Isu “Parcok” Warnai Pilkada 2024, PDI-P dan Polri Beda Pandangan

- Jurnalis

Minggu, 1 Desember 2024 - 13:48 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

Sekjen PDI-P, Hasto Kristiyanto

SUPERSEMARNEWS.COM – Sekjen PDI-P, Hasto Kristiyanto, menegaskan seluruh jajaran partainya memantau Pilkada Serentak 2024. Ia menyebut kondisi Jawa Timur relatif kondusif, namun tetap mengawasi “partai coklat” yang juga bergerak di Sumatera Utara. Istilah ini menimbulkan spekulasi bahwa Polri diduga mengerahkan aparat dalam pemilu.

Gerindra Membantah Isu “Parcok”
Ketua Komisi III DPR, Habiburokhman, menyatakan isu ini adalah kabar bohong. Ia mengategorikan tuduhan itu sebagai hoaks. Bahkan, anggota DPR yang menyebarkan tudingan tersebut telah dilaporkan ke Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD). “Jika tidak bisa membuktikan tuduhan, tentu ada konsekuensinya,” tegas Habiburokhman

Baca Juga :  Prabowo Lantik Suyudi Ario Seto sebagai Kapolri, Ganti Sigit

Sikap Polri dan Panglima TNI
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memilih bungkam terkait isu “parcok” dan wacana pengembalian Polri ke TNI atau Kemendagri. “Tanya yang usulkan,” katanya singkat saat acara wisuda Akmil di Magelang. Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto juga menolak berkomentar.

Aktivis HAM Kritik Wacana Pengembalian Polri ke TNI
Direktur Amnesty International Indonesia, Usman Hamid, menilai wacana ini sebagai kemunduran reformasi. Menurutnya, pemisahan Polri dan TNI didasari tugas berbeda. Polri fokus pada keamanan dalam negeri, sementara TNI pada ancaman luar negeri. “Integrasi akan membuat keduanya tidak profesional,” ujar Usman.

Baca Juga :  HUT Ke-81 TNI, Purn TNI Deni Heryanto: Pengabdian Prajurit Harus Selalu Bersama Rakyat

Ia juga mengingatkan bahwa reformasi 26 tahun lalu bertujuan memperjuangkan kebebasan sipil, supremasi hukum, dan HAM. Namun, ia mengkritik bahwa cita-cita itu kini kian jauh. “Negara malah menyempitkan ruang sipil dan mengabaikan reformasi,” pungkasnya.

Kesimpulan
Isu “parcok” dan wacana pengembalian Polri ke TNI mencuat dalam Pilkada 2024. Meski PDI-P dan aktivis menyoroti dugaan penyimpangan, pihak Polri dan TNI memilih bungkam. Di sisi lain, kritik terhadap mundurnya semangat reformasi semakin lantang.

(SupersemarNewsTeam)
(R/SanggaBuana)

Follow WhatsApp Channel supersemarnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kapolda Metro Jaya Pimpin Rapat Konsolidasi, Perkuat Antisipasi Gangguan Kamtibmas di Jakarta
Kapolda Metro Jaya Pimpin Apel Green Policing, Perkuat Sinergi Polri dan Masyarakat
Kodam XXIX/Mambruk Resmi Berdiri di Nabire, Perkuat Pertanahan dan Pengabdian TNI AD di Papua Tengah
Kecelakaan di Simpang Pelita-Suprapto Sampit, Yamaha Lexi Rusak Parah Usai Terseret Truk CPO
Prajurit Korps Marinir Gempur Pantai Banongan dalam Operasi Amfibi Keris Woomera 2026
Marinir Indonesia Bekali Prajurit Australia Teknik Bertahan Hidup di Hutan
Dampak Ekonomi MotoGP Mandalika 2026 Capai Rp 5,2 Triliun, Naik 4,8 Persen
Perkuat Struktur Komando, KSAD Pimpin Sertijab 5 Pangdam dan Alih Kodal 6 Korem
Berita ini 0 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 11:16 WIB

Kapolda Metro Jaya Pimpin Rapat Konsolidasi, Perkuat Antisipasi Gangguan Kamtibmas di Jakarta

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 11:10 WIB

Kapolda Metro Jaya Pimpin Apel Green Policing, Perkuat Sinergi Polri dan Masyarakat

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 10:46 WIB

Kodam XXIX/Mambruk Resmi Berdiri di Nabire, Perkuat Pertanahan dan Pengabdian TNI AD di Papua Tengah

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 09:45 WIB

Kecelakaan di Simpang Pelita-Suprapto Sampit, Yamaha Lexi Rusak Parah Usai Terseret Truk CPO

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 09:43 WIB

Prajurit Korps Marinir Gempur Pantai Banongan dalam Operasi Amfibi Keris Woomera 2026

Berita Terbaru