Profil Gus Miftah, utusan Presiden Prabowo

- Jurnalis

Sabtu, 26 Oktober 2024 - 10:43 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

Ulama kondang Miftah Maulana Habiburrahman atau Gus Miftah menyampaikan ceramah kebangsaan dalam acara Silaturahmi Kebangsaan Toleransi dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda yang diselenggarakan pada Jumat malam (28/10/2022) di Jalan Pahlawan, Kota Surabaya.

SUPERSEMARNEWS.COM – Presiden Prabowo Subianto secara resmi menunjuk Miftah Maulana Habiburrahman, yang dikenal dengan panggilan Gus Miftah, sebagai Utusan Khusus Presiden untuk Kerukunan Umat Beragama dan Pembinaan Lembaga Keagamaan.

Gus Miftah dilantik di Istana Negara di Jakarta pada hari Selasa, 22 Oktober, bersama dengan enam utusan lainnya. Presiden Prabowo Subianto memintanya untuk membangun komunikasi internasional tentang moderasi dan toleransi beragama.

“Salah satu tugasnya adalah membangun komunikasi internasional tentang moderasi dan toleransi,” kata Gus Miftah di Istana Kepresidenan di Jakarta, Selasa.

Sebagai Utusan Khusus Presiden untuk Kerukunan Umat Beragama dan Pembinaan Lembaga Keagamaan, beliau turut serta dalam pengawasan isu-isu kerukunan di Indonesia.

Menurutnya, isu-isu terkait kerukunan di Indonesia sangat sensitif dan penting. Hal ini dikarenakan Indonesia merupakan negara besar dengan 17.000 pulau, 1.700 suku bangsa, 736 bahasa, dan enam agama.

Baca Juga :  Kababinkum dan HAM TNI Bersama Waaspers Panglima TNI Anjangsana ke Sesepuh TNI

“Hal ini tentu saja bukan hal yang baik jika tidak disikapi dengan cara yang dewasa. Maka yang kami coba lakukan hari ini adalah menjaga konduktivitas itu, yang berkaitan dengan kerukunan”, lanjut Gus Miftah.

Gus Miftah (nama lengkapnya Miftah Maulana Habiburrahman) adalah seorang dai kondang di Indonesia dan pendiri Pondok Pesantren Ora Aji di Sleman, Yogyakarta. Gaya dakwahnya unik dan berbeda dengan ulama lainnya dan sangat populer di kalangan generasi muda.

Lahir di Lampung pada tanggal 5 Agustus 1981, Gus Miftah merupakan anak ketiga dari lima bersaudara dan merupakan keturunan langsung dari Kyai Muhammad Ageng Besari, pendiri Pondok Pesantren Tegalsari di Ponorogo, Jawa Timur. Meskipun lahir dari keluarga pesantren yang kuat, Gus Miftah memilih pendekatan dakwah yang modern, santai, dan menggunakan bahasa yang mudah dimengerti oleh anak muda.

Salah satu contoh pendekatan dakwah Gus Miftah yang berbeda adalah acara shalawat yang ia selenggarakan di sebuah klub malam di Bali pada tahun 2018. Langkah ini mencerminkan upayanya untuk menyebarkan pesan agamanya kepada orang-orang yang jarang tersentuh oleh dakwah tradisional.

Baca Juga :  Dinamika Terbaru Ambang Batas Parlemen: dari 5% hingga 7%

Pondok Pesantren Ora Aji yang dipimpinnya juga dikenal sebagai pusat kegiatan keagamaan yang menarik perhatian nasional dan internasional. Selain sebagai pendakwah, Gus Miftah juga aktif dalam kegiatan sosial dan sering memberikan bantuan kepada mereka yang membutuhkan.

Gaya dakwah kontemporer
Gaya dakwah Gus Miftah yang humoris, santai dan mudah dipahami disukai banyak orang, terutama generasi muda. Ia sering menggunakan perumpamaan yang berhubungan dengan kehidupan sehari-hari, sehingga pesan-pesannya lebih mudah diterima.

Ia juga sering berdakwah di tempat-tempat yang tidak biasa, seperti klub malam, dengan tujuan menjangkau khalayak yang lebih luas, terutama mereka yang belum terlalu sering terpapar pesan-pesan agama.

Meskipun memiliki latar belakang pendidikan agama yang kuat, dengan gelar Sarjana Pendidikan Islam dari Universitas Islam Sultan Agung di Semarang, Gus Miftah memilih pendekatan yang lebih kontemporer, memadukan tradisi pesantren dengan elemen-elemen kontemporer dan modern.

(SupersemarNewsTeam)
(R/SanggaBuana)

Follow WhatsApp Channel supersemarnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

TNI–ADF Gelar NEO TTX, Simulasikan Evakuasi Warga akibat Erupsi Gunung Raung
Kapolda Metro Jaya Pimpin Rapat Konsolidasi, Perkuat Antisipasi Gangguan Kamtibmas di Jakarta
Kapolda Metro Jaya Pimpin Apel Green Policing, Perkuat Sinergi Polri dan Masyarakat
Kodam XXIX/Mambruk Resmi Berdiri di Nabire, Perkuat Pertanahan dan Pengabdian TNI AD di Papua Tengah
Kecelakaan di Simpang Pelita-Suprapto Sampit, Yamaha Lexi Rusak Parah Usai Terseret Truk CPO
Prajurit Korps Marinir Gempur Pantai Banongan dalam Operasi Amfibi Keris Woomera 2026
Marinir Indonesia Bekali Prajurit Australia Teknik Bertahan Hidup di Hutan
Dampak Ekonomi MotoGP Mandalika 2026 Capai Rp 5,2 Triliun, Naik 4,8 Persen
Berita ini 0 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 14:52 WIB

TNI–ADF Gelar NEO TTX, Simulasikan Evakuasi Warga akibat Erupsi Gunung Raung

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 11:16 WIB

Kapolda Metro Jaya Pimpin Rapat Konsolidasi, Perkuat Antisipasi Gangguan Kamtibmas di Jakarta

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 11:10 WIB

Kapolda Metro Jaya Pimpin Apel Green Policing, Perkuat Sinergi Polri dan Masyarakat

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 10:46 WIB

Kodam XXIX/Mambruk Resmi Berdiri di Nabire, Perkuat Pertanahan dan Pengabdian TNI AD di Papua Tengah

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 09:45 WIB

Kecelakaan di Simpang Pelita-Suprapto Sampit, Yamaha Lexi Rusak Parah Usai Terseret Truk CPO

Berita Terbaru