingkungan sekitarnya.

Melalui inovasi pembinaan ini, Lapas Sampit menunjukkan komitmen menciptakan perubahan nyata bahwa di balik keterbatasan ruang, tetap ada peluang untuk tumbuh, belajar, dan membangun masa depan yang lebih baik.
(Fauji)