
MIMIKA, Supersemar News – Tongkat komando Komandan Brigif 20/Ima Jaya Keramo (IJK)/3 Kostrad resmi berganti.
Letkol Inf Asis Kamaruddin dipercaya menggantikan Kolonel Inf Agus Rediyanto dalam upacara serah terima jabatan (sertijab) yang berlangsung di Markas Brigif 20/IJK/3 Kostrad, Kabupaten Mimika, Sabtu (19 September 2026).
Upacara sertijab dipimpin Panglima Divisi Infanteri (Pangdivif) 3 Kostrad Mayjen TNI Wulang Nur Yudhanto.
Dalam amanatnya, Pangdivif 3 Kostrad menyampaikan bahwa pergantian jabatan merupakan bagian dari mekanisme pembinaan personel dan satuan di lingkungan TNI Angkatan Darat.
Proses tersebut dilaksanakan secara terencana dan berkesinambungan untuk menjaga dinamika organisasi sekaligus meningkatkan kualitas kepemimpinan.
Menurutnya, rotasi jabatan menjadi kesempatan untuk memperkuat efektivitas organisasi, meningkatkan kapasitas kepemimpinan, serta memastikan program dan pelaksanaan tugas satuan tetap berjalan secara berkelanjutan.
“Pergantian jabatan menjadi momentum untuk memperkuat kualitas kepemimpinan, meningkatkan efektivitas organisasi, serta menjaga kesinambungan program dan tugas satuan,” kata Mayjen TNI Wulang Nur Yudhanto dalam keterangannya, Selasa (22 September 2026).
Apresiasi untuk Pejabat Lama
Pada kesempatan tersebut, Pangdivif 3 Kostrad menyampaikan penghargaan kepada Kolonel Inf Agus Rediyanto atas dedikasi dan pengabdiannya selama memimpin Brigif 20/IJK.
Ia menilai berbagai capaian satuan tidak terlepas dari kerja keras, sinergi, serta komitmen yang dibangun selama kepemimpinan pejabat lama.
“Berbagai pencapaian dan keberhasilan satuan tidak terlepas dari kerja keras, sinergi serta komitmen yang telah ditunjukkan. Semoga pengalaman dan pengabdian yang telah dilaksanakan dapat menjadi bekal berharga dalam penugasan di tempat yang baru,” ujarnya.
Komandan Baru Diminta Segera Beradaptasi
Kepada Letkol Inf Asis Kamaruddin, Pangdivif 3 Kostrad menyampaikan ucapan selamat atas kepercayaan dan amanah yang diberikan pimpinan.
Ia meminta pejabat baru segera memahami karakteristik satuan, kondisi personel beserta keluarganya, serta lingkungan penugasan. Komandan juga diharapkan mampu hadir di tengah prajurit, membangun keteladanan, dan memperkuat komunikasi dengan seluruh unsur terkait.
Pangdivif 3 turut menekankan pentingnya membangun hubungan yang harmonis dengan jajaran pimpinan, para komandan satuan, pemerintah daerah, serta masyarakat.
“Bangun komunikasi yang baik dengan seluruh unsur pimpinan, para komandan satuan, pemerintah daerah dan masyarakat. Brigif 20/IJK harus terus menjadi satuan yang profesional, solid, disiplin, dan siap melaksanakan setiap tugas yang diberikan,” tegasnya.
Selain itu, seluruh prajurit Brigif 20/IJK/3 Kostrad diminta memberikan dukungan penuh kepada komandan yang baru.
Pangdivif 3 mengingatkan agar berbagai hal positif yang telah dicapai tetap dipertahankan, sementara kekurangan yang ada harus menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan kemampuan satuan.
Ia menegaskan, keberhasilan seorang komandan tidak dapat dipisahkan dari dukungan, kerja sama, dan kontribusi seluruh anggota.
“Keberhasilan seorang komandan pada akhirnya juga merupakan keberhasilan seluruh anggota satuan,” pungkasnya.
Melalui pergantian kepemimpinan ini, Brigif 20/IJK/3 Kostrad diharapkan terus memperkuat soliditas internal, meningkatkan profesionalisme prajurit, serta menjaga kesiapan satuan dalam menjalankan setiap tugas yang diamanatkan.
Berikut versi berita yang telah ditulis ulang dengan gaya jurnalistik, bebas duplikasi, dilengkapi alternatif judul CTR tinggi serta paket SEO.
Sebelumnya, Kapolda Papua Barat Daya Juga Dimutasi Ini Sosok Penggantinya
Brigjen Pol. Dr. Hengki Haryadi, S.I.K., M.H., resmi mendapat penugasan sebagai Kapolda Papua Barat Daya dalam mutasi Polri pada 30 Agustus 2026.
Perwira tinggi kelahiran Palembang, Sumatera Selatan, ini menggantikan Brigjen Pol. Yulius Audie Sonny Latuheru.
Sebelum dipercaya memimpin Polda Papua Barat Daya, Hengki menjabat sebagai Wakapolda Riau. Penunjukan tersebut tertuang dalam Surat Telegram Kapolri Nomor ST/1877/VIII/KEP./2026.
Nama Hengki bukan sosok baru dalam penegakan hukum. Ia memiliki pengalaman panjang di bidang reserse dan pernah menduduki sejumlah jabatan strategis di wilayah hukum Polda Metro Jaya.
Biodata Brigjen Pol Hengki Haryadi
Berikut sejumlah data diri dan riwayat pendidikan Hengki Haryadi berdasarkan informasi yang dipublikasikan:
Nama: Brigjen Pol. Dr. Hengki Haryadi, S.I.K., M.H.
Tempat, tanggal lahir: Palembang, 16 Oktober 1974
Pangkat: Brigadir Jenderal Polisi
Pendidikan menengah: SMA Taruna Nusantara, angkatan 1993
Pendidikan kepolisian: Akademi Kepolisian (Akpol), lulus 1996
Pendidikan lanjutan: PTIK, Sespimmen, dan Sespimti
Jabatan saat ini: Kapolda Papua Barat Daya
Hengki tercatat sebagai lulusan SMA Taruna Nusantara sebelum melanjutkan pendidikan di Akademi Kepolisian.
Ia juga mengikuti pendidikan pengembangan kepemimpinan Polri, termasuk Sespimti Dikreg ke-29 pada 2020, yang menurut sejumlah profil diberitakan sebagai lulusan terbaik.
Perjalanan Karier dari Reserse hingga Kapolda
Karier Hengki di kepolisian diwarnai penugasan di sejumlah wilayah, termasuk Dili, Lampung, dan Jakarta. Pada awal pengabdiannya, ia pernah bertugas sebagai Pamapta II Polres Dili dan Kasat Lantas Polres Manatuto.
Pengalaman di bidang reserse kemudian membawanya menduduki sejumlah posisi, antara lain Kasat Reskrim Polres Tulangbawang, Kasat Reskrim Poltabes Bandar Lampung, serta sejumlah jabatan di lingkungan Polda Metro Jaya.
Di Jakarta, Hengki pernah menjabat Kapolres Metro Jakarta Barat, Kapolres Metro Jakarta Pusat, dan Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Metro Jaya.
Pada Desember 2023, ia mendapat penugasan sebagai Penyidik Tindak Pidana Utama Tingkat II Bareskrim Polri. Selanjutnya, pada Desember 2025, Hengki dipercaya menjadi Wakapolda Riau sebelum ditunjuk sebagai Kapolda Papua Barat Daya pada Agustus 2026.
Dua Kali Tangani Kasus Hercules
Hengki Haryadi juga dikenal publik melalui penanganan sejumlah kasus kriminal yang menyita perhatian. Salah satunya adalah kasus yang melibatkan Rosario de Marshall alias Hercules.
Hengki disebut terlibat dalam operasi penangkapan Hercules pada 2013 dan kembali menangani kasus yang bersangkutan pada 2018.
Pengalaman tersebut turut membentuk citranya sebagai perwira yang banyak berkecimpung dalam penanganan tindak kriminal dan aksi premanisme.
Selain itu, selama berkarier di Polda Metro Jaya, Hengki juga terlibat dalam penanganan berbagai perkara kriminal, termasuk kasus pembunuhan berantai Wowon cs yang menjadi perhatian luas masyarakat.
Babak Baru Memimpin Polda Papua Barat Daya
Penunjukan sebagai Kapolda Papua Barat Daya menjadi babak baru dalam perjalanan karier Hengki Haryadi. Setelah bertahun-tahun bertugas di bidang reserse dan sejumlah jabatan kewilayahan, kini ia mendapat tanggung jawab memimpin kepolisian di tingkat daerah.
Hengki menggantikan Yulius Audie Sonny Latuheru, yang mendapat penugasan baru sebagai Widyaiswara Kepolisian Utama Tingkat I Sespim Lemdiklat Polri.
Mutasi tersebut merupakan bagian dari dinamika organisasi Polri dan pembinaan karier personel. Dengan pengalaman di bidang penegakan hukum serta kepemimpinan di sejumlah satuan, Hengki kini mengemban amanah baru di Polda Papua Barat Daya.
Sumber : Sumeks
