Supersemar news – Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait (Ara), mengusulkan pengelolaan lahan seluas lima hektare milik PT Jasa Marga (Persero) Tbk di kawasan Kalijodo, Jakarta Barat. Lahan tersebut ditemukan saat Maruarar meninjau warga yang tinggal di bawah kolong jembatan dan tol di Jalan Inspeksi Banjir Kanal Barat, Jelambar, Jakarta Barat, yang akan direlokasi.

Maruarar berencana membahas usulan tersebut dengan Menteri BUMN Erick Thohir. Jika disetujui, lahan itu akan dimanfaatkan sebagai ruang terbuka hijau, fasilitas olahraga, serta pengembangan UMKM.

“Nanti kita bicara sama Pak Erick dan Jasa Marga, kalau memungkinkan, lahan Kalijodo itu kita kelola. Usul saya, dibuat taman yang bagus dengan jogging track dan area untuk UMKM,” ujar Ara saat ditemui di Rumah Susun Rawa Buaya, Jakarta Barat, Sabtu (30/11/2024).

Ara juga melaporkan rencana pengelolaan ini kepada Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). Menurutnya, kerja sama dengan BUMN diperlukan untuk merealisasikan fasilitas sosial dan fasilitas umum di lahan Kalijodo, termasuk area olahraga, kuliner, dan UMKM.

Sebelumnya, sebanyak 139 kepala keluarga (KK) yang tinggal di kolong Tol Jelambar Baru, Jakarta Barat, telah direlokasi ke rumah susun sederhana sewa (Rusunawa) oleh Pemprov Jakarta. Dari jumlah tersebut, 44 KK dipindahkan ke Rusunawa Rawa Buaya, sementara sisanya ditempatkan di Rusunawa Daan Mogot, Tegal Alur, dan PIK Pulogadung I.

Menteri Koordinator Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, AHY, menjelaskan relokasi ini merupakan tindak lanjut dari arahan Presiden Prabowo Subianto untuk menyediakan hunian yang layak bagi masyarakat.

“Presiden Prabowo Subianto berkomitmen untuk mewujudkan masyarakat yang adil, makmur, dan sejahtera. Penyediaan hunian layak menjadi salah satu kebutuhan mendasar yang harus kita kawal bersama,” kata AHY dalam konferensi pers di Rusunawa Rawa Buaya.

Sebagai bentuk dukungan, pemerintah membebaskan retribusi sewa unit rusunawa selama enam bulan ke depan. Namun, biaya listrik dan air tetap menjadi tanggung jawab masing-masing penghuni. Selain itu, pelatihan keterampilan juga akan diberikan untuk meningkatkan kemampuan dan pendapatan warga.

Sumber : beritasatu.com

Editor // Deny